
Pergulatann di dalam bathtub yang menghabiskan waktu sampai satu jam lamanya, membuat dua manusia yang memang sudah capek sejak semalam belum juga bangun hingga waktu menunjukkan pukul sebelas siang.
Sejak tadi Tari sudah bolak balik menekan tombol bel kamar hotel mereka dan bergantian menghubungi ponsel Richard maupun Amanda. Tapi pasangan suami istri yang sama-sama kelelahan itu tidak juga bangun.
Tari akhirnya memutuskan menghubungi pihak hotel untuk membukakan pintu kamar mereka. Dia takut kalau telah terjadi sesuatu pada anak dan menantunya di dalam.
"Mommy apa-apaan sih Mom, ngapain manggil pihak hotel segala sih buat ngurusin mereka di dalem? Gimana kalo Richard sama Manda emang bener lagi tidur? Mommy kayak nggak tau aja gimana rasanya malam pertama sih?!"
Rena berdiri di samping ibunya, merasa risih melihat dua orang pegawai hotel bersama satu orang security tengah berusaha membuka pintu dimana Richard dan Amanda menginap.
Mereka sudah seperti orang yang akan memergoki pasangan yang tengah selingkuh saja di dalam.
"Udah kamu diem aja, masa daritadi mommy gedor-gedor pintu sampe tekan bel ribuan kali mereka nggak bangun-bangun juga. Mommy yakin kalo ada sesuatu sama mereka, perasaan seorang ibu tuh kuat. Jadi kamu lebih baik nggak usah protes!" sahut Tari pada pendiriannya.
Tommy yang juga ikut melihat kehebohan yang diciptakan istrinya itu berdecak. "Bilang aja kalo mommy kepo sama mereka di dalem?! Mommy kayak nggak pernah lewatin masa-masa di atas perut aja!"
Plakkk....
Tari memukul lengan Tommy yang meski sudah tidak lagi muda namun masih kuat berotot.
"Bicara tuh yang bener Dad, ada anak kamu disini!"
"Kenapa emangnya, Rena udah gede udah bisa bikin sama punya anak juga, kan...." sahut Tommy tanpa beban.
"Ish, kamu tuh emang sama aja kayak Richard. Ngeyel aja kalo di bilangin!" kesal Tari bersedekap dada.
Bunyi klik mengalihkan perhatian keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang tengah hamil tua itu. Pintu kamar hotel Richard dan Amanda sudah berhasil dibuka oleh dua orang pegawai hotel.
Tari buru-buru masuk, diikuti Tommy dan Rena dari belakang meninggalkan pegawai dan security tadi yang berdiri bengong di depan pintu.
Di dalam ruang presidential suite yang di booking oleh Richard, Tari kembali membuka pintu kamar dimana dua pasangan suami istri yang masih tidur itu berada.
"Richard...!" teriak Tari membuka kasar pintu.
Kaget dengan suara cempreng khas ibu-ibu, Richard dan Amanda sama-sama terlonjak dari atas ranjang.
"Astaga...." Tari ikut kaget mendapati dua orang di depannya tidak memakai sehelai benangpun.
"Mommy...?" pekik Richard menarik selimut untuk menutupi tubuh dia dan Amanda.
"Mommy ngapain disini sih?!" sambungnya kesal.
__ADS_1
Satu orang pria paruh baya bersama wanita hamil ikut masuk ke dalam sana dan tertawa geli melihat Richard dan Amanda dalam keadaan yang baik-baik saja, dan sedang memakai selimut tebal untuk menutupi tubuh polos mereka.
"Ini lagi, kenapa pada kesini sih semua?!" Richard makin kesal mendapati satu keluarganya ternyata ada juga di dalam kamar hotel ini.
"Jangan tanya aku sama Daddy, Chad. Tanya tuh sama Mommy," tunjuk Rena pada Tari yang nyengir menunjukkan gigi putihnya.
"Sorry Chad, Mommy pikir kalian pingsan di dalem. Abis daritadi mommy gedor-gedor pintu kalian nggak bangun-bangun sih...." sahut Tari beralasan.
"Alesan aja, bilang aja kalo Mommy emang mau ngintilin kita berdua disini! Kita udah sah kali Mom!" cibir Richard.
"Ish, siapa juga yang mau liat kalian kuda-kudaan disini! Mommy juga punya kuda sendiri tau!" sahut wanita paruh baya itu tidak mau kalah.
Tommy hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar jawaban absurd dari istrinya dan menarik Tari keluar.
"Udah jangan ganggu anak kamu lagi, pasti abis ini mereka masih mau 'main' satu ronde lagi!"
Tari yang diseret oleh pria yang jauh lebih tinggi darinya hanya bisa pasrah dan sedikit berteriak untuk mengingatkan makan siang mereka pada Richard.
"Jangan lama-lama mainnya, Chad!" pekik Tari menghilang di balik pintu bersama Tommy.
"Astaga...." Amanda memijit pelipisnya tidak percaya kalau mereka malah menjadi bahan tontonan di pagi hari dalam tubuh tanpa busana oleh keluarga suaminya.
"Sorry yah Chad, Manda...." Rena tersenyum keki dan menutup pintu kamar dengan pelan.
"Ada-ada aja deh keluarga kamu, Chad." Amanda kembali berbaring di atas ranjang, menarik selimutnya sampai ke atas.
Akibat kelelahan menerima gempuran dari prianya, Amanda sampai tidak sadar Richard menggendongnya ke kamar tanpa busana. Pria itu ikut tertidur di samping Amanda setelah mengeringkan tubuh istrinya.
"Maaf yah kalo bikin kamu nggak nyaman Beby...." sahut pria blasteran itu memeluk Amanda dari samping.
"Ini juga tuh salah kamu, main nggak liat-liat waktu!"
"Ya masa aku harus liatin jam kalo mau main sama kamu Beby, yang ada aku fokusnya sama jarum jam bukan sama jarum tumpul aku...." kekeh Richard menggoda wanitanya.
Amanda berdecak dan mencubit gemas pinggang Richard, ada saja jawaban tidak masuk akal dari mulut pria ini pikirnya.
"Aduh, sakit By...." ringis Richard menahan tangan Amanda.
"Udah ih, aku mau mandi. Nggak enak sama keluarga kamu udah nungguin di bawah. Mama juga pasti udah nyampe."
"Tunggu By...." tahan Richard.
__ADS_1
"Apalagi?"
"Cium dulu, kamu belum cium aku daritadi..." sahut Richard memajukan bibirnya lima centi.
"Ogah! Sikat gigi dulu sana, jorok amat kamu ih!" tolak Amanda mendorong tubuh kekar suaminya.
"Nggak usah, yang namanya cinta biar nggak sikat gigi seabad juga pasti enak-enak aja By." Richard menarik tangan Amanda dan menahan tengkuk wanita itu untuk menyatukan bibir mereka.
Amanda berusaha menolak dengan memukul dada bidang Richard, namun pagutann pria itu malah makin dalam memaksa masuk ke dalam mulutnya, membuat Amanda mau tidak mau membuka dua bibir tipis miliknya hingga lidah Richard berhasil masuk ke dalam sana.
Dasar Richard gila pikirnya! Mereka bahkan belum sikat gigi dan pria ini malah asik menyedott bibir dan lidahnya. Amanda benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Richard ini.
Menarik keluar selimut yang mereka pakai, Richard kembali memasuki tubuh inti Amanda hingga wanita itu merintih tidak siap dengan gerakan tiba-tiba suaminya.
Miliknya sudah tegak karena melihat dua benda kenyal di depannya, tangan kekar Richard asik menjelajah tubuh polos Amanda dengan bibir yang tidak mau lepas dari dua benda itu.
Sedikit mengigit memberikan gelanyar aneh, Amanda merasa tubuhnya melayang dengan hentakan kuat dari prianya.
Richard kembali membawa mereka dalam permainan mengasyikkan. Seperti kata Tommy ayahnya tadi, Richard akan main satu ronde lagi sebelum mereka turun makan siang di restoran hotel.
Burungnya harus lebih dulu diberi makan sebelum perutnya, pikir Richard.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon bersabar Amanda, ini hanya ujian sikat gigi... 🤭🤣
Ok karena ada yang bilang part sebelumnya pendek,, yaudah hari ini author up 2 lagi deh buat pembaca setia Richard dan Amanda...
Semoga puas yah guys,,
__ADS_1
Siap-siap aja dengan kehebohan pasangan suami istri baru ini di part-part selanjutnya ok? 🤭😆