
“Kayaknya aku pensiun nih.” Ucap Dewi sang manager menghampiri Jordan yang sudah selesai dan baru saja turun dari panggung.
“Kakak harus cepat menikah. Jangan hanya bekerja terus-terusan, aku aja sebentar lagi akan menjadi ayah. Masa kakak mau begini aja.” Sangat menusuk, tapi ucapan Jordan ada benarnya. Usia Dewi sudah sangat matang dan sudah seharusnya menemukan kebahagiaan untuk dirinya.
“Nggak terasa Jo, udah hampir 8 tahun.”
“Aku jadi ingat pertama kali kita bertemu haha.” Ingatan itu masih sangat jelas. Waktu itu Dewi menemukan Jordan dalam keadaan yang mengenaskan. Baru tiba di Indonesia dan habis kerampokan, Jordan benar-benar sebatang kara kala itu dan Dewi bagaikan pahlawan bagi pria malang yang kini berada tepat di depannya.
Entah bagaimana, kini keduanya bisa bekerja sama dan berkat Dewi juga Jordan bisa mencapai titik ini. Meski harus melepas karirnya, namun Jordan tidak menyesal. Kehidupan setiap orang bisa berubah layaknya roda berputar.
“Bahagia selalu Jo. Jangan lupa beri kabar kalau si kecil sudah lahir.” Ucap Dewi seraya menepuk pelan pundak Jordan.
“Pasti kak.” Sedang asik berbincang, perhatian Jordan teralihkan kala Rara muncul sehabis dari toilet.
“Udah selesai?” Pertanyaan yang tidak penting dan Rara mengangguk sebagai jawaban. “Kita duluan kak.” Pamit Jordan dan segera berlalu seraya memeluk pundak Rara.
.
.
“Gunain kartu ini. “
“Buat apa? kartu yang kemarin aja aku jarang pakai.” Rara terperangah kala Jordan memberinya sebuah kartu debit lagi. Sesungguhnya Rara tidak seboros itu sedangkan Jordan sangat royal.
__ADS_1
“Biasanya kebutuhan wanita lebih banyak. Udah bawa aja.” Jordan memaksa Rara yang enggan untuk menerima. Itu bentuk kewajiban Jordan untuk menafkahi istri dan Jordan tahu jika pengeluaran Rara tidak sebanyak dirinya, rasanya aneh saja.
“Aku dengar dari ayah kalau kakak beliin mobil, buat apa?” Rara mengekori langkah panjang Jordan yang sedikit menyusahkan.
“Buat menyimpan baju. Ya…buat transport lah Ra, pertanyaanmu aneh deh.”
“Ck, bukan begitu. Maksudku, itu nggak perlu.”
“Itu akan mempermudah ayah kalau mau pergi-pergi. Lagian aku cuma mau kasih hadiah, kita kan keluarga.” Jordan membuka pintu mobil untuk Rara. Tangannya menghadang di atas agar Rara tidak terpentok saat masuk. Rara tersenyum menerima perlakuan kecil nan manis itu.
Jordan pun melajukan mobilnya meninggalkan gedung itu. Di iringi ocehan Rara sepanjang jalan dan itu sedikit menghibur. Tak lama memecah jalanan, mobilnya kini berhenti di sebuah rumah sakit. Ya, ini jadwal pemeriksaan rutin untuk kandungan Rara.
Setelah turun, keduanya berjalan beriringan menelusuri lorong rumah sakit. Pasangan itu bahkan cukup popular di kalangan pegawai rumah sakit, hingga beberapa bisikan gemas terdengar. Ceklek…. Sampai di ruangan Rara segera melakukan pemeriksaan.
⏰⏰⏰⏰
Di dalam mobil…
“Dengar kan kata dokter? Jaga kesehatan dan pola makannya.”
“Iya tau.”
“Jangan iya-iya doang. Terapkan dan di lakuin.” Jordan sekedar memperingatkan karena Rara masih seperti anak kecil dalam beberapa keadaan. Dewasanya kadang kala saja jika sedang tidak berulah.
__ADS_1
“Bilang nggak ya?” batin Rara tiba-tiba seraya mengigit bibir bawahnya. Ada sesuatu yang ia inginkan, hanya saja ragu jika Jordan akan mengabulkan. Jordan yang menyadari itu pun menoleh.
“Mau apa ,sayang?” Lihatlah sikap manisnya itu, secepat itu berubah padahal beberapa saat lalu Jordan mengomeli Rara. Ragu? tentu saja iya, pasalnya keinginannya ini sedikit aneh dan Rara takut jika Jordan marah.
“Janji dulu nggak marah.” Ucap Rara pelan seraya menyentuh pelan lengan Jordan. Sontak saja Jordan memelankan laju mobilnya. Firasatnya kini tidak enak, dan biasanya kalimat berikutnya akan di luar batas wajar.
“Tergantung.” Singkat Jordan.
“Aku mau jambangnya kak Victon.”
Dueenggggg…
“Apa? Coba ulangi.” Jawab Jordan yang kini terkejut dan hampir saja mobilnya oleng.
“Aku ingin usap jambang kak Victon.” Mati sudah, Jordan di buat kelu dengan permintaan Rara kali ini. Jika tidak di turuti, pasti Rara akan mengatasnamakan ‘ini permintaan anak kita’ dan itu membuatnya pusing tujuh keliling.
“Nak, minta yang lain nggak bisa kah? Papa gemesh nih.” Jordan mengusap perut Rara yang sedikit menonjol itu.
.
.
.
__ADS_1
-To Be Continued-