Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 91 Di Beri Hati, Minta Yang Lain


__ADS_3

"You're so pretty. Bahagia selalu Ra." Valerie memeluk Rara dengan eratnya. "Makasih Val. kamu datang sendiri?" Tanya Rara kemudian.


"Iya dong, sama siapa lagi?" Valerie menatap heran akibat pertanyaan Rara.


"Ah...nggak hehe, nikmati pestanya Val."


"Pasti Ra, kapan lagi kan? haha. " Ujar Valerie.


Seingat Rara, Valerie punya hubungan khusus dengan Victon. Meski begitu, Rara tidak akan bertanya lebih, tentu saja untuk menghargai privasi sahabatnya itu.


Tak lama kemudian, Rara melihat rivalnya. Meskipun sudah tidak lagi, karena Jordan sudah jadi milik Rara seutuhnya. Yup, Celine datang bersama kakak sepupunya yaitu Victon.


"Jal**g." Bisik Celine saat berpura-pura memeluk Rara dengan alasan mengucapkan selamat.


"Hai cabe keriput." Rara membalas dengan sinisnya.


Kini keduanya bertatapan amat lekat semakin tajam dan menusuk. Rara juga menghalangi Celine yang hendak memeluk suaminya, mana rela ia membiarkan musuh utamanya bersentuhan fisik dengan Jordan.


"Selamat ya Ra, bahagia selalu. And, hadiah dariku sangat spesial loh." Victon menyalami Rara dengan senyum anehnya. Saat hendak memeluk Rara dengan cepat Jordan menghadang. "Santai bro, ntar malem kan ada malem pertama." Bisik Victon seraya tersenyum jahil.


"Malam kesekian kali bukan pertama lagi." Jordan pun membalas dengan senyum jahilnya pula. Beberapa orang penting hadir, termasuk Maxton dan beberapa anggota T.Fly. Tentu saja ada tugas khusus untuk mereka, bukan semata sebagai tamu undangan saja.


.

__ADS_1


.


Semakin meriah acara itu hingga tidak sadar jika malam semakin larut. Hampir tengah malam, akhirnya acara itu selesai.


"Huuuhhhh, capek ih. kakiku pegel.. " Rengek Rara seraya memijit kakinya.


Tak berselang lama, Jordan datang dengan piring kecil berisi sepotong cheese cake kesukaan Rara. Keduanya memang belum sempat mengisi perut karena banyaknya tamu.


"Kesukaanmu." Jordan menyodorkan cake itu dan di terima Rara dengan senangnya.


"Makasih my hubby."


Sesuap demi suap Rara memasukkan potongan kue itu. Saat sadar Jordan menatapnya, Rara pun menjadi salah tingkah. Ternyata ada secuil cream di sudut bibir Rara, membuat Jordan mengusapnya dan bahkan langsung di jilat juga.


"Jorok banget!! ambil aja yang baru." Rara sempat tertegun dengan perlakuan Jordan barusan.


"Kalau mau main kasar di ranjang aja, Baby." Bisik Jordan membuat Rara kini memanas.


"Sssstt. diam!!" Rara mendengus sebal dan kembali menikmati cake nya lagi hingga tandas. Sedangkan Jordan hanya terkekeh melihat kelucuan istrinya itu.


Acara pun selesai tanpa hambatan apapun. Dan kini saatnya untuk beristirahat. Jordan dan Rara tiba di sebuah kamar khusus presidential suite yang memang khusus di sediakan hanya untuk mereka saja. Terlampau lelah, Rara mengabaikan taburan bunga mawar merah di atas kasur dan langsung saja merebahkan tubuhnya. brughh....


"Capek body." Rara tiduran tanpa berganti busana. Satu lengannya menutup matanya hingga beberapa menit kemudian napasnya mulai teratur dan tidurlah dia. Ceklek.... tak lama kemudian Jordan menyusul setelah berbincang singkat dengan mertua dan orang tua Victon.

__ADS_1


"Tidur?" Jordan menggeleng dan langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai dengan ritualnya, Jordan segera mengganti kostum dengan kaus dan celana kolor yang lebih nyaman.


"Apa udah nggak kuat buat ganti baju dulu?" Gumam Jordan semakin heran kala ia masih mendapati Rara yang tak berpindah posisi.


Jordan pun mendekat lalu duduk di samping Rara yang sudah travelling di alam mimpi. Tak ada niat jahil, dan dengan sabarnya Jordan melepas gaun Rara lalu menggantinya dengan piyama tidur. Sempat tergoda dengan kemolekan tubuh sang istri, namun ia masih bisa menahannya. Tahap demi tahap hampir selesai, pria itu juga menghapus makeup yang masih menempel dengan telaten.


"Lebih cantik kalo nggak pake makeup."


Cup... Jordan mengecup sekilas bibir Rara. Detik berikutnya, Ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Rara mencari posisi paling nyaman kemudian ikut memejam.


"Eungghhh..." Rara menggeliat pelan dan kini semakin menelusup dalam pelukan nyaman suaminya.


"Sayang, kamu yakin masih mau tidur? ini malam pernikahan kita loh." Jordan berbisik dan sesekali mengigit pelan daun telinga Rara. Sejujurnya ia hanya ingin mengerjai Rara saja. Tapi tangannya itu tidak bisa di kondisikan hingga akhirnya Rara terbangun.


"Ck, aku ngantuk. jangan jahil tangannya!! " Rara menatap tajam Jordan dengan matanya yang memerah. Kesal sekali jika Jordan terus berulah, Bisa-bisa Rara tidak tidur semalaman.


"Kamu nikmati aja, biar aku yang kerja." Jawab Jordan tersenyum licik.


"Masih jahil aku pindah kamar nih?" Bukan tidak mau melayani, hanya saja Rara benar-benar lelah dan tidak ada nafsu untuk melakukan itu. Dan akhirnya Rara kembali memejam, terserah saja Jordan mau melakukan apa pada tubuhnya, ia tidak peduli.


.


.

__ADS_1


tbc.


Ada sedikit revisi di bab ini hehe 😇😇


__ADS_2