
Di sebuah bar..
"Jangan bertele-tele. Katakan apa maumu?"
Jika saja bukan hal mendesak, Jordan tidak akan menginjakkan kakinya di tempat ini lagi. Sejak dulu Jordan bukanlah pria macam-macam seperti yang kebanyakan orang kira. Sekalipun pernah, itu karena kondisinya sedang terpuruk.
Jordan rela meninggalkan malam hangatnya bersama sang istri. Ia sungguh akan murka jika Aiden hanya mempermainkannya saja. Wajah terlihat lebih cerah dan badan lebih berisi, penampilan Aiden cukup membingungkan untuk seseorang yang baru bebas dari tahanan. Dalam sebulan saja pria itu sangat berbeda.
"Kau tidak terkejut, heh? Mengesankan."
"Cih." Jordan hanya berdecih mendengar bualannya.
"Menjauhlah dari Rara." Ucap Aiden dengan gamblangnya.
Kalimat itu membuat sorot mata tajam Jordan menatap Aiden yang juga berwajah serius. Bisa di bilang pria itu saingan Jordan. Namun, Jordan sudah menang banyak dalam segala hal. Percuma saja jika Aiden melakukan hal yang sia-sia menurut Jordan. Pembicaraan ini sudah menuju pada ranah tidak penting menurut Jordan, hingga ia pun ingin segera pergi saja.
"Tunggu! aku serius. Aku di ancam, tidak tahu siapa Mr. M itu. Jika kau sangat mencintai Rara harusnya sadar jika posisimu akan membahayakan nyawanya." Tatapan mata Aiden tampak jujur membuat Jordan bimbang.
"Urus dirimu sendiri daripada sibuk ngurus kehidupan orang lain."
"Kau!!”
“Aku punya caraku sendiri untuk melindungi ISTRIKU, jadi enyahlah!!”
Kata ‘istriku’ sengaja di tekankan, dan tentu saja itu berhasil membuat Aiden meremang. Tanpa di jelaskan pun Aiden tahu status dirinya, menyebalkan sekali.
.
__ADS_1
.
Wusshhhh....
bugh....bugh...bugh...
Pukulan tanpa teknik itu kembali menghantam samsak yang mengangguk-angguk akibat serangan Jordan. Malam hampir fajar, tapi ia memang tidak berniat untuk pulang di saat suasana hatinya yang tidak baik-baik saja. Peluh kini membanjiri wajah dan tubuhnya yang setengah terbungkus. Ternyata hampir 30 menit Jordan begini, tempo dan kuatnya pukulan itu menandakan jika amarah pria itu berada di puncak tertinggi.
"Sialan!! Aaaaaaakhhh..!!
bugh...bugh..
"Rara....haaahhhhh." Napasnya semakin berat dan terengah-engah. Jordan berhenti sejenak seraya menenggak air mineralnya.
.
.
Konferensi pers.
Jam tidur Jordan jadi tidak teratur selama beberapa hari. Terlihat jelas dari garis hitam di sekeliling matanya, walaupun wajahnya kacau namun tidak memudarkan ketampanannya.
Cekrek...cekrek...
Kilatan cahaya dari kamera para wartawan semakin memecah dan Jordan menjadi tokoh utama saat ini. Tidak ada yang tahu kenapa sang bintang melakukan pers dadakan seperti ini. Itulah sebabnya berita ini tidak bisa di abaikan begitu saja.
“Sayang, aku udah rapi?” tanya Jordan pada Rara yang sedang merapikan dasinya.
__ADS_1
“Udah.”
Meleleh hati Jordan, lagi-lagi satu kata itu terdengar amat merdu dari mulut Rara. Bahkan Jordan sudah tidak malu lagi mengumbar kemesraan nya di sana. Cup… kecupan singkat tapi pasti itu mendarat di bibir merah Rara. “Manis.” Jordan menoel hidung Rara membuat Rara memerah seketika. Membuat beberapa orang di sana menganga melihat keusilan Jordan pada istrinya.
“Selamat pagi hadirin sekalian yang berbahagia. Saya Ririn selaku moderator di sini dan pagi ini kita di kejutkan oleh pengumuman penting dari salah satu bintang idola tanah air. Mohon semuanya bijak dalam menulis, dan mari kita sambut tokoh utama hari ini, Jordan Ravindra !!.” Ucap sang moderator.
Cekrekk….cekrekkk…cekrekk..
Jordan menunduk dan melambaikan tangannya ke arah benda-benda menyala di ruangan tersebut. Tak lupa senyumnya ia tampilkan hingga membuat beberapa orang di sana memekik tertahan.
“Selamat pagi semuanya. Saya Jordan Ravindra ingin membuat klarifikasi penting. Sebelumnya saya minta maaf jika keputusan saya ini akan menyinggung beberapa pihak, karena ini sudah dipikirkan secara matang dan juga di setujui oleh pihak manajemen saya. Saya ucapkan banyak terimakasih kepada para penggemar atas cinta dan dukungannya selama 7 tahun ini. Pencapaian ini tidak lain berkat kalian semua.” Jelas Jordan.
“Saya, akan mengundurkan diri dari entertainment dan karir saya sebagai model.”
Jderrr…
“Apa yang membuat anda memilih keputusan ini?” Tanya salah satu wartawan di sana.
“Terimakasih. Singkatnya, Saya mempunyai kehidupan baru dan akan fokus pada itu …karena, dia lebih berharga.” Ucap Jordan seraya melirik Rara yang tengah menatapnya kagum.
“ Tidak hanya itu, saya akan memperkenalkan ‘HR Media’ yang merupakan manajemen baru yang saya dirikan. Kedepannya saya akan lebih fokus untuk mencari dan melatih orang-orang berbakat dalam bidang ini dan menjadi wadah serta penyokong kuat untuk mimpi mereka. Sekian terimakasih.”
Waaa…waaaaa…
.
.
__ADS_1
.
-To Be Continued-