Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
Extra part 3


__ADS_3

Di dapur...


"Semangat honey." Sorak Rara dan di balas dengan senyuman oleh Jordan. Rara pun tersenyum dan menangkup wajahnya seraya duduk di kursi meja makan. Betapa indahnya pemandangan itu, melihat sosok pria tampan yang tangannya selihai itu dalam mengolah bahan masakan.


tak... tak...


Bahkan cara memotongnya saja berbeda membuat Rara tak menyudahi kekagumannya. "Apa yang dia nggak bisa? " batin Rara. Seketika tubuhnya terasa lebih bugar dari sebelumnya.


Mumpung tidak di ganggu si kecil, inilah kesempatan mereka untuk be romantis ria. Rara pun beranjak dan melangkah mendekati Jordan yang masih sibuk. Seperti dalam adegan di film-film Rara mencoba untuk curi-curi kesempatan.


greb...


Tangan lentik itu melilit di pinggang kencang itu hingga Jordan sedikit terhenyak. "Ngapain? " tanya Jordan yang sedang menumis bumbu. "Menciptakan moment romantis." Jawab Rara pelan. Ia semakin mengeratkan tangannya sekaligus mengendusi aroma tubuh yang selalu membuatnya kecanduan.


Gerakan Jordan jadi terbatas, tapi sedikitpun ia tidak merasa kesal. Awalnya hanya pelukan dan kini berakhir dengan nemplok di punggung. hauphh....Rara seperti koala dengan kakinya melilit kuat di pinggang dan juga tangannya memeluk erat leher suaminya dari belakang.


"Oppa saranghae. " Ucap Rara seraya meniupi telinga Jordan membuat empunya terkekeh geli. "Tiba-tiba? kesambet apa?" Jordan menoleh dan mencium sekilas pipi istrinya.


"Apa harus dalam rangka tertentu, hmm?.muachh.." Ucap Rara seraya membalas kecupan itu

__ADS_1


"Kamu kayak anak kecil aja. Inget! anaknya aja udah pecicilan."


"Kan sama suami sendiri, beda cerita kalo sama suami orang! "Ucap Rara kesal. Ia hanya ingin bermanja-manja tapi Jordan tidak peka sekali.


tak...


Sontak saja Jordan meletakkan spatula nya kemudian membalikkan tubuh Rara ke depan. Cepat sekali hingga Rara hanya bisa pasrah saja.


"Coba bilang lagi? seujung kuku pun nggak ...."


"ih emosian, kan itu cuma perumpamaan." Rara menyela seraya memutar bola matanya malas. Hal sepele saja bisa di perpanjang, tapi inilah yang membuat biduk rumah tangga mereka terjaga hingga sekarang. Bukan karena ingin memperbesar masalah, itu adalah bukti jika mereka selalu saling peduli.


"Apa dia benar-benar istriku?"


.


.


.

__ADS_1


Setelah drama itu, mereka kini sudah berada di ruang santai seraya menikmati sebuah film romantis. Jordan menjadikan paha Rara sebagai bantalnya, sementara itu ia menikmati usapan-usapan pelan di kepalanya.


"Kak, aku juga mau liburan dong. tuh kayak di film " Kode keras dari Rara membuat Jordan membuka matanya seketika. Setelah di pikir-pikir, Jordan memang jarang mengajak Rara refreshing karena ia sangat sibuk.


Terakhir kali Jordan mengajaknya ke pasar malam. Itu pun jika Rara tidak menyusul ke kantor mungkin saja acara jalan-jalan itu pasti gagal. Padahal hanya pergi ke pasar malam, dan Jordan asyik berkencan dengan pekerjaannya. Hingga Cheryl menangis, barulah pria itu menuruti.


"Maaf sayang, aku terlalu sibuk ya?"


"Aku ngerti kok. Tapi jangan lupa kalau kami juga membutuhkan waktumu." Ucap Rara pelan.


Rara sedang tidak mencoba untuk mengulik semua yang sudah-sudah. Tapi waktu tidak bisa terulang kembali, dan Rara tidak mau suatu saat nanti Jordan jadi lupa jika keluarganya di rumah selalu menunggunya.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2