
...WARNING!! ๐คญ๐คญ๐๐๐...
Di toilet, Rara sedang berganti busana yang lebih nyaman untuk acara keluarga selanjutnya. Suasana masih aman-aman saja sebelum Rara menyadari akan kehadiran seseorang. Ceklek....
โHaahhh!!โ Rara memekik tertahan, sungguh di luar dugaan jika Jordan nekat menyusulnya ke toilet wanita. Kehadiran Jordan tepat di depan pintu toilet seraya bersedekap, membuat jantungnya hampir lepas.
โKan bisa tunggu di luar, kenapa harus masuk sih?โ Ucap Rara melewati Jordan begitu saja.
โBiarin, lagi pula nggak ada orang tuh.โ
Santai sekali, bahkan Jordan kini tersenyum penuh arti yang membuat Rara bergidik ngeri. Rara paham betul makna dari tatapan itu . Tanda bahaya!! Lebih baik menjauh sebelum di habisi.
Benar saja, baru beberapa langkah tangan Rara di tarik begitu saja oleh suaminya. Rara terkunci di dalam kurungan Jordan yang kini terpojok ke tembok. Bisa apa lagi jika sudah begini? Rara hanya bisa pasrah kala Jordan sudah memulai santapan lezatnya.
Lagi dan lagi sentuhan itu membuat Rara tak mampu menolak. ia membebaskan Jordan yang kini mengobrak-abrik dan mengeksplor rongga mulutnya. Sedikit kesulitan, tapi akhirnya ia bisa mengimbangi.
Tangan jahil itu mulai bermain api di beberapa bagian tubuh Rara. โeungghh, j......jangan disini.โ Rara memohon pada Jordan di sela-sela kegiatannya. Seluruh tubuhnya terasa panas menjalar di ikuti napas keduanya yang terengah-engah seakan habis marathon.
โAku mau sekarang, Ra.... boleh?โ
__ADS_1
Jordan tampak menahan sesuatu, bisa di lihat dari perubahan warna matanya yang menyala dan juga wajahnya yang berkabut di tutupi keinginan menggebu-gebu. Rara menggunakan dress pendek sepanjang lututnya, membiarkan tangan Jordan yang mulai menelusuri pangkal pahanya dan semakin bergerak ke atas.
Rara terkejut kala jari Jordan sampai pada benda terlarang di sela pahanya. Semakin nakal sekali, jari itu bermain langsung dengan memberikan usapan demi usapan pada bagian itu. Sensasi itu sangat aneh, sialnya Rara malah menikmatinya. Hingga kini Rara mendongak seraya memejam dengan mulutnya yang ternganga.
โAhh.โ Secuil kata mantra itu menandakan jika kini Rara sudah terbuai, hingga Jordan tersenyum miring.
โJangan di tahan sayang.โ
Jordan kembali memberikan hal-hal yang pertama kali Rara dapatkan. Rasanya Rara jadi menginginkan sesuatu, begitu pula dengan Jordan. Rara membiarkan Jordan yang kini menciumi lehernya lebih sensual, hingga beberapa kali lenguhan keluar dari bibir tipis Rara. Come on, matahari masih menjulang tinggi dan tidak mungkin kegiatan itu di teruskan, peraturannya bukan begitu.
Namun apa boleh buat, jika salah satu dari mereka tidak memulai maka bukan begini jadinya. Akibat dari permainan tangan Jordan, kaki Rara jadi bergetar dan hampir saja terjatuh. Dengan cepat Jordan menggendong Rara dan mendudukkannya di dekat wastafel.
Jordan kini berani menikmati kedua buah apel Rara dan tangannya masih bermain di bawah sana.
Oh no!! Tubuh Rara semakin bergetar, hingga tangannya meremas rambut Jordan yang sedang tenggelam di sana menikmati surga dunianya saat ini. Benar-benar sinting keduanya, karena tidak mempedulikan keluarga besar yang sedang menunggu mereka untuk makan bersama.
โCukup!! Semuanya menunggu kita. Tolong berhenti di sini.โ
Rara memohon dengan sangat, agar Jordan sadar jika ini bukan saatnya melakukan itu. Di tengah terpaan badai hasratnya, Jordan pun berusaha menetralkan pikirannya kembali.
__ADS_1
โMaaf, seharusnya aku bisa tahan.โ Ucap Jordan merasa bersalah.
...๐๐๐๐...
Setelah merapikan diri, kedua sejoli itu berjalan berdampingan menuju di mana semua keluarganya berada. โAku udah rapi kan?โ Tanya Rara seraya membenarkan rambutnya yang sempat berantakan ulah Jordan.
โUdah, tenang aja mereka pasti juga mengerti.โ
โJangan ngaco, lain kali jangan begini. Bedain waktu yang tepat buat ngelakuin hal begituan.โ Rara mendengus kesal dan segera mendahului Jordan yang terkekeh kerena kelucuan tingkah istrinya.
.
.
.
-To Be Continued-
๐๐๐๐๐
__ADS_1