
...HAPPY READING!! 😊😊😊...
7 PM, ruang makan.
“Menginaplah beberapa hari!!.”
Uhuk..
JDERRRR......bak sambaran petir, Jordan kini tegang dan berpikir keras, salah langkah ia bisa saja masuk lubang sumur. Suasana meja makan itu menjadi tegang saat pak Winarto membuka suara, membuat Jordan bukan main terkejut hingga tersedak makanan yang sedang ia kunyah.
“ini minum.” Rara menyodorkan segelas air kepada Jordan. Jujur saja Rara makin khawatir jika ayahnya berbuat macam-macam seperti hari ini. Tidak ada maksud berpikir buruk, tapi memang ayahnya itu sedikit keterlaluan.
“Tunjukkan kesungguhanmu nak, jika tidak kuat kau boleh mundur.” Tegas pak Winarto.
“Ayah ....sudah. Kita nikmati dulu makannya, oh iya ini ikan hasil pancingan tadi coba di cicipi nak, tadi Rara yang masak loh.” Suara lembut ibu Ayu memang selalu menenangkan di kala Jordan selalu merasa tertohok akibat ucapan suaminya.
Jordan merasa terharu kala tangan sang ibunda mengambilkan beberapa potong ikan ke piringnya, entahlah mungkin Jordan merindukan kasih sayang sosok ibu hingga hampir saja matanya berkaca-kaca.
“Didi juga mau bu.” Rengek Diko merasa cemburu kala perhatian sang ibu malah tertuju pada orang asing di depannya. Sejujurnya, Jordan juga tidak ingin bersaing dengan anak berusia 7 tahun itu, tapi kehangatan ibu Ayu membuatnya sangat nyaman dan tenang.
“Terimakasih bu.” Ucap Jordan lirih.
__ADS_1
.
.
Tubuh Jordan sudah merasa lelah sebenarnya, tapi matanya tidak mau memejam. Pria itu menatap langit-langit kamar tamu yang di tempatinya. Membayangkan kembali sosok ibu Ayu dengan segala kasih sayangnya.
KILAS BALIK…
1 jam lalu seusai makan malam, ibu Ayu menghampiri Jordan di kamar tamu seraya membawa segelas susu hangat.
“Maaf ya nak kalau ayah Rara sedikit keras. Ibu tidak tega melihatmu seperti ini, tapi beliau begitu karena kasih sayangnya pada Rara sangat besar. Saat berumur 7 tahun, Rara mengalami musibah yang akhirnya merenggut nyawa putri kedua kami. Kejadian itu membuat Rara terluka dan meninggalkan trauma berat pada dirinya."
"...... "
😢😢
“Bu…jangan di teruskan kalau itu menyakitkan.” Jordan berusaha menenangkan ibu Ayu dengan menggenggam tangannya ketika keduanya duduk si tepi kasur. Hatinya ikut tersayat merasakan kesedihan mendalam pada sosok ibu penyayang itu.
“Tidak, kamu harus tau nak. Rara memiliki phobia terhadap anjing, itu karena…… dulu kedua putri ibu pernah di sekap oleh seorang psikopat gila. Saat itu, mereka hendak melarikan diri dan Rara berusaha melindungi Devi adiknya. Sayangnya usahanya gagal hingga Devi lah yang terkena ledakan bom hingga tubuhnya hancur lebur.” Ucap ibu Ayu seraya mengusap ujung matanya pelan.
“Bu….saya mohon..” Jordan berucap selembut itu dengan tatapan sayu.
__ADS_1
“….tidak jauh dari pandangan Rara, pria psikopat itu melepas beberapa anjing pemburu untuk mengejarnya dan beberapa hewan itu di biarkan untuk menikmati tubuh Devi yang sudah remuk. Itu lah kenapa…hikss…huuuuhuuu.” Tangis ibu Ayu akhirnya meledak di kamar tamu yang di tempati Jordan untuk sementara waktu.
Beberapa waktu lalu, Jordan tertegun kala ibu Ayu menghampirinya dengan tujuan ingin menyampaikan hal penting. Inikah hal penting itu?, sangat menyesakkan dan menusuk di dada Jordan. Bahkan pria seperti Jordan pun meneteskan air matanya, padahal ia sangat jarang menangis dan bisa di hitung jari jika dirinya pernah begitu.
“Saya akan menyayangi dan mencintai Rara dengan segenap jiwa. Rara adalah wanita yang baik dan juga penyayang, Ibu dan ayah bisa melihat dan memantau pembuktian dari ucapan saya. Jadi, ibu jangan khawatir.” Jordan memeluk ibu Ayu yang bergetar dari samping seraya menenangkannya.
KILAS BALIK END…..
.
.
Beberapa saat Jordan melamun, hingga tak sadar butiran bening menetes dari sudur matanya. Bibirnya bergetar dan matanya memerah mengingat ucapan calon ibu mertuanya tadi. Jordan jadi merasa bersalah mengingat Rara kini terlibat dengan semua masalahnya, padahal hidup gadis itu sudah sangat berat.
Sniff…sniff… pria itu menutup mata dengan sebelah tangannya, sejak tadi ia rebahan di atas kasur dengan perasaan kian berkecamuk mengingat beberapa hal. Tidak percaya jika dirinya menjadi cengeng malam itu.
.
.
.
__ADS_1
tbc.