Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Ikat Biji


__ADS_3

"Mau ngapain kamu?!"


"Eh, gue mau bantu bukain gaun elo, Nis."


"Nggak usah, nggak perlu! Aku bisa sendiri!"


"Ta-tapi gue—" Mike tidak sempat meneruskan ucapannya karena Manis sudah membanting pintu, masuk ke dalam kamar mandi hotel.


Astaga ... ini gara-gara Carmela! Malam pertamanya sepertinya akan gagal karena ulah wanita itu, kesal Mike dalam hati.


Sebelum mereka masuk ke dalam kamar hotel, Richard dan Donal sudah meledeknya dan berkata kalau dia pasti akan gagal belah duren malam ini, karena istrinya masih kesal dengan kejadian tadi.


Mike tidak menyangka kalau apa yang dikatakan dua sahabat bijinya itu akan benar terjadi.


"Nis...." Mike mengetuk pintu kamar mandi dari luar.


"Kenapa?" sahut Manis dari dalam.


"Gue masuk boleh nggak?"


"Mo ngapain?"


"Gue juga mau bersih-bersih, Nis. Badan gue udah lengket semua ini...," sahut Mike beralasan.


"Ya udah tunggu aku keluar dulu trus kamu masuk."


"Yah ... kok gitu, sih? Kita, kan bisa sama-sama, Nis. Sekalian hemat air juga."


Tidak terdengar sahutan lagi dari dalam kamar mandi yang membuat Mike membuang nafas panjang. Dia yakin kalau Manis pasti masih marah ataupun kesal padanya karena kedatangan wanita beracun tadi.


Sial! Harusnya gue minta security nggak izinin dia masuk. Tapi siapa juga yang nyangka kalo dia bakal dateng?! Sial banget gue...! Gerutu Mike dalam hati.


Pria blasteran itu menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang dengan lemah. Harusnya malam ini adalah malam yang panas dengan penantian panjangnya.


Bahkan bunga-bunga mawar diatas ranjang pun menertawakan dia yang kemungkinan besar akan gagal memasuki ruang kelembutan istrinya.


"Nis ... kok lama banget?" Sudah hampir setengah jam menunggu, wanita itu tidak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.


Mike sudah gundah gulana menunggu Manis sejak tadi di atas ranjang mereka.


"Iya, bentar lagi...," sahut Manis dari dalam.


"Lo ngapain, sih di dalem? Kok lama banget? Gue mau mandi Manis...."


Bunyi pintu dibuka membuat pria itu mundur ke belakang, memberi kesempatan untuk Manis keluar dengan bathrobe-nya.


"Udah?"


"Iya."


"Yaudah, gue mandi dulu." Manis mengangguk berjalan melewati suaminya yang tampak kesusahan menelan saliva.


Bau harum dari tubuh istrinya makin membuat Mike resah, dia benar-benar takut jika nanti tidak bisa mendapatkan apa yang dia tunggu sejak lama.


Keluar dari kamar mandi, Mike melihat Manis sudah duduk di kursi sofa dalam kamar dengan makanan di depannya. Manis masih memakai bathrobe dengan rambut yang sudah setengah basah terurai.


Wanita itu tersenyum menatapnya dan menepuk kursi disamping dia. "Kesini Mike...."


Dada Mike sontak berdebar tidak karuan dibuatnya, astaga ... semoga aja abis ini Manis mau gue grepeinn, gumamnya masih gundah gulana.


"Kamu yang mesen?" tanya Mike sudah duduk di dekat Manis.


"Iya, kamu pasti laper, kan? Aku sengaja mesen buat kita pas kamu lagi mandi tadi." Manis menyodorkan sepiring makanan ke hadapan suaminya.


Ada beberapa macam lauk pauk di atas piring, dan segelas susu hangat di depan Mike. Perutnya seketika berbunyi nyaring mencium aroma makanan tersebut.

__ADS_1


"Abis ini gue bisa makan yang lain, kan?" tanya Mike menerima piring yang diberikan istrinya.


"Mau makan apa lagi? Emang ini semua nggak cukup?"


"Bukan, bukan yang ini."


"Trus apa?"


"Gue mau makan elo, boleh nggak?" sahut Mike malu-malu.


Dia sedikit berdebar menunggu jawaban dari istrinya yang hanya diam, melanjutkan makan tengah malam mereka.


"Kok nggak dijawab, Nis? Nggak boleh, yah?" tanya Mike lagi penuh harap.


"Makan dulu, aku nggak mau kamu sakit."


"Tapi boleh, kan?"


"Nggak tau...."


"Kok nggak tau?"


"Yah, nggak tau aja. Udah, ah ... aku mau makan!" Manis melanjutkan makannya tanpa mempedulikan tatapan nelangsa Mike padanya.


Pria itu sepertinya sudah tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, Manis memang sengaja ingin sedikit mengerjai Mike sebelum melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Di dalam kamar mandi tadi, Manis sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk suaminya sesuai dengan saran Amanda dan Donal.


"Nis, gimana? Udah bisa, kan?"


"Nis, kok diem aja?"


"Nis, ayo dong...." Mike terus membujuk Manis hingga wanita itu lelah sendiri mendengar rengekan suaminya.


"Hah? Apanya?" tanya Mike tidak mengerti.


"Katanya mau anu...."


"Eh ... boleh, yah?" sahut Mike seketika bersemangat. "Di ranjang aja, yuk." ajaknya.


"Yaudah kamu tunggu di sana. Aku mau siap-siap dulu."


Mike mengernyit. "Siap-siap apa lagi?"


"Udah kamu tunggu di sana aja. Aku nggak lama!" Manis berlalu, masuk lagi ke kamar mandi meninggalkan Mike yang kebingungan sendiri.


Pria itu hanya bisa pasrah, beranjak naik ke atas ranjang. Entah apa yang dimaksud Manis dengan bersiap-siap, pikirnya.


Lima menit berselang, Manis keluar dari kamar mandi memakai lingerie berwarna merah dengan sebuah tali ditangan. Mike sampai membola menelan saliva kasar, menatap dari atas ke bawah tubuh seksi wanitanya.


Manis berjalan pelan mendekati Mike yang sontak duduk tegap di atas ranjang, menyambut istrinya dengan senyum sumringah.


"Kok bawa tali, Nis? Buat apaan?"


"Ini katanya buat ikat biji."


"Apa? Ikat biji?"


"Iya, kata Donal kalo biji kamu bikin aku sakit, iket aja pake itu!" sahut Manis polos.


"Astaga ... nggak usah didengerin juga apa kata Donal, Nis. Dia cuma mau ngerjain Lo aja!" sahut Mike menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lagian ini talinya dapet dari mana, sih?" tanya Mike menarik tali tersebut dari tangan Manis.


"Tadi dikasih Donal sebelum masuk kesini," jujur Manis.

__ADS_1


Mike berdecak kesal dalam hati. Awas aja nanti, gue bales Lo, Nal!.


"Nggak usah pake beginian, biji gue nggak akan bikin Lo sakit. Kalo pun sakit cuma diawal doang, Nis. Abis itu lo bakal ngerasa enak."


"Bener?" tanya Manis memastikan.


"Iya, tenang aja. Gue bakal pelan-pelan."


"Tapi gue takut Mike...," sahut Manis tertunduk.


"Nggak usah takut, Lo cukup ikutin aja apa kata gue." Mike menarik tangan Manis, membaringkan tubuh wanitanya perlahan ke atas ranjang.


Tubuh kaku dan sedikit bergetar begitu terasa di tangan Mike. Dia tahu kalau Manis pasti sangat gugup saat ini.


"Santai aja, Nis. Nggak usah takut. Gue bakal bikin Lo enak." Mike mengusap pipi Manis lembut sebelum mencumbu bibir wanitanya.


Mike ingin membuat Manis rileks terlebih dahulu, sebelum dia mulai menyentuh tubuh mulus Manis.


Mengusap lengan dan naik ke pundak Manis, tangan kekar Mike perlahan naik ke leher istrinya dan mengusap telinga Manis.


Pelan tapi pasti, Manis mulai hanyut dalam ciuman maut Mike padanya. Mike mulai berani menyentuh dada Manis yang tertutup kain tipis dengan puncak yang terlihat menantang.


Remasan pertamanya di dada Manis membuat tubuh wanita itu refleks bergerak tidak nyaman. Entah mulai menikmati atau tidak, tapi suara desahann pelan terdengar dari bibir Manis yang tertutupi bibir Mike.


Mike menarik diri pindah ke leher Manis yang wangi aroma bunga. Pria itu sampai meninggalkan beberapa jejak dan turun perlahan ke dada Manis yang menyembul.


Mike langsung menarik kain yang menutupi dada Manis dan mendaratkan kecupan-kecupan kecil di sana. Lidahnya mendarat di puncak dada merah muda Manis, dan memutari itu dengan tidak sabar.


Manis merasa tubuhnya memberikan respon yang tidak biasa. Mike sedang menyentuhnya dengan sangat lembut. Remasann dan permainan lidahh Mike bergantian membuat Manis terlena.


Bahkan saat pria itu turun semakin kebawah, Mike masih saja meninggalkan jejak-jejak cintanya ditubuh putih mulus Manis.


Mike kini sedang menyentuh bulu-bulu halus yang menutupi area lembut Manis, pria itu menggunakan ibu jarinya mengelus bibir merah muda yang belum pernah terjamah itu, menyambut pandangan matanya yang penasaran dengan area tersebut.


Mike ingin sekali mengecup dan merasai area itu sekarang, tapi mengingat miliknya juga sudah sangat butuh disayang. Mike pun memilih mendahulukan bijinya dibanding bibir dan lidahnya.


Manis tersentak melihat benda tumpul panjang dan perkasa, menyembul diantara pangkal paha Mike. Benda sebesar itu sedang bersiap menebus miliknya dan sedang menggesek-gesekkan dirinya dengan lembut.


"Gue masuk yah, Nis...." bisik Mike pelan.


Desakan yang sangat kuat dari bawah sana membuat Manis memekik, dan refleks menendang Mike yang sedang berkonsentrasi memasuki benda sempit itu.


Tidak adanya pegangan sontak membuat Mike jatuh dari atas ranjang, dengan bokongg yang lebih dulu mengenai lantai kamar hotel.


"Aduh...," ringis pria itu memegang bokongnyaa.


.


.


.


.


.


.


.


Ditendang lagi ya ampunn ...


Sabar, yah Mike


Belah duren Lo di pending dulu 🤣

__ADS_1


__ADS_2