Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
BAB. 48 Lebah VS Ayah Mertua


__ADS_3

“WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH.”


Jordan berteriak seraya berlari terbirit-birit di belakang pak Winarto dengan jarak cukup jauh.


“AYAH TOLOOONGGGG!! MEREKA MENGEJARKU…AAHHHHH!!!”


“Apa? Siapa yang kejar?” Pak Winarto membola kala melihat rombongan hewan bersayap dengan suara mendengung mengejar Jordan.


Dengan sigap pak Winarto pun segera mengeluarkan korek api dan membakar kardus yang ia buat duduk tadi. Ketika asap sudah mengepul, pak Winarto mengibaskan ke sekeliling tubuh Jordan yang terduduk di tanah pinggir sawah itu. Hebatnya, para lebah itu langsung menyebar dan pergi menjauh.


Haaahhhhhhh mengerikan…..


Peluh mengalir di seluruh permukaan wajah Jordan yang sudah tampak acak-acakan, beruntungnya ia tida di sengat hewan tersebut. Kasihan sekali, pak Winarto pun mengulurkan tangannya ingin membantu calon menantunya itu. Jordan hendak meraih tangan kekar itu, sialnya saat baru mau berdiri celana nya tersangkut akar pohon hingga membuatnya terjungkal ke belakang.


Byuuurrr….


Nasib malang, Jordan kini nyemplung di selokan pinggir sawah yang airnya cukup dalam. “Ya Tuhan, susahnya mendapatkan istri.” Keluh Jordan dalam hati dan kini malah tertawa sumbang. “Hahaha…hati-hati nak, kau ini kenapa?” Gelak tawa mengiringi keduanya, bahkan sang korban pun turut tertawa lepas meratapi nasibnya yang amat lucu.


...❀❀❀❀...


Sesampainya di rumah, Ibu Ayu terkejut melihat penampilan Jordan. Wajah dan sekujur tubuh basah penuh lumpur persis seperti kerbau kecebur sawah, dan kedua tangannya penuh menenteng ikan dan peralatan yang di bawa tadi.


“Ya ampun nak, ini kenapa kok bisa begini?.” Tanya ibu Ayu sangat cemas hingga tak sadar segera berlari ke halaman rumah.

__ADS_1


“Hehe…bu saya dapat ikan banyak.” Dengan bangga Jordan memamerkan satu renteng ikan kecil dan besar hasil memancing seraya tersenyum menampilkan gigi putihnya.


“Kasih ke ibu, cepat masuk dan mandi takutnya malah masuk angin. Rara ada di dalam, kalau butuh apa-apa minta ke anak itu ya.”


Jelas ibu Ayu seraya menatap tajam pak Winarto yang tampilannya tampak baik-baik saja. Namun, ayah Rara hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti, padahal beliau lah satu-satunya saksi kejadian yang menimpa Jordan.


Setelah Jordan masuk ibu Ayu tampak memarahi pak Winarto di halaman depan rumah.


“iiiihhhh, siapa om gembel ini ? bau...” Sindir Diko adik Rara yang sedang duduk di ruang keluarga. Jordan hanya diam saja karena ia bingung harus kemana mencari Rara.


“Bisa tolong panggilkan kakakmu, adik manis.” Pinta Jordan.


“Mba Raraaaaaaaa……… di cari sama om gembel tuh.” Teriak Diko seraya menutup hidungnya. Kurang ajar sekali bocah kecil itu, jika saja bukan adik Rara pasti sudah di ajak adu tinju oleh Jordan. Tak berselang lama Rara pun muncul dari arah kamarnya dan masih dengan handuk melilit di kepalanya.


“Kamu siapa?” Rara sangat asing dengan orang yang di depannya itu hingga beberapa detik kemudian baru mengenalinya. “Ya ampun sayang, ini beneran kamu? Kok bisa begini?” Rara mendekati Jordan yang masih berdiri dan tampak memelas sekali.


“Di mana kamar mandinya? Kamu jangan dekat-dekat nanti kotor!!.” Ucap Jordan melarang Rara yang hendak menyentuh tangannya. Rara pun menuntun Jordan ke kamar mandi lalu menyiapkan pakaian ayahnya untuk di pakai Jordan.


Selesai mandi, Jordan pun masuk ke kamar Rara untuk berganti baju. Pria itu mengetuk pintu, takut saja jika Rara belum mempersiapkan diri.


“Sudah? Ini bajunya ya, pakai punya ayah.”


"emmmm." Jordan hanya mengangguk pelan.

__ADS_1



Mata Rara berbinar menatap tubuh atletis Jordan yang hanya berbalut handuk bagian pinggang ke bawah, wajah tampan khas habis mandi itu membuat Rara terpana. Gleg… Rara segera memalingkan wajahnya yang sudah memerah. Gantengnya…gak kuat aku, duh jantungku. Batin Rara dan Jordan hanya tersenyum tipis.


Rara ingin segera berlalu karena jika berlama-lama maka sesuatu akan meledak. Saat Rara hendak berjalan melewati Jordan, pria itu menghadang dan membuat Rara menabrak tubuhnya. Sontak Rara menoleh ke depan dan wajahnya kini menempel di dada bidang pria itu. Aroma wangi sabun mandi itu membuat Rara semakin salah tingkah. Ketika mendongak, Rara melihat jakun milik Jordan yang naik turun membuatnya makin resah.


“Kenapa, hmm?” bisik Jordan.


“Awas, aku mau keluar.” Hendak menyingkir, tiba-tiba satu tangan Rara di tarik Jordan dan di arahkan ke perut kotak-kotak pria itu.


“Bukannya kamu penasaran? Sentuh semaumu…sayangku.” Bisik Jordan di telinga Rara dengan nada sensual. Sontak Rara pun memerah, dan segera menarik tangannya. Gadis itu berlari keluar kamar dengan menutupi wajahnya yang sudah memerah.


“Aaahhhhh.” Pekik Rara dan Jordan pun hanya terkekeh melihat Rara tersipu malu. Setelah Rara berhasil melarikan diri, ibu Ayu mendapati putrinya bertingkah aneh dengan wajahnya yang bersemu merah.


“Kamu kenapa Ra?” tanya ibu Ayu.


“Tidak apa-apa bu hehe.” Rara menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan segera berlalu.


.


.


.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2