
Tiba di bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta, pasangan suami istri yang baru pulang bulan madu itu berjalan beriringan sambil menggenggam tangan satu sama lain.
Mereka di jemput oleh mama mertua rempong bernama Tari. Wanita itu bahkan membuat sebuah baliho berukuran 1x2 untuk menyambut kedatangan anak dan menantunya.
Sambil berteriak heboh di depan penjemput yang lain, Tari mengangkat tinggi baliho di tangan yang bertuliskan 'selamat datang kembali pasangan burung dan sarang'.
"Chad, Manda...!" pekik Tari masih dengan kehebohannya.
Dua orang itu sontak memerah bak kepiting rebus saat melihat tulisan di dalam baliho yang dipegang Tari, wanita modis itu langsung menjadi pusat perhatian karena suara cemprengnya yang menggelegar.
"Astaga Chad...." Amanda mendongak menatap suaminya yang kehabisan kata melihat kelakuan ibunya.
Pria itu hanya bisa menghembuskan nafas kasar berjalan mendekati Tari.
"Mommy apa-apaan sih. Bikin malu aja tau nggak!" protes Richard menarik baliho dari tangan Tari.
"Apa sih, baru nyampe bukannya salim malah marah-marah gak jelas!"
"Ish, gimana mau salim kalo Mommy udah heboh duluan begini. Mana pake baliho segala lagi, emang kita ini artis!"
"Bodo! Mommy, kan mau nyambut menantu Mommy. Awas, minggir sana!" Tari menepis kasar tangan Richard yang masih menggenggam tangan Amanda sejak tadi.
Menarik wanita muda itu ke dekatnya Tari langsung merangkul lengan Amanda.
"Apa sih Mom," protes Richard tidak terima.
Tari tidak mempedulikan anak laki-lakinya dan malah mengajak Amanda berjalan lebih dulu. "Gimana bulan madunya sayang? Richard nggak bikin kamu lelah disana, kan?"
"Enggak kok Mom, kita have fun kok disana." sahut Amanda malu-malu.
Sedikit melirik pada pria blasteran yang mulai kesal melihat istrinya dibawa pergi oleh Tari, Amanda tersenyum tertahan di samping ibu mertuanya.
"Baguslah, Mommy udah bikinin kamu jamu dirumah biar nanti badannya fit lagi. Mommy yakin kalo Richard pasti bikin kamu kecapean disana."
"Capek tapi enak gimana dong Mom?" sela Richard tertawa geli.
"Ish, yang ada kamunya yang enak!"
"Lah, kan kita sama-sama nikmatin Mom. Kayak gak tau aja rasanya gimana."
Tari langsung melayangkan telapak tangannya ke lengan Richard sebelum mereka naik ke dalam mobil.
"Mulut kamu emang nggak pernah bisa direm!"
Richard mendengus mengusap lengannya yang terasa berdenyut. "Emang mobil direm, kejam banget sih sama anak sendiri."
"Bodo!" Tari mengajak Amanda masuk duduk di kursi belakang bersamanya.
__ADS_1
"Loh, kok?"
"Apa? Kenapa lagi?!"
"Kok Mommy yang duduk sama Manda sih, kan harusnya aku Mom...." protes Richard.
"Kamu masih belum puas juga duduk barengan Manda terus di pesawat, hah?! Udah duduk sana di depan. Protes aja daritadi taunya!"
"Tapi Mom...." Tari langsung menutup pintu sebelum Richard selesai bicara.
Mau tidak mau Richard pun memutari mobil dan duduk di kursi depan samping supir. Sedikit menggerutu tidak rela, pria dengan tato di lengan kanannya itu terus menatap Amanda dari kaca spion depan.
Istrinya terlihat bahagia meski tanpa dia disampingnya. Richard makin kesal dan sengaja membuat keributan dengan memukul-mukul dashboard mobil seperti anak kecil.
"Berisik banget sih kamu, Chad?!" sentak Tari menendang kursi dimana anaknya duduk.
"Bodo!" sahut Richard membalas ucapan ibunya tadi.
Mobil Alphard yang membawa mereka pun tiba halaman rumah mewah Tari, wanita itu ingin mereka tinggal sementara waktu disini.
"Auntie...." Keith berlari mendekati Amanda yang baru saja menginjakkan kakinya di pintu masuk rumah.
Amanda berjongkok dan menyambut pelukan Keith yang kini telah menjadi keponakannya juga.
"Hai Keith," sapanya memeluk hangat anak setengah bule itu.
"Kok perginya lama banget Auntie? Keith, kan kangen...." sahutnya dengan manja.
Pria itu terlihat tidak suka wanitanya lagi-lagi diperebutkan orang lain. Tadi mommy-nya dan sekarang anak kecil ini? Richard sontak kesal sendiri dalam hati.
"Jangan galak-galak begitu sama anak kecil Chad! Gimana mau punya anak kalo sama ponakan sendiri gak ada lembutnya," tegur Amanda melepaskan pelukannya pada Keith.
"Siapa yang galak sih, By. Aku, kan cuma nanya doang!" elak Richard.
"Halah, alesan aja kamu!" Rena keluar menghampiri mereka bertiga.
Dia sempat mendengar apa yang dikatakan adik laki-lakinya itu tadi. Tari sudah lebih dulu masuk saat Keith berlari menemui Amanda dan Richard.
"Bilang aja kalo kamu cemburu sama anak kecil! Udah tua tapi kelakuannya gak pernah berubah!" sambung Rena menarik Amanda dan Keith mendekat padanya.
"Siapa yang lo bilang tua, hah?! Orang masih ganteng begini, gue masih kuat main lima ronde kalo Lo tau!" sahut Richard tidak terima.
"Lima ronde aja bangga, Deryl yang sepuluh ronde aja gak sombong kayak kamu!" sinis Rena sengaja memanas-manasi Richard.
"Ronde itu apa Mommy?" tanya Keith menyela pembicaraan kakak beradik itu.
"Astaga ... aku lupa ada anak kecil disini." Rena buru-buru menarik Keith masuk sambil memutar otak untuk memberikan jawaban yang masuk akal.
__ADS_1
Richard sampai tertawa terbahak, puas melihat kakaknya kelabakan sendiri menangani Keith yang penasaran.
Amanda hanya bisa geleng-geleng kepala dan mengikuti Rena dari belakang. Mereka duduk di ruang tamu dengan Tari yang datang membawa sebuah gelas di tangan.
"Manda, minum ini dulu gih. Mommy udah panasin biar enak kamu minumnya." Tari menyodorkan gelas itu ke hadapan Amanda.
"Itu apa Mom?" tanya Richard.
"Jamu, biar Manda fit terus badannya."
"Kok aku nggak dikasih juga Mom? Kan aku yang banyak goyang, bukan Manda."
"Ish, mulut kamu tuh yah!" sentak Tari kesal.
Rena sampai menutup telinga Keith karena tidak ingin anaknya mendengar ucapan tidak berfaedah Richard. Anak berumur lima tahun itu pasti akan terus bertanya macam-macam padanya jika tidak puas dengan jawaban yang dia berikan.
"Ini untuk wanita, kalo kamu cukup minum susu sama madu aja. Udah pasti kuat kamu itu sehari semalem!" sambung Tari lagi.
Amanda mencium aroma menyengat dari gelas kecil yang diberikan Tari padanya. Wanita itu tidak bisa menolak saat Tari terus memaksanya untuk langsung menghabiskan isi dalam gelas tersebut.
Rasanya yang pahit dan ... aneh menurut Amanda, membuat dia mual seketika.
"Kenapa By?" tanya Richard melihat wanitanya tidak nyaman.
Amanda menggeleng tidak ingin membuat Tari kecewa jika dia memuntahkan apa yang baru saja dia teguk itu.
"Nggak enak yah rasanya?" sela Tari. "Emang begitu kalo baru pertama minum, nanti juga kamu terbiasa kok."
"I-iya Mom," sahut Amanda berusaha kuat menahan mual.
"Yaudah kalian istirahat dulu gih, nanti malam turun buat makan malam yah. Mommy udah ngajak ibu Amel juga kesini."
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Aduh,, mau juga dong sekali-kali dijemput begini 😂