
“ Jo, boleh aku bertanya?” Tanya Rara pelan.
“Hm? tanya apa?”
“Janji dulu kamu mau jujur.” Rara menatap sendu wajah tampan itu dari samping, sejujurnya ia merasa banyak sekali rahasia dalam diri pria itu yang membuatnya penasaran dan juga takut. “Apa kamu masih meragukanku?” Jordan menoleh sekilas seraya menyugar rambutnya lalu kembali fokus menyetir.
“Jawab dulu, jangan malah balik nanya.” Ketus Rara.
“Okay, kamu mau tanya apa?”Jawab Jordan melemah. Sesulit itu berhadapan dengan wanita, padahal Jordan menjawab apa adanya tapi malah kena semprot juga. Ia memejam sejenak, butuh kesabaran penuh menghadapi kekasihnya yang sejatinya tidak bisa di bentak sedikit pun.
“ Tentang kamu, semuanya.” Detik selanjutnya keduanya saling bertatapan, saat berhenti di lampu merah sebuah lagu terputar mengisi keheningan keduanya.
Tanpa kau tahu perasaanku padamu
Sendiri ku berharap
Memberi kasih walau tak kembali
I maybe not yours and you’re not mine
But I’ll be there for you when you need me
It is only me, Believe me girl it’s only me
Yeah it’s only me
__ADS_1
I will always be the one who pull you up
When everybody push you down
And it’s only me, Believe me girl it’s only me
Yeah, it’s only me
Only Me By Kaleb_J
Deg… perasaan aneh apa ini? Jordan sadar sebaik apapun ia menutupi, suatu saat nanti juga pasti akan terkuak kebenarannya. Pria itu sudah mempersiapkan diri jika suatu saat nanti Rara mempertanyakan hal ini.
“Aku? Jordan Ravindra….. manusia tampan sejagat Nusantara tidak ada duanya dan hanya milik Rara seorang.” Demi apapun Rara kesal mendengar jawabannya, hingga ia mendaratkan cubitan amat kecil tepat pada kacang almond di dada bidang pria itu.
“Aku serius ih. Perubahan matamu, caramu berpindah tempat, dan kebiasaanmu yang suka endus-endus. Jangan-jangan kamu anjing jadi-jadian?” Ucap Rara dengan ekspresi wajah yang aneh, Jordan hanya terkekeh mendengar penjelasannya. Memang tidak salah jika Rara berpikir seperti itu, karena anjing dan serigala itu satu spesies.
“A…ku.” Jordan bingung bagaimana menjelaskannya, ia takut kalau Rara justru takut dan menjauhinya. Mampukah Rara menerima keadaannya yang spesial itu? pikir Jordan berulang kali.
Ciittt….
“Panjang ceritanya, kalau aku cerita sekarang gak cukup waktunya, Ra. Kita cari waktu yang pas ya……aku akan jawab semua pertanyaanmu tanpa terkecuali. Aku gak berniat sembunyikan apapun darimu.” Jelas Jordan saat mobilnya sudah berhenti depan kos Rara. Rara mengedipkan matanya beberapa kali, merasa tidak puas karena bukan itu jawaban yang di inginkannya.
“ Tapi aku ma…empphh.” Gemas sekali dengan Rara, Jordan pun membungkam mulutnya dengan kecupan singkat.
“Aku bel…emph.” Kecupan itu mendarat lagi.
__ADS_1
“Jo, jangan nak…..empph.” Belum tuntas kecupan ketiga kalinya mendarat di bibir mungil Rara membuatnya memerah. Begini lah cara ampuh yang Jordan lakukan untuk membuat kekasihnya itu tidak berkutik. Meski ia harus menerima beberapa pukulan gemas dari tangan mungilnya.
“ Jo…Jo..Jo, kamu gak ada romantisnya, Ra. Panggil kak, atau sayang gitu kek.” Ucap Jordan gemas mengacak rambut Rara.
“Gak mau….weekkkkk.” Rara menjulurkan lidahnya mengejek pria itu yang menatapnya datar, kemudian keluar mobil. Jika begini, apa mungkin Jordan kini menyesali keputusannya karena menjerat Rara jadi kekasihnya, lihat saja konyolnya gadis itu. Sabar….sabar… batin pria itu seraya mengusap dadanya menatap punggung Rara yang kian menghilang.
Tik…tik…tik… Jordan mengirim pesan teks ke Rara.
...****...
Aku udah transfer, besok pulang naik pesawat ya…aku antar ke bandaranya. -Jordan
Makasih. - Rara
...****...
“Udah? makasih doang? ......dasar cewek kaku, ck.” Gumam Jordan gemas, jika biasanya sebutan kaku itu untuk pria namun kini sebaliknya. Tidak tahu saja ia kalau Rara tengah di buat melongo dengan jumlah uang yang masuk ke rekeningnya. Baru kerja seminggu, Rara sudah mendapatkan 100 jetong.
Bahkan seminggu itu pun tidak bisa di sebut bekerja, karena Jordan tidak memberinya banyak hal. Lagi pula memang tujuan utama Jordan hanya agar Rara dekat dengannya, bukan untuk bekerja sesungguhnya.
.
.
tbc.
__ADS_1