
"Lo kemana aja taii?! Kering gue nungguin lo disini daritadi!"
"Emang siapa yang nyuruh Lo nungguin gue? Sana pulang, ngapain juga Lo di kantor orang, kayak gak ada kerjaan aja Lo!" kesal Donal menatap malas sahabatnya Mike.
Pria blasteran itu duduk dengan gelisah di atas kursi sofa tamu dalam ruangan tempatnya bekerja.
"Gue emang gak ada kerjaan, males gue di kantor. Nggak ada yang bisa di ajak main," sahut Mike apa adanya.
"Main mulu otak Lo!" cibir Donal.
"Kayak Lo nggak begitu aja!"
"Terserah, Lo mau apa sih? Gue masih banyak kerjaan ini. Bos besar nggak ada, jadi semua kerjaan gue yang handle."
"Iya tau, yang orang sibuk sekarang!" cibir Mike balik. "Lo kerja aja, gue duduk disini nungguin Lo sampe jam pulang."
"Serius Lo mau nungguin gue disini?" tanya Donal tidak percaya.
"Iya serius, udah sana kerja. Gue mau tidur!"
Donal berdecak melihat pria dengan matanya yang sedikit cipit itu membaringkan tubuhnya di atas kursi sofa tamu untuk tidur. Kaki Mike yang panjang malah bergelantungan di ujung sofa dengan kaki yang masih memakai sepatu.
"Lo nggak bisa buka sepatu dulu, hah?! Kotor nanti sofa baru gue!"
"Iya, iya ... Lo udah kayak ibu-ibu komplek aja!" sahut Mike kembali bangun dari sofa dan membuka sepatunya.
"Udah, apalagi yang mau dibuka? Baju enggak?"
"Nggak usah, gue gak tertarik sama biji Lo! Masih gede punya gue!" sahut Donal dengan jawaban absurd-nya.
Mike seketika tertawa terbahak dan kembali menjatuhkan dirinya dengan nyaman di atas sofa. Tidak butuh waktu lama baginya untuk terlelap jatuh dalam mimpi.
Pria itu bahkan sampai mengorok saking nyamannya tidur di ruang kerja orang. Donal jadi kesal sendiri melihat Mike tidur seperti keboo.
Sambil memperhatikan berkas-berkas di atas meja, Donal jadi teringat dengan percakapan antara dirinya dan Celin diatas atap gedung tadi.
"Lo pikir gue cewek apaan mau di duain kayak gitu! Minggir, jangan ganggu lagi setelah ini!" dorong Celin setelah mendengar ucapan terakhir Donal padanya.
"Lo yakin nggak mau Cel?" pekik Donal menahan langkah kaki wanita berkulit sawo matang itu.
Celin berbalik dan menatap miris pria tidak punya malu di depannya. "Untuk seorang cowok, Lo emang bener-bener gampangan!" cibirnya berlalu meninggalkan Donal.
Menghembuskan nafas panjang, ucapan Celin terus terngiang-ngiang di otak Donal. Baru sekarang ada wanita yang dengan gamblangnya mengatakan kalau dia adalah pria gampangan.
Tapi, ucapan Celin memang benar kan? Dia memang gampangan karena tidak bisa melihat satu wanita bening lainnya. Donal pasti akan langsung tertarik dan mengejar-ngejar wanita tersebut.
__ADS_1
Jika diibaratkan seekor sapi, dia seperti seekor sapi jantan yang mau saja ditarik kesana kemari oleh pemiliknya.
Ah, sial! Kenapa juga gue jadi sama-samain sama sapi? Itu, kan julukan buat mantannya Amanda, kenapa gue malah ngebayangin hewan malas itu sih?! Kesal Donal dalam hati.
Mungkin dia harus berhenti memikirkan ucapan Celin, pikirnya. Kalo dia nggak mau gue milikin yaudah, toh gue juga nggak rugi apa-apa. Donal terus menyakinkan hatinya hingga tidak sadar dengan bunyi ketukan di pintu ruangan.
"Donal...." panggil Mawar dari balik pintu yang terbuka.
Donal terkejut dan memekik tertahan, diikuti Mike yang tertidur di kursi sofa.
"Bangkee, ngapain Lo teriak-teriak?!" kesal Mike dengan wajah memerah.
"Sorry, sorry ... gue ngagetin kalian berdua yah?" Mawar masuk tersenyum tidak enak.
"Tadi gue udah ketok pintu tapi nggak ada jawaban, makanya gue langsung buka dan manggil Donal." sambung Mawar menatap bergantian dua pria tampan itu.
"Iya, iya ... gue yang salah karena gak denger." sahut Donal mempersilahkan Mawar duduk.
"Serius banget yah sampe nggak denger gue manggil," tanya Mawar duduk di depan meja Donal.
Pria yang ditanya hanya tersenyum dan mengangguk.
"Hai War...." sapa Mike sudah berdiri di samping wanita berambut panjang itu.
"Hai," sahut Mawar.
"Kerja? Mawar kerja disini juga emang?" tanya Mike tidak menggubris ucapan sahabatnya.
"Iya, gue diminta Pak Richard untuk bantuin Donal disini."
"Wihh, enak yah punya asisten Lo sekarang Nal...." goda Mike masih asik menatap wanita cantik dengan kulit putih beningnya di depan.
"Berisik Lo! Sana, jangan gangguin orang mau kerja!" usir Donal lagi menendang betis Mike.
"Ish, iya, iya ... galak amat sih Lo. Dah kayak bosnya aja Lo!"
"Emang gue, kan bosnya disini! Sana pergi!"
Mike berdecak dan kembali tebar pesona pada Mawar. "Gue duduk disana yah War, nanti kalo mau cariin gue. Gue cuma dibelakang elo, yah...?"
Mawar tertawa geli dan mengangguk mengiyakan ucapan Mike. Sahabat-sahabat atasannya ini memang senang bercanda dan menggoda satu sama lain pikirnya.
Donal hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Mike, dan kembali memfokuskan diri membahas masalah pekerjaan dengan Mawar.
Tepat pukul lima sore pekerjaan mereka pun selesai. Untung saja ada Mawar yang cukup cekatan dan cepat mengerti jika diberi tugas oleh Donal, hingga pekerjaan mereka bisa selesai tepat waktu.
__ADS_1
Mike yang masih setia menunggu di ruangan Donal, sedang asyik-asyiknya menggoda Mawar. Sejak tadi pria itu terus bercanda dengan wanita yang sedang diincar oleh sahabatnya sendiri, tanpa mempedulikan Donal disana.
Melihat itu Donal malah tidak kesal ataupun marah dengan Mike yang berusaha mendekati Mawar juga. Pikirannya masih terganggu dengan pertemuan terakhirnya dengan Celin.
Hingga mereka bertiga tiba di lobby gedung perusahaan, Donal tidak sengaja melihat wanita yang sejak tadi mengganggu pikirannya sedang berdiri menunggu seseorang di depan pintu kaca perusahaan.
Donal segera mempercepat langkahnya untuk menghampiri Celin, meninggalkan dua orang yang sedang asik bersenda gurau.
"Mau kemana Lo, Nal?" tanya Mike sedikit berteriak melihat Donal sudah jauh berjalan di depan mereka.
Sahabat bijinya itu tidak menjawab dan berlari kecil menuju pintu keluar perusahaan.
"Kenapa sama Donal?" tanya Mawar ingin tahu.
"Nggak tau, ada sesuatu kali di depan."
Baik Mike maupun Mawar ikut mempercepat langkah kaki mereka mengejar Donal dari belakang.
Donal yang bermaksud ingin menghampiri Celin, seketika langsung diam ditempat melihat wanita itu dijemput oleh sebuah mobil mewah dan masuk ke dalam sana.
Mau kemana dia? Siapa lagi yang di dalem mobil itu? Donal menatap mobil yang membawa Celin sampai dia menghilang di ujung halaman perusahaan.
"Kenapa sih Lo?!" tanya Mike tiba di samping Donal.
"Nggak pa-pa, Lo anterin Mawar pulang yah. Gue ada urusan penting."
"Eh tapi...."
Donal tidak mempedulikan ucapan Mike dan berlari menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan gedung perusahaan.
Mawar sempat melihat wanita yang tadi marah-marah pada dia dan Donal masuk ke sebuah mobil. Dalam hati dia berpikir kalau pria itu mungkin mau mengejar Celin.
Entah kenapa ada sedikit perasaan tidak rela dihati Mawar melihatnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Ok kita liat nanti kelanjutan kisah Donal Duck yah guys... 🤭