Terjerat Serigala Tampan

Terjerat Serigala Tampan
Extra part 1


__ADS_3

"Ma.....napa? mammm...a."


Gadis kecil itu menggoyang tubuh sang mama yang terbaring lemah di atas kasur. Saat ini, Rara tengah demam tinggi akibat kelelahan yang membuat tubuhnya tumbang. Seharian sudah Rara berbaring dan di temani Cheryl yang setia menemaninya, so sweet .


Cheryl hanyalah gadis kecil yang memiliki hati begitu lembut. Seperti saat ini, mungkin niat baiknya adalah ingin membantu mamanya agar cepat sembuh.


Sejak tadi, Cheryl sibuk membawakan segelas air, biskuit yang ternyata bekas gigitannya sendiri, bahkan handuk mandi yang di basahi untuk mengompres kening Rara. Entah dari mana ilmunya, Cheryl memang sudah sepintar itu.


Bermodalkan alat medis mainan miliknya, gadis kecil itu menjadikan Rara sebagai pasiennya. "ma ...ana atit?" Ucapnya tidak jelas. "Nak ini apa, ya ampun."Sekuat tenaga Rara berucap di saat kepalanya sakit luar biasa.


Tanpa di duga, putrinya itu malah membuat kamar seperti kapal pecah. Belum lagi, handuk di kening Rara yang begitu basah hingga menetes-netes karena tidak di peras dulu. Kebetulan bi Miri dan pengurus rumah yang lain sedang cuti tahunan, jadi tidak ada yang bisa Rara perbuat saat ini.


Terbukti sudah jika keusilan Jordan benar-benar di turunkan kepada putrinya. "Sayang, ini mama kamu apain sih?" Ucap Rara menganga dengan perubahan tubuhnya yang menjadi aneh.


Semua mainan berserakan di atas kasur dan lantai. Belum lagi beberapa coretan spidol di beberapa bagian tubuh Rara hingga menyerupai sisik ular. Ingin rasanya berteriak, sayangnya berucap saja sudah sangat sulit.


"mamma...anas." Cheryl kembali menggerayangi tubuh Rara. Terserah saja, ia sudah pasrah. Kemana perginya Jordan tadi? Rara sudah menghubungi sejak 1 jam yang lalu, tapi belum muncul juga batang hidungnya.


"Kak, cepatlah pulang." dalam hati Rara berteriak. Putrinya benar-benar aktif luar biasa dan Rara sedang tidak sanggup. Jika biasanya Rara mampu dalam keadaan sehat dan bugar, namun berbeda kali ini.


Waktu pun terus berjalan, hingga tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara, namun kesadaran Rara semakin menghilang.


"Sayang? Rara apa yang di rasa? maaf aku telat." Ucap Jordan yang hanya sedikit terdengar tanpa mampu Rara menjawabnya.

__ADS_1


.


.


.


Beberapa jam kemudian....


Rara mengerjapkan matanya pelan dan mengedar ke seluruh ruangan. Keadaan kamar juga sudah berubah bak di sulap kembali seperti semula. Syukurlah, masih di tempat yang sama. Bedanya, terpasang selang infus di tangan Rara .


Sesuatu terasa berat saat Rara hendak menggerakkan tubuhnya, dan pelakunya adalah Jordan yang kini sudah terlelap di sampingnya seraya memeluk erat.


"Sayang."


"Ra? mana yang sakit? masih panas atau pusing? atau haus, biar ku ambilin kalo gitu."


"Satu-satu kak. Aku udah mendingan, Cheryl mana?"


Bagaimana pun keadaannya tetap Cheryl yang menang. Padahal beberapa saat lalu Jordan di buat panik kala ulah putrinya yang membuat seisi kamar seperti di bom nuklir. Apalagi penampakan Rara yang seperti korban buli oleh anaknya sendiri.


"ikut mommy, kamu masih sakit jadi jangan dekat-dekat Cheryl dulu ya."


Rara pun mengangguk paham karena ia juga tidak mau menularkan penyakitnya. "Kata dokter aku sakit apa?" tanya Rara serius.

__ADS_1


"Kamu kelelahan dan juga flu ringan. Lain kali kalau capek jangan di pendam sendiri Ra, berbagi tugas sama aku bisa kok. Dokter bilang kamu juga sedikit stress."


"Bisa gimana? kamu kan sibuk."


"Ya bisa. Cheryl aku bawa aja ke kantor." Jordan mengusap pelan pipi Rara. Ia jadi menyesal karena akhir-akhir ini tidak memperhatikan istrinya. Jika saja rasa sakit itu bisa di transfer maka Jordan sangat rela menerimanya.


"Jangan aneh-aneh deh, nanti kamu kerepotan."


"Mana ada yang repot buat keluarga sendiri." Tanpa Ragu Jordan mengecup bibir pucat Rara, membuat empunya terkejut hingga sedikit menjauh. "Aku lagi sakit, nanti kalau tertular gimana?" Ucap Rara seraya menutup mulutnya.


"Nggak masalah. Biar sama-sama ngerasain."


.


.


.


-To Be Continued-


Sebagai ucapan terimakasih, othor kasih bonus part ya. Btw, maaf kalau sedikit telat hehe...😁😁


ini othor nyicil dulu😁✌️

__ADS_1


__ADS_2