
“Beliin ya…ya?” Rara mengerjapkan matanya dengan ekspresi yang di buat seimut mungkin. Sepertinya keinginan sang kekasih tak mampu di tolak. “ No!! aku takut kamu sakit perut nanti.” Terdengar lebay memang, tapi tidak sepenuhnya salah. Jordan hanya takut jika Rara sakit itu saja.
“Ya udah aku lompat sekarang nih.”
Ciittttt… “Woy !! dasar beg*o nyetir pake mata tol*ol !!” Teriakan salah satu pengguna jalan terdengar saat tiba-tiba Jordan menginjak rem mobilnya mendadak, Jordan pun menepi karena tidak ingin menyebabkan kecelakaan di jalan.
“Jangan bercanda Ra!!” Demi apapun kekasihnya menyebalkan sekali saat ini. Jordan mengacak rambutnya dan masih menatap ke depan. Saat menoleh, Jordan tak menyangka akan menerima kejutan dimana Rara tiba-tiba menciumnya.
“Ra…emmmpphh.”
Bukan di pipi, melainkan di bibir. Belum lagi tangan Rara yang terulur menarik tengkuk leher Jordan hingga permainan bibir itu semakin menantang nyali. Baru saja Jordan ingin membalas, Rara malah menyudahinya meninggalkan Jordan dalam perasaan yang tak menentu.
“Berani mulai maka harus di tuntasin!!.” Ucap Jordan dingin.
Jordan yang melihat Rara membenarkan duduk dan pakaiannya seolah-olah tak terjadi apa-apa, malah membuatnya kesal. Hingga tak menyadari tangannya menarik tangan Rara agar mendekat. Sialnya, sabuk pengaman mereka masih terpasang rapi dan aksinya menjadi gagal total.
“Jangan mesum!! Ini di pinggir jalan, nggak lucu kan kalo kita ketangkep basah sama polisi??” Dengan senyum yang mengejek Rara menatap Jordan yang sedang menautkan alisnya lengkap dengan ekspresi kesalnya.
“Kamu yang mulai. Tanggung jawab nggak?!!” Ucap Jordan dengan sedikit menekan.
“Putar balik dulu dan beliin aku cimol tadi. Nanti ku kasih hadiah.” Bisik Rara seraya meniup wajah Jordan yang amat lucu itu.
Fyuuuuhhh……
“Dia menggodaku sekarang*?”
__ADS_1
Heran sekali, Rara hanya begitu saja Jordan benar-benar tergoda. Mau tidak mau Jordan pun mengikuti kemauan ratunya. Dalam hati Rara bersorak riang saat berhasil membujuk Jordan dan kini tiba di tukang cimol.
“Kamu di sini aja ya. Biar aku turun sendiri.” Ucap Rara santai seraya melepas sabuknya.
“Aku ikut.”
“Nggak usah, aku belinya di bungkus kok.” Dengan senyum manisnya, sesegera mungkin Rara segera keluar padahal Jordan belum selesai dengan kata-katanya. “Dia makin berani sekarang. Sial gue suka.” Jordan menyugar rambutnya dan sorot matanya tak lepas memantau Rara yang kini sedang bercengkrama dengan penjual cimol.
Belum apa-apa Jordan kembali mendelik melihat pria muda yang berusaha mendekati Rara.
Tidak tahu pasti apa yang di bicarakannya, namun sesekali Jordan melihat pria itu memegang pundak Rara dan selalu di tepis. Jordan semakin memanas dan ia pun keluar untuk menghampiri Rara.
“Resiko punya kekasih cantik, banyak banget godaannya.”
Jordan berjalan lengkap dengan efek slow motion dan tangan di saku celana, mirip sekali dengan tokoh film yang tengah tebar pesona. Lebih lengkap lagi jika ada pengiring musik dan daun yang berjatuhan. Sengaja ia begitu, untuk menunjukkan jika tidak ada yang bisa menyaingi Jordan yang paripurna ini.
Jleb.. Pria itu bak di tusuk tombak panjang mendengar penuturan Jordan barusan. “Maaf saya lancang!!” Pria itu pun melenggang pergi, ia sadar jika dirinya tidak sebanding dengan Jordan yang dari segi penampilan saja sudah wow.
Rara melihat itu sangat lucu. Kecemburuan Jordan malah membuat Rara semakin ingin menggodanya. “Kenapa begitu tatapannya? Sabar ya, ini bentar lagi matang my honey.” Rara mengacak pucuk rambut Jordan layaknya anak kecil. Lebih lucunya ketika wajah Jordan memerah hanya dengan di perlakukan begitu oleh Rara. Sejujurnya Rara berhasil membuat Jordan luluh, hingga ia kini bersusah payah menahan senyummannya.
“Kak Rara ya?” Seorang gadis dengan seragam SMA tiba-tiba mendekati Rara. Rara pun tersenyum dan mengangguk pelan.
“Oh my god, cantik banget! Guys sini deh.” Ajak gadis itu yang juga sedang mengantri membeli cimol. Di ikuti rombongan siswi lain, dan mereka menatap kagum Rara.
“Aaaaaaaa….kak boleh minta foto bareng nggak? Aku ngefans banget sama kakak.” Rara melirik Jordan yang masih berdiri di sampingnya dan kehadirannya tidak dianggap oleh gadis-gadis itu.
__ADS_1
“Boleh, kemarilah.” Ucap Rara dengan senyum manisnya.
Mereka berkerumun hingga Jordan tersingkir dan di asingkan. “My popular girlfriend.” Jordan tidak cemburu dengan tingkah gadis-gadis itu, malah ia senang melihat Rara yang di sukai banyak orang.
“Sayang udah belum?” Jordan menghampiri Rara lagi.
“ Sebentar ini belum di bayar.” Rara hendak mengeluarkan dompet namun Jordan menghalangi.
“Berhubung aku lagi bahagia, sekalian kalian ku traktir.” Jordan menatap gadis-gadis yang belum pergi dan sekarang mamatung. Beberapa lembar uang berwarna merah pun ia berikan pada gadis-gadis itu dan di terima dengan senang hati. “Nih, beli sesuka kalian kita pamit dulu ya adik-adik.” Jordan mengusap pipi Rara sekilas lalu menggandengnya pergi.
“Wow itu kak Jordan kan? gilllsss.”
“Aaaaaaa .... dia sweet banget!.”
“ wuihhh duitnya ketularan wangi nih.” Ucap gadis itu seraya menciumi uang pemberian Jordan tadi.
“Guys, pesta kita.”
“Yeay.”
Begitulah sorak riang dari beberapa gadis itu.
.
.
__ADS_1
.
to be continued.