Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Tahan, yah...


__ADS_3

"Lo kenapa, Nal?" Celin duduk dipinggir ranjang kamar hotel, tempat keduanya akan menghabiskan malam panjang mereka.


Sudah hampir dua puluh menit menunggu, Donal tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Entah apa yang dilakukan pria itu di dalam sana dan membuat Celin khawatir.


"Perut gue sakit banget, Cel." Donal ikut duduk di samping istrinya.


"Emang Lo makan apa tadi?"


"Nggak makan apa-apa. Kita, kan makan sepiring tadi...." sahut Donal mengusap perutnya.


"Coba diinget lagi Lo makan apa, nggak mungkin Lo sakit perut trus gue enggak." Donal diam mencoba mengingat-ingat apa yang dia makan dan minum saat resepsi pernikahan mereka berlangsung.


Terakhir kali sebelum mereka pulang dari venue, Donal sempat diberikan minuman oleh sahabatnya Mike dan setelah itu ...


"Taii, ini pasti ulah Mike!" kesal Donal akhirnya tahu kenapa dia sampai sakit perut seperti ini.


"Mike? Kenapa sama Mike?" tanya Celin tidak mengerti.


"Tadi gue dikasih minum sama dia sebelum kita pulang, Cel. Kayaknya dia sengaja ngasih sesuatu di minuman itu, deh...."


"Lo yakin?" Donal mengangguk. "Nggak mungkin, masa Mike sengaja mau ngerjain elo, sih?!" sambung Celin tidak percaya.


"Ck, dia pasti mau ngebales gue soal kemarin."


Celin mengernyit. "Ngebales apaan maksud Lo?"


Donal membuang nafas kasar, sedikit berpindah tempat untuk mencari posisi enak di atas ranjang.


"Kemarin gue sempet ngasih tali sama Manis sebelum mereka naik ke kamar. Gue bilang kalo Mike nyakitin dia, iket aja bijinya pake tu tali. Kayaknya Mike sengaja bales gue soal itu, deh." Celin menggelengkan kepala mendengar penuturan suaminya.


Pria ini memang usil dan senang mencari masalah sendiri, pikirnya.


"Yaudah, kalo gitu Lo nikmatin aja malam pertama Lo sama kamar mandi!" Kesal, Celin naik ke atas ranjang tanpa mempedulikan Donal yang tampak masih kesakitan di sampingnya.


"Loh kok gitu sih, Cel...? Tolong usap-usap perut gue dong biar cepet ilang sakit perutnya," bujuk Donal.


"Nggak! Siapa suruh Lo nyari penyakit sendiri! Rasain itu senjata makan tuan!" Celin menarik selimut, tidak mau tahu dengan kesialan yang menimpa suaminya.


Siapa suruh Donal mengganggu malam pertama sahabatnya. Akhirnya sekarang malah mereka yang terganggu, kan? Celin kesal sendiri dengan kelakuan pria berkulit sawo matang itu.


"Ini apa Mike?" Manis menunjukkan sebuah botol kecil yang dia ambil dari saku celana kain yang dipakai suaminya tadi.


"Eh, jangan. Itu obat mules." Mike buru-buru mengambilnya dari tangan Manis.


"Obat mules? Emang kamu nggak bisa kebelakang juga?" tanya Manis khawatir.


"Enggak, tadi Donal minta gue bawain ini buat dia. Katanya biar nanti malem dia lebih plong pas main," sahut Mike beralasan.

__ADS_1


"Astaga ... ada-ada aja kalian." Manis membawa baju kotor pria blasteran itu ke keranjang pakaian kotor, dan bersiap untuk tidur.


Mike sudah menunggunya dengan tidak sabar di atas ranjang rumah mereka, bokongnya setidaknya sudah lebih baik dari dua hari yang lalu.


"Sini, Nis...." panggil Mike menepuk tempat disampingnya.


Wanita itu mengangguk dan berjalan, naik ke atas ranjang bersama Mike. "Kenapa?" tanyanya.


"Ini, kan udah dua hari...."


"Jadi?"


"Ya, jadi ... kita udah bisa gesek-gesekkan lagi kayak malam pertama kita, Nis." sahut Mike menaik turunkan alisnya.


Wajah Manis sontak memerah mendengarnya. Ternyata maksud pria ini adalah untuk meminta jatahnya sebagai suami padanya.


"Bener kamu udah nggak pa-pa?" tanya Manis memastikan.


"Iya, nanti aku mainnya pelan-pelan aja biar Lo juga bisa nyaman."


"Yaudah, aku ganti baju dulu kalo gitu."


"Eh, ganti baju apalagi?" tahan Mike.


"Baju dinas, kata Amanda aku harus sering-sering make baju dinas biar suami seneng...," sahut Manis polos.


"Kalo gitu kamu pelan-pelan, yah Mike...? Itu sakit banget."


"Iya, Lo tenang aja. Lo cukup diem dan nikmatin apa yang gue kasih, ok?" Manis mengangguk patuh.


Mike mulai mengusap telinga Manis yang dingin, dan perlahan mendekatkan wajahnya ke bibir tipis istrinya.


Ciuman-ciuman lembut mulai berubah menjadi ciuman yang menuntut. Mike asik mengeksplor setiap sudut mulut Manis, dengan tangan yang mulai menjalar ke dada.


Mike menyingkap pakaian atas Manis, dan meremass dadanya bergantian dengan pijatan lembut di ujung puncak itu. Jari-jarinya terus bergerak, memberi tekanan lembut dan sedikit kasar, hingga suara desahann tertahan terdengar dari bibir Manis.


Mike tersenyum dan pindah mencumbu leher, turun ke dada Manis yang terlihat menantang. Pria itu cukup lama menghabiskan waktu di sana, sengaja memberi foreplayy yang lebih untuk istrinya.


Tangan kanannya sudah turun ke bawah, mengusap dan sedikit menekan tubuh inti Manis yang masih tertutup kain tipis.


Manis mulai menggila, tubuhnya seperti sedang dialiri listrik dengan ketegangan yang tinggi. Apalagi merasakan sapuan lidah Mike di perut dan semakin turun ke bawah, Manis merasa tubuhnya ikut tertarik ke dalam permainan lembut Mike ditubuhnya.


Sebelum sempat merasai area hangat istrinya, Mike terlebih dahulu menarik keluar semua kain yang menutupi tubuh Manis, hingga wanita itu poloss di depannya.


Manik mata abu-abu Mike tidak berhenti memindai tubuh mulus istrinya yang tampak pasrah dengan apa yang akan dilakukan Mike selanjutnya.


Mike menunduk, kembali mengusap bibir merah muda yang tidak pernah terjamah itu. Rasa penasaran yang tinggi membuat Mike membenamkan dirinya di sana, dan mulai mengecapi itu dengan lembut.

__ADS_1


Lidahh panjang Mike asik menjelajah, memberi rasa geli dan sensasi yang tak tergambarkan dipikiran Manis. Wanita itu hanya mendesahh dengan nafas yang berat, dan tanpa sadar ikut menggerakkan pinggulnya mengikuti permainann lidah Mike.


"Mi-mike...." Manis tidak bisa menahan diri, Mike sedang mempermainkan tubuh intinyaa dengan penuh semangat. Bunyi kecapan suaranya pun ikut terdengar, memenuhi kamar mereka.


"Enak, Nis." Mike menjauhkan wajahnya dari bawah sana, mengusap bibirnya yang basah.


"Gue masuk, yah? Kalo sakit, kamu garuk aja punggung gue...," sambung pria itu memberi solusi.


Manis diam, menunggu langkah selanjutnya yang akan dilakukan Mike lagi. Suaminya sedang membuka seluruh pakaiannya, memperlihatkan dada yang bidang dan perutnya yang memanjakan mata.


Benda perkasaa yang ikut menyembul diantara pangkal paha Mike bersiap memasuki kelembutan Manis. Wanita itu sampai menahan nafas merasakan desakan Mike yang pelan namun pasti sedang mencoba masuk dibawah sana.


"Sa-sakit Mike...," keluh Manis.


"Bentar lagi, Nis. Tahan, yah?" Mike mencium bibir Manis lagi untuk membuat istrinya tenang, dan kembali membuat Manis terbuai dalam permainannya.


Dalam sekali hentakan terakhir yang cukup kuat, Mike akhirnya berhasil menembus pertahanan Manis hingga manik mata coklat wanita itu membola sempurna. Manis sampai menggigit bibir Mike dengan tangan yang menggaruk punggung suaminya.


Mike bisa merasakan punggungnya pasti sudah luka sekarang, rasa perih dikulitnya bisa membuktikan bagaimana tajamnya kuku Manis menembus kulit tubuh bagian belakang dia.


Cukup lama membiarkan Manis beradaptasi dengan miliknya di dalam sana, Mike pun mulai menggerakkan pinggulnya perlahan mengajak Manis mencapai puncak kenikmatan bersama.


.


.


.


.


.


.


Ok udah Gol, yah...


Jangan protes² lagi sama kepribadian Manis yang bilang dia bego atau nggak ada cewek kayak dia di jaman sekarang.


1 diantara 1.000 pasti masih ada guys


Kalo enggak, nggak ada namanya perdagangan manusia yang sengaja ngambil kepolosan seseorang untuk dijebak.


Jadi, mari nikmatin akhir-akhir part cerita ini guys...


Jangan lupa Giveaway-nya juga masih berlangsung sampe tanggal 28


Terima kasih 🌹

__ADS_1


__ADS_2