
Beberapa jam lalu….
“Sial!! Siapa mereka Max?.”
“Tidak tahu, mereka gila!!”
Keputusan Maxton melewati jalan berbeda malam ini sangat salah. Jalurnya lebih sepi dan juga jauh. Sama sekali tidak mengira jika mereka akan di buntuti oleh segerombolan mobil hitam di belakangnya. Maxton melaju super cepat, namun masih terkejar dan para penguntit itu berhasil menghimpit.
Braakk…
Sama seperti beberapa saat lalu, mobil Jordan di hantam berkali-kali hingga terpojok ke pembatas jalan. Belum lagi, tebing yang amat curam mengelilingi jalan tersebut.
Brakk….
Hantaman kembali terjadi menghasilkan percikan api akibat gesekan pada pembatas jalan saat mobil Jordan masih melaju. ”Cepat!! tancap gas, Max!! Jordan jadi panik, kenyataan jika 4 lawan satu membuat dua pria itu kalang kabut. Salah satu kaca mobil terbuka, dan senjata api di arahkan ke mobil Jordan.
Dorr….dorr…
”Tiarap!!” pekik Maxton seraya berusaha mengendalikan mobilnya. Semakin mencekam dan jalanan sepi itu seakan memperlihatkan jika maut sudah di depan mata.
Dor…dor…
brakk…brakk...
Habis sudah, tidak ada senjata apapun dan sialnya kekuatan Jordan mati saat ini, entah apa penyebabnya.“Kenapa nggak bisa? *****!!” Umpat Jordan kesal pada tangannya.
“Aaaaakhhhhhhhhh!!”
__ADS_1
Srrakkk…..brughh….
Terlambat, mobil Jordan sudah sedikit remuk dan di luar kendali. Maxton tidak bisa mencegahnya dan pada hantaman terakhir mobil mereka terguling hingga jatuh terperosok ke dalam tebing. “Mereka mati?” tanya salah satunya.
“Tunggu, jangan pergi sebelum pastikan mereka benar-benar lenyap.” Seringai licik muncul di salah satu wajah para penguntit itu.
Mobil berhenti dan salah satu dari mereka keluar untuk memastikan. Tidak ada cahaya dan sangat gelap di bawah sana. Mata pria itu pun menyipit kala ada kilatan cahaya dan yang terjadi selanjutnya ….
DUUUAAARRRRRRRRR...!!
Ledakan terjadi di sertai suara dentuman yang amat kuat. Api menyala hingga menyembul ke atas, siapapun yang berada di mobil itu tidak mungkin selamat, pikir pria jahat itu.
"Mission complete.”
...🍃🍃🍃🍃...
Keesokan harinya…..
“Nyonya, tolong makanlah sedikit. Anda belum makan apapun sejak pagi.” Bujuk bi Miri. Rara menatap sayu hingga tak terasa butiran bening itu kembali jatuh. Rara menunduk seraya mengusap kedua matanya membuat wanita paruh baya itu tidak tahan untuk memeluknya.
“Tuan pasti baik-baik saja.” Ucap bi Miri seraya mengusap kepala Rara. Tidak bermaksud lancang, tapi sentuhan itu akan sedikit membuat Rara tenang. Tubuh itu bergetar dan kembali meraung dalam pelukan bi Miri.
“Rara!!”
Suara mama Nindi menggelegar di seluruh ruangan hingga Rara pun terkesiap. Wanita cantik yang sudah tidak muda lagi itu pun mendekat ke arah Rara dan kini mengambil alih.
Drrtt….drttt..
__ADS_1
Secepat mungkin Rara meraih ponselnya. Sebuah pesan teks dan foto masuk membuat Rara seketika menjadi lemas.
He’s died..
Begitulah isi pesan tadi, dan yang membuat Rara terkejut adalah foto tersebut. Darahnya runtuh seketika hingga benda itu pun lepas dari tangan dan tubuhnya ikut melemah.
“Rara/Nyonya.”
.
.
.
“Mobilnya benar-benar hancur, tapi tidak ada orang di dalamnya.” Jelas polisi pada Axel dan Brody.
Berdasarkan sinyal terakhir, pencarian itu membuahkan hasil meski tidak sepenuhnya berhasil. Anehnya, bagaimana bisa tidak di temukan keberadaan dua pria itu? jika memang benar, kemungkinan mereka selamat lebih besar.
“Masih ada harapan.” Brody menghela napas pelan seraya mengelus dadanya.
“Ku kerahkan seluruh tenagaku. Suruh semua pasukanmu, kita harus menemukan Jordan secepatnya.” Tegas Victon yang sejak tadi juga berada si lokasi kejadian. Victon jadi menyesal karena kemarin mengejek Jordan habis-habisan. Jika tahu akan begini, Victon tidak akan sepuas itu kemarin.
“Gue nggak akan maafin lo kalau sampai balik dalam keadaan nggak hidup.” Mulutnya mungkin tengah memaki Jordan tapi hatinya sedang terkoyak saat ini. Hancur sudah hati pria yang terkenal keras kepala itu.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.