Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Fantasi


__ADS_3

Tiba di pulau dengan keindahan laut birunya yang sudah diakui seluruh dunia itu, Richard menggandeng tangan Amanda berjalan bersisian dengannya menuju cottage dimana mereka akan tinggal selama seminggu ini.


Setelah turun dari pesawat yang membawa mereka di bandara internasional Velana, Maldives. Richard dan Amanda sempat bertemu dengan wanita tua yang tadi menunggu di depan toilet pesawat.


Wanita itu hanya cengengesan di depan keduanya yang sama-sama malu dengan wajah memerah.


Amanda sampai mencubit pinggang Richard karena kemesumann pria itu yang tidak pernah lihat tempat, hingga mereka kembali di pergoki oleh orang asing.


"Thank you...." Richard memberikan sedikit tip pada pegawai cottage setelah memasukkan semua barang mereka ke dalam.


Amanda masuk dan membuka pintu kaca kamar yang terhubung langsung dengan kolam pribadi cottage mereka.


Angin segar dari laut terasa di kulit putih mulus Amanda dengan rambut panjangnya yang berterbangan di tiup angin.


"Suka nggak?" Richard mendekat dan memeluk tubuh wanitanya dari belakang.


"Suka ... disini tempatnya emang bagus banget. Aku udah lama pengen kesini sebenernya."


"Oh yah, sama siapa? si sapii?"


"Ish, ngapain bawa-bawa nama dia segala sih!" kesal Amanda mencubit punggung tangan Richard.


"Iya, iya ... becanda Beby," kekeh pria blasteran itu mencium ceruk leher Amanda.


"Aku juga sama kayak kamu By, pengen kesini udah lama. Tapi aku maunya tuh kesini sama istri aku, bukan sama temen ato keluarga."


"Kenapa emangnya?" tanya Amanda ingin tahu.


"Ya biar berasa aja romantisnya. Masa tempat romantis kek gini datangnya sama mereka, yang ada aku bakal ngiri liat orang-orang pada mesra-mesraan disini."


"Iya bener, aku juga ngerasa kek gitu sih...." kekeh Amanda ikut tertawa bersama suaminya.


"Kamu mau makan dulu nggak?"


"Nggak, belum. Aku masih kenyang."


"Kalo makan burung mau nggak?" goda Richard meremass dada kenyal Amanda.


"Ih, apaan sih kamu Chad. Baru juga tadi, kan di pesawat. Enggak ah, aku masih capek tau!" keluh Amanda menepis tangan kekar Richard dari atas dadanya.


"Cuma bentar dong By. Suasananya lagi enak loh ini, apalagi kalo kita mainnya di kolam. Duh ... makin enak lagi pasti."


"Astaga otak kamu Chad...!" Amanda geleng-geleng kepala melihat pikiran suaminya yang tidak pernah jauh-jauh dari kata 'main'.

__ADS_1


"Kenapa emangnya? Disinikan cuma ada kita berdua, jadi nggak pa-pa dong kita mainnya disana. Sekalian nyari suasana baru, kan...." Tangan nakal Richard kembali melakukan kegiatan kesukaannya di dada Amanda.


"Eh nanti kamu nggak usah pake bajuu yah By, pake bikinii aja udah cukup. Nanti juga, kan pasti aku tarik-tarik itu. Tapi lebih bagus lagi kalo kamu nggak pake apa-apa sih, aku bakal lebih seneng liatnya...."


Amanda menghembuskan nafas panjang mendengar fantasi-fantasii gila dan tidak masuk akal Richard padanya, selama mereka akan berbulan madu disini.


Bahkan pria itu tidak mengizinkan Amanda keluar dari cottage dan hanya bisa mengabiskan waktu bersama dia saja di dalam kamar.


Lalu kalau memang begitu untuk apa mereka sampai jauh-jauh datang kesini? Di kamar hotel negara mereka jugakan bisa. Apa pria ini nggak ada capek-capeknya yah? Amanda menggerutu sendiri dalam hati.


"Kalo gitu kita makan dulu yah By, biar kita sama-sama kuat nanti pas main. Aku udah pesenin makanan buat kita, bentar lagi pasti nyampe."


"Ya ampun Chad, aku masih capek. Abis makan aku pokoknya mau tidur, awas aja kalo berani gangguin aku!" ancam Amanda melepaskan tangan Richard dari pinggangnya.


"Tapi By...."


"Nggak ada tapi-tapi! Aku serius Chad!" potong Amanda masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam.


Richard hanya bisa pasrah menerima perintah mutlak dari istrinya, mungkin dia harus mengalah kali ini pikirnya.


Menikmati makan siang ditemani pemandangan laut biru yang terlihat memanjakan mata, Amanda merasakan matanya mulai berat.


Suasana di sana membuat Amanda ingin cepat-cepat merebahkan dirinya di atas ranjang empuk dengan kain yang dibentuk mirip angsa sedang berciuman.


"By...." panggil Richard.


"Masa kita kalah sih."


Amanda mengernyit. "Kalah apa sih maksud kamu?"


"Itu...." tunjuk Richard pada kain bentuk angsa di depan mereka.


"Masa mereka aja ciuman kitanya enggak," sambung Richard tersenyum geli.


"Ish, ada-ada aja kamu. Sini, peluk aku aja sambil bobo. Aku ngantuk banget ini," sahut Amanda menarik pria itu agar semakin dekat dengannya.


"Nggak bisa By...."


"Nggak bisa apanya sih?" Amanda mulai dibuat kesal dengan tingkah Richard padanya.


"Aku nggak bisa kalo cuma peluk kamu doang By. Aku takut nanti aku malah nggak bisa tahan buat megang yang lain lagi," sahut Richard beralasan.


"Yaudah kalo nggak mau meluk! Nanti aku panggil pegawai yang tadi aja suruh peluk aku!"

__ADS_1


"Eh, kok gitu sih. Jangan macem-macem yah Beby...."


"Makanya peluk aku kalo nggak mau aku dipeluk sama yang lain," sahut Amanda tersenyum menang.


Kali ini dia ingin sedikit mengerjai suaminya, biar saja pria itu harus menahan diri untuk tidak menyentuhnya sekarang. Selama ini Richard selalu saja bisa berhasil mengelabuinya hingga mereka malah berakhir dengan adegann panass.


Amanda ingin sekali-kali bisa membuat pria itu tidak bisa berkutik di depannya.


"Peluk doang ini By?" Amanda mengangguk.


"Aku usap-usap yang ini aja yah?" pinta Richard mulai memasukkan tangannya ke dalam baju Amanda.


"Nggak boleh Chad! Aku kan udah bilang aku mau tidur dan pengen di peluk! Jangan aneh-aneh, ok?!"


Richard mengangguk lemah, menarik nafas panjang. Mungkin dia harus menunggu sampai Amanda tidur pikirnya.


Tidak sampai lima menit dengkuran halus dan nafas yang teratur mulai terdengar dari tubuh Amanda. Richard malah menyambutnya dengan sorakan kebahagiaan dalam hati, Ini kesempatan gue.


Membalikkan tubuh wanitanya yang tadi tidur membelakangi dia, Richard menarik turun celana pendek yang di pakai Amanda dan ikut menyibak kausnya.


Tubuh bagian bawah Amanda sudah polos, Richard sedikit berlama-lama memandangi surga dunia yang kini telah menjadi miliknya.


Teringat bagaimana pertama kali dia menyentuh dan menyesapp benda itu dengan kuat. Rasa manis dan candu Amanda begitu digilai olehnya.


Dari perut dan turun semakin ke bawah, Richard mulai membenamkan diri menyentuh kelembutan itu dan menyeruak masuk dengan indera perasanya.


Amanda sempat bergerak merasa geli, namun tidak bangun. Wanita itu benar-benar mengantuk sekarang hingga tidak sadar kalau Richard tengah bermain-main di bawah sana.


Pria itu tidak mau beranjak dari sana sebelum dia berhasil mendapatkan cairan manisnya, dia butuh itu. Meski gila, tapi Richard menyukainya.


Amanda istrinya, dia berhak melakukan segala fantasii liarnya bersama wanita yang dia cinta.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Part bulan madu masih akan ada di part-part berikutnya yah guys,, jangan bosan-bosan ok? 🤭😆


__ADS_2