Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 124 Impas!!


__ADS_3

“Loh? Kok kalian di sini?” tanya Jordan yang secepat kilat meraih Cheryl dan menggendongnya.


Haupphh….


“Wuiihhh, anak papa udah cantik begini. mau kemana, hmm?” Ucap Jordan lagi seraya menciumi pipi gembul yang menggemaskan itu. Hingga beberapa detik, perhatiannya pun beralih kepada istrinya yang sudah memasang wajah masamnya. Jordan baru paham kala mendapati tatapan tajam Rara yang mengarah pada sekretarisnya.


Rara bahkan tidak berkedip dan menatap wanita itu sangat lekat. Cup… Jordan pun mengecup sekilas pipi Rara tanpa peduli di sekitarnya. Sejak di ketahui jika Jordan sudah menikah, ia semakin bebas mengumbar kemesraannya bahkan di depan para pegawainya sekali pun. Dengan sigap pula, Rara langsung menautkan tangannya di lengan Jordan seraya mengajaknya pergi


“Mama kenapa ya sayang? Kok cemberut gitu, Cheryl nggak nakal kan?” Jordan membungkus rasa penasarannya dengan dalih bertanya pada putrinya. Padahal ia tahu betul jika saat ini Rara sedang kesal.


“ga …a..kal.” Ucap Cheryl terbata-bata.


“Sekretarismu muda dan cantik, aku nggak suka!!” Rara menatap tajam Jordan yang kini terkekeh seakan sedang mengejeknya. Bukan main kesalnya, karena semenjak Cheryl lahir aura hot daddy Jordan semakin meresahkan.


“Kamu tau kan kalau aku lebih sering di HR Media, Cindy hanya sekretaris sementara kalau aku sedang di sini.” Jelas Jordan.


“Jangan di **** sayang, kotor tangannya.” Cegah Rara sejenak beralih pada putrinya yang tengah menikmati rasa dari jempol mungilnya itu. Rara pun menghela napasnya.


“Aku tetap nggak suka!! Tampangmu makin meresahkan kak.”


“Honey, aku nggak akan pernah berpaling. Istriku udah paling cantik dan baik, nggak ada duanya. Buat apa lirik-lirik yang lain.”

__ADS_1


“Mending aku aja yang kerja, kakak di rumah jaga Cheryl.” Entah darimana datangnya pemikiran konyol itu, Rara pun tidak mengerti. Sikap posesifnya semakin menjadi-jadi dan Rara tidak rela sekali jika Jordan masih di kagumi banyak orang.


“ Heh, mana ada begitu? Aku kan kepala keluarga, tugas cari nafkah ya aku.”


“hihihi… …papapa…mammmh.” Mendengar perdebatan orang tuanya, Cheryl terkikik sendiri seraya bertepuk tangan meriah. “Tuh Cheryl aja tau. Lihat tuh sayang, mama lagi cemburu buta.” Ucap Jordan seraya terkekeh melihat wajah kusut Rara. Hingga kini Jordan paling bisa membuat Rara kesal, dan itu sebuah kebanggaan baginya.


.


.


.


Family time, Di sebuah Mall siang itu….


“Iya silahkan. Mau beli lahan mall nya sekalian juga nggak papa.” Celetuk Jordan kemudian.


Jordan paham betapa rumit dan lelahnya Rara yang harus mengurus dirinya dan juga anaknya. Semenjak hadirnya Cheryl, Rara jarang memanjakan diri karena mengurus putrinya saja sudah cukup kwalahan. Keduanya sengaja tidak menggunakan jasa babysitter agar anak mereka tumbuh tanpa kekurangan kasih sayang orang tua. Apalagi Cheryl sedang di masa aktif-aktifnya, jadi mereka harus ekstra sabar.


...........


Rara yang kalap dan akhirnya memborong banyak barang tanpa memikirkan Axel yang kesulitan membawakan semua itu. “Maaf bisa tolong ambilkan itu?” Pinta Rara pada pegawai Mall di sebuah toko mainan.

__ADS_1


Rara ingin meraih paket boneka Barbie di atas, sayangnya itu terlalu tinggi dan entah pergi kemana dua pria yang sedari tadi membuntutinya. Hingga Rara terpaksa meminta tolong pada orang lain. Pegawai pria itu cukup tinggi dan tentu tidak sulit untuk menggapainya.


“Ini mba, ada yang lain? Saya bisa bantu ambilkan.” Ucap pria itu dengan ramah.


Rara menggeleng pelan, namun pria itu tidak kunjung pergi padahal Rara masih ingin melihat-lihat di sana. Jordan sedang tidak berada dalam jarak dekat, tentu saja itu menjadi celah bagi pria lain untuk masuk.


“Mbaknya cantik, ini mau beliin buat adiknya ya?” Rupanya pria itu sedang mengagumi Rara.


“Emmmm, bukan. Ini buat an…”


“Sayang udah belum, Cheryl udah ngantuk nih.” Tiba-tiba Jordan datang menengahi seraya menyerahkan Cheryl yang tengah merengek mencari mamanya. “Ma…mama ..ma hiks.” Cheryl mengulurkan tangannya minta gendong, dan langsung saja Rara meraihnya.


“Uluh anak mama kenapa nangis…cup cup…sayang.”


Mendengar penuturan Rara, pria tadi pun mundur dan menjauhkan diri. “Sial, udah ada pawangnya.” Kesal pria itu dalam hati.


“Dasar playboy cap botol!!” Sungut Jordan seraya mengamati langkah pria tadi yang kian berlalu. Cup… Rara mengecup sekilas bibir tebal Jordan seraya tersenyum manis. “impas!.” Singkat Rara kemudian.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2