Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Makan Siang


__ADS_3

"Akhirnya pengantin baru kita keluar juga dari kamar," pekik Mike bertepuk tangan girang di samping Donal.


Richard memutar bola mata malas dengan Amanda yang tersenyum malu-malu. Pria blasteran itu menarik kursi untuk istrinya duduk di depan meja makan hotel restoran.


Keluarga yang tadi masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi juga ada disana, dengan Amel yang duduk di samping kiri Amanda.


"Lama banget sih kalian, udah daritadi di tungguin!" keluh Tari memberi kode pada para pelayan untuk mulai menyuguhkan makanan.


"Kan 'main' dulu Mom," sahut Richard apa adanya.


Dua sahabat bijinya sontak berdecih geli dengan ucapan pria itu.


"Mentang-mentang udah nikah ngomongnya santai banget yah...."


"Iya bener, sombong banget sekarang," timpal Donal menyambung ucapan Mike.


"Halah, bilang aja Lo bedua sirik. Makanya nikah, jangan cuma tau kawin aja Lo bedua!" sinis Richard mendapatkan tepukan di pahanya.


"Mulut kamu Chad," tegur Amanda masih menepuk pahanya.


Suaminya memang selalu tidak bisa memfilter ucapannya sendiri, Amanda tidak enak saja mereka sedang berkumpul seperti ini dan pria itu malah dengan santainya berucap.


"Udah makan, makan ... nggak abis-abis kalo denger kalian tiga biji ngomong!" sela Tari kesal dengan kelakuan dua sahabat anaknya itu.


Di atas meja sudah tersedia makanan western yang khusus Tari pesan untuk makan siang bersama keluarga inti dan teman Richard hari ini.


Ada sekitar tujuh orang pelayan yang bergantian menjamu keluarga terpandang itu, dengan chef hotel yang selalu memasakkan makanan enak untuk mereka.


"Jam berapa kalian berangkat sayang?" tanya Amel menatap anak perempuannya.


"Masih satu jam setengah lagi Ma ... Mama nggak pa-pa, kan aku tinggal seminggu?"


"Kok nanyanya begitu? Ya nggak pa-pa lah sayang. Kamu kan udah nikah, kemana suami kamu pergi kamu harus ada disana ikutin dia. Jangan pikirin mama, mama juga bahagia kalo liat anak mama seneng."


Amanda mengambil tangan Amel, menatap penuh haru wanita yang sejak dulu mengurusnya sendirian hingga sebesar ini.


Rasanya tidak ada hal apapun yang bisa dia diberikan untuk membalas semua kebaikan dan perjuangan ibunya membesarkan dia selama ini. Amanda berharap agar Amel selalu sehat hingga nanti.


"Makasih Ma, aku pasti bakal jagain Manda dengan baik." sela Richard mengusap bahu istrinya lembut. Sejak tadi dia mendengar pembicaraan ibu dan anak itu.


"Iya jeng, nggak usah khawatir. Aku juga bakal sering-sering main kerumah kamu nanti...." Tari ikut menimpali dengan mata yang berkaca-kaca.


Dia juga tahu bagaimana rasanya melepaskan anak perempuan yang sejak kecil mereka rawat penuh kasih sayang, saat sudah menikah harus pergi jauh mengikuti suaminya kemanapun.

__ADS_1


Sebagai orang tua, mereka hanya bisa mendoakan agar anak-anak mereka selalu hidup bahagia bersama pasangannya


Keadaan di meja makan sontak berubah menjadi penuh haru dengan airmata yang membanjiri pipi wanita-wanita disana.


Astaga ... gue jadi pengen nangis juga, gumam Mike ikut hanyut dalam acara haru biru tersebut.


"Nggak usah nangis, gak cocok sama biji Lo?!" goda Donal setengah berbisik pada sahabatnya.


"Suee Lo!" kesal Mike menginjak kaki Donal.


"Aduh, aduh...." ringis pria berkulit sawo matang itu.


Sontak mereka langsung menjadi pusat perhatian semua yang ada disana.


"Kenapa Lo?!" tanya Richard.


"Nggak, nggak pa-pa."


Mike cekikikan di samping Donal yang hanya bisa nyengir menunjukkan gigi putihnya.


Merekapun kembali makan sambil sesekali bercanda, di depan Richard duduk Celin yang ikut diundang oleh Tommy dan Tari, wanita itu tidak pernah berhenti menatap Richard yang entah mengapa setelah menikah malah makin terlihat lebih gagah.


Astaga ... apa salah kalau dia menyukai pria yang kini sudah berstatus suami orang?


"Salah!" bisik Donal di telinga Celin, pria itu duduk berdampingan dengannya.


"Lo salah kalo mau suka sama lakik orang!" sambung Donal masih berbisik.


"Maksud Lo?!"


"Itu, kan yang Lo pikirin tadi? Lo suka sama lakik orang, kan? Itu makanya gue jawab salah!" sahut Donal menjauh dari telinga Celin.


"Sok tau Lo!" kesalnya tidak ingin menggubris perkataan pria itu lagi.


Donal tersenyum smirk bergantian menatap Mawar yang duduk di samping Mike. Wanita itu makan dengan anggun sambil sesekali menyambung pembicaraan Rena yang berada dekat dengannya.


Sudah hampir dua Minggu mereka berkenalan tapi Donal belum juga bisa mendapatkan Mawar, wanita itu benar-benar susah di dekati. Mungkin dia harus memikirkan cara selanjutnya untuk menarik perhatian Mawar pikirnya.


"Jangan macam-macam kalo nggak mau gue gunting biji Lo!" Kali ini gantian Celin yang berbisik di telinga Donal, dia tahu kalau pria genit itu sedang menatap Mawar sejak tadi.


Donal yang kembali dibuat kaget oleh orang lain, tidak sengaja menjatuhkan gelasnya di atas meja.


"Eh taii...!" refleks Donal bersuara. Kembali, dia menjadi pusat perhatian lagi disana.

__ADS_1


"Kenapa Lo?!" Mike ikut kaget mendengar Donal tiba-tiba memekik disampingnya.


"Sorry, sorry...." ujar Donal keki.


Melihat celana Donal yang basah di bagian tengahnya Celin seketika tertawa geli, dia puas melihat pria itu apes seperti ini.


"Masih ngantuk Lo? Tidur sono!" ledek Richard membuka mulut minta disuapi Amanda.


Dua pengantin baru itu sedang gencar-gencarnya menunjukkan kemesraan di depan keluarga dan teman mereka disana. Richard bahkan tidak segan mencium pipi Amanda dengan mesra, siapapun yang melihatnya pasti akan sangat iri dibuatnya.


"Gue ke kamar mandi dulu...." pamit Donal menarik tangan Celin.


Wanita itu tidak sempat menolak karena Donal menariknya cukup kuat.


"Lo ngapain narik-narik gue sih?!" bentak Celin melepaskan tangan Donal kasar.


"Ngapain? Tanggung jawablah! Lo udah bikin celana gue basah, kan? Sekalian aja Lo bikin yang di dalem basah juga," goda Donal merapatkan tubuhnya pada Celin.


Mereka kini sedang berada di dalam kamar mandi hotel restoran, Donal bahkan sempat mengunci pintu agar kegiatan mereka nanti tidak di ganggu oleh siapapun.


"Jangan gila! Kita bukan lakik bini yang baru nikah itu, minggir! Gue nggak doyan sama biji Lo!" dorong Celin.


"Nggak boleh, Lo nggak boleh kemana-mana sekarang!"


Donal semakin merapatkan tubuh mereka dan menyingkap rok pendek yang dipakai Celin. Tangannya mulai naik menyentuh sesuatu di balik kain satin yang Celin pakai, sedikit menekannya Donal mencoba menelusupp masuk ke dalam.


"Jangan boong, pokoknya Lo nggak bisa keluar sebelum Lo bikin gue basah...," bisik pria itu tersenyum nakal.


.


.


.


.


.


.


Aduhh...


Si Donal bebek juga gak mau kalah dengan pasutri baru yahh 🤭😂

__ADS_1


Visual Tiga Biji ini bisa kalian liat di IG author @adamvanda


Cuss kepoin guys 😁


__ADS_2