
Deg…
Tiba-tiba Rara merasa bianglala berhenti bergerak. “Buka matamu sekarang.” Pinta Jordan masih di posisi yang sama. Rupanya, mereka berhenti tepat di atas dan Rara juga baru menyadari jika hanya mereka yang menaiki wahana itu.
“Ini cuma kita berdua yang naik?” Tanya Rara heran.
“Emm, aku sewa buat 2 jam ke depan. Coba lihat ke sana.” Jordan tersenyum melihat Rara yang kebingungan. Dari atas sana nampak lampu-lampu malam hari yang menghiasi permukiman, jalan dan juga perkotaan. Itu indah sekali, dan jujur saja Rara semudah itu mengagumi hal-hal kecil seperti itu.
Ctarrrr... dorrr...
Tak berselang lama, langit malam pun di hiasi oleh percikan kembang api yang banyak sekali. Di akhir, percikan itu tersusun rapi membentuk sebuah kalimat ‘Will You Marry Me?’ .
Sontak Rara pun membekap mulutnya, hingga ia tidak menyadari kala Jordan sudah mengeluarkan sebuah kotak dengan cincin di dalamnya. Rara memundurkan duduknya hingga bergeser di samping Jordan. Ruangan yang cukup sempit itu menjadi saksi moment yang sebenarnya sudah Rara nantikan.
“Ra, aku bukanlah manusia yang sempurna. Tapi percayalah kalau aku bisa memberikan cinta yang sempurna untukmu. Maukah kamu menemani dan menua bersamaku di kehidupan ini?” Hingga beberapa detik Rara tak bisa berkata-kata dan matanya berkaca-kaca. Sejak tadi Rara menatap Jordan tanpa berkedip di iringi degup jantungnya yang tidak beraturan.
__ADS_1
“Rara Adeeva Shaletta, will you marry me?” Jordan membuka kotak itu, kemudian nampak lah cincin dengan permata biru kecil berbentuk love di tengahnya, dengan ukiran inisial R dan J melambangkan cinta keduanya. Rara pun mengangguk dengan mantapnya hingga genangan air di matanya pun jatuh mengucur.
“Yes…yes I will.” Rara berusaha menstabilkan suaranya yang parau, ini hari bahagia dan tidak seharusnya ia menangis seperti itu. Tanpa banyak naninu, Jordan segera memasangkan cincin itu dan melingkar pas di jari manis Rara.
Sorakan yang amat ramai terdengar kala kembang api semakin ramai menghiasi langit hitam malam itu. Akhirnya Rara dan Jordan pun berpelukan sebagai pelengkap lamaran romantisnya. Jordan mengelus lembut kepala Rara yang mencari kenyamanan di lehernya. Kini bahagia mereka rasakan hingga tidak mampu berbicara banyak lagi.
Bianglala kembali bergerak turun, dan para sahabat sudah menunggu di bawah sejak tadi. Ya, mereka juga berpartisipasi dalam acara ini. “Wuihhh sukses nih kayaknya?” Valerie bersedekap dan mendekati pasangan yang bergandengan tangan dengan senyum bahagia menghiasi wajah mereka.
Belum selesai ternyata, Rara kembali di kejutkan dengan kedatangan tim orkestra dan banyaknya konfeti di ledakkan oleh beberapa pengunjung.
Waaaa…waaaaaa…
“Belum selesai?” Rara melirik Jordan yang tersenyum lebar sejak tadi, ia menjadi kesal karena Jordan malah mundur dan merentangkan tangannya. “Dia mau apa?” Batin Rara heran. Geram sekali dengan Rara yang sedikit lemot, Valerie pun mendorongnya hingga Rara jatuh di pelukan Jordan.
“hahahaha.” Gelak tawa kini memenuhi kala Jordan mengangkat tubuh Rara, dan juga iringan musik serta sorakan penonton menjadi semakin ramai.
__ADS_1
“Kau iri?” tanya Victon yang tiba-tiba muncul di belakang Valerie. Valerie mendelik heran, mungkin itu memang hal yang di impikan setiap wanita. Mendapatkan cinta dan kenangan terindah bersama pasangannya, tapi Valerie belum berpikiran sejauh itu.
“No, buat apa iri? Rara bahagia aku juga bahagia.” Valerie sejujur itu dan apa adanya, membuat Victon hanya menghela napas. Wanita satu ini memang jauh dari kata peka, sudah di beri kode tapi hanya merespon sekenanya.
“Emmm, apa ada kesempatan untukku?”
“Ha?” Valerie tidak bisa mendengar jelas karena ramai sekali.
“Saranghaeyo.”
Sial, kenapa malah bahasa itu yang keluar dari mulut Victon. Herannya, Valerie malah menatap diam Victon yang sudah sala tingkah, entah ia mengerti atau tidak makna kalimat itu. “Mampus, gue keceplosan.” Victon melipat bibirnya ke dalam, takut saja jika gadis itu melayangkan bogem mentahnya. Sudah biasa sekali bagi Victon mendapatkan cubitan atau pukulan dari gadis perkasa itu, wajar saja jika Rara selalu menyebutnya dengan badas.
.
.
__ADS_1
.
to be continued.