Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Nasib


__ADS_3

Mawar maju menumbangkan Ardi lebih dulu, mantan anggota rahasia yang sudah lama tidak terjun langsung menghadapi musuh, begitu bersemangat mendapatkan samsak baru di depannya.


Mawar tidak berhenti meluncurkan serangan demi serangan untuk pria pengganggu itu. Ardi jadi sedikit kewalahan menghadapi Mawar yang dipikirnya hanya seorang wanita lemah yang jago dimulut.


Mawar berhasil melayangkan satu pukulan kuat di wajah pria berpostur jauh lebih tinggi darinya, hingga Ardi kembali terjerembab jatuh ke jalan paving.


"Cuma segitu kemampuan Lo? Katanya Lo selalu mukulin cewek, kenapa sekarang hadapin gue Lo malah jadi lembek begitu? Nggak mampu Lo?!" ledek Mawar tertawa remeh.


Ardi mengusap sudut bibirnya yang berdarah dan bangkit menyerang Mawar kembali. Tubuhnya yang jauh lebih kecil, memudahkan wanita itu menghindari setiap serangan yang diberikan Ardi.


Hingga akhirnya Mawar berhasil menangkap tangan pria itu dan memutarnya kebelakang, sampai bunyi kretakan terdengar dari sana.


"Aaaa...." teriak Ardi menahan rasa sakit di tangannya yang mungkin patah.


Mawar mendorong tubuh Ardi dan menginjak punggung pria pengganggu itu. "Gimana? Enak nggak rasanya?"


"Brengsek! Gue bunuh Lo lontee!" geram Ardi berusaha berdiri.


Mawar pindah dan menginjak kuat tengkuk Ardi hingga pria itu kembali merintih kesakitan.


"War...!" teriak Amanda yang ternyata tidak pergi ke mobil seperti perintah Mawar tadi. "Udah War, dia bisa mati!" sambungnya berusaha melerai perkelahian itu.


"Kamu ngapain kesini lagi Manda? Udah minggir, biar aku yang urusin dia."


"Tapi War, dia bisa mati. Udah, jangan nginjak Ardi lagi...," pinta Amanda takut.


Mawar berdecak dan mengangkat kakinya dari tengkuk Ardi, dia menarik Amanda menjauh dari pria itu agar tidak akan berdekatan dengannya.


"Ar, udah yah ... tolong jangan ganggu gue lagi. Gue mohon jangan pernah muncul lagi di depan gue. Tolong biarin aku bahagia dengan hidup gue sendiri, kita nggak bakal bisa kayak dulu lagi Ar."


Ardi berusaha berdiri, mendengar ucapan menyakitkan dari wanita yang dia cinta membuat hatinya makin sakit.


Tidak bisakah mereka kembali bersama seperti dulu? Tidak bisakah dia mendapatkan kesempatan untuk bisa bersama dengan cinta di hidupnya ini? Kenapa nasibnya sangat naas? Apa ini balasan karena dulu mengkhianati cinta Amanda?


"Jangan ngomong begitu Manda ... Lo tau kalo gue cuma cinta sama Lo. Gue udah nggak punya apa-apa lagi sekarang, cuma elo yang gue punya. Cuma elo yang bisa jadi pegangan di hidup gue, tolong kasih gue satu kesempatan lagi Manda...."


Ardi berjalan mencoba mendekati Amanda, namun wanita itu malah bersembunyi di punggung Mawar. Dia takut Ardi akan bertingkah nekat dan menariknya seperti tempo hari.


"Gue nggak bisa Ar, maaf. Hati gue udah nggak bisa nerima Lo lagi. Jaga diri Lo baik-baik yah...." Amanda pamit dan pergi meninggalkan mantan tunangannya itu diikuti Mawar dari belakang.


"Manda, Amanda...." teriak Ardi mencoba mengejar wanitanya.

__ADS_1


Tapi Amanda malah berlari menjauh tidak ingin mendengar apapun lagi dari mulut Ardi. Pria itu terdiam menatap sedih mobil yang membawa Amanda pergi meninggalkan halaman cafe.


Cafe ini dulu selalu menjadi tempat mereka berdua menghabiskan waktu bersama. Ardi bahkan masih ingat apa minuman kesukaan Amanda jika mereka datang kesini.


Ardi pikir Amanda sengaja datang kesini untuk menemuinya setelah pesan yang dia kirim tadi pagi. Tapi sepertinya wanita itu tidak membaca pesan yang dia kirimkan.


Terbukti bagaimana tadi Amanda menolaknya mentah-mentah dan menghindar tidak ingin menemuinya.


Tertatih Ardi masuk ke dalam mobil, bagaimana ini? Tangannya sangat sakit dan tidak bisa membawa mobil. Ardi menangis sesenggukan di dalam sana sendirian, meratapi nasibnya yang harus berakhir menyedihkan karena wanita.


"Kamu nggak apa-apa Beby?" tanya Richard yang baru saja tiba di butik tunangannya.


"Kamu kok disini?"


"Tadi Mawar telpon aku bilang kamu ketemu Ardi lagi di cafe, aku langsung buru-buru kemari. Kamu baik-baik aja, kan? Dia nggak ngapa-ngapain kamu, kan Beby?"


Richard memutar-mutar badan Amanda untuk memastikan sendiri keadaan wanitanya.


"Aku baik-baik aja Chad," keluh Amanda mulai pusing.


Richard mengangkat kemeja biru yang dipakai wanitanya hingga perut rata Amanda terlihat.


"Apa sih, aku cuma pengen mastiin aja Beby. Aku bakal laporin dia ke polisi kalo dia ngasarin kamu lagi tadi!"


"Iya, tapi disini ada Mawar, Chad...." keluh Amanda setengah berbisik.


Mawar yang duduk di kursi sofa dalam ruangan hanya bisa nyengir malu melihat kelakukan dua orang di depannya.


Richard yang ditegur oleh Amanda hanya berdecak tidak mempedulikan bodyguard yang dia bayar untuk melindungi calon istrinya.


"Sini...." ujar pria blasteran itu menarik Amanda dalam dekapannya. "Aku pikir dia ngapa-ngapain kamu lagi By."


Amanda makin malu mendapati pria itu malah memeluknya di depan Mawar, wajahnya sudah merona merah karena tingkah romantis Richard yang tidak pandang tempat, dan sedang bersama dengan siapa.


"Aku nggak pa-pa Chad. Udah ih, malu sama bodyguard kamu tuh."


"Biarin aja, dia juga ngerti kok."


Amanda hanya bisa menghembuskan nafas panjang menerima pelukan posesif calon suaminya.


"Aku keluar dulu Pak, Nona...." sela Mawar tidak enak.

__ADS_1


"Iya, maaf yah War...." sahut Amanda dari balik dada bidang Richard.


Mawar mengangguk dan keluar ruangan pemilik butik ini, astaga ... melihat adegan romantis seperti tadi membuat dia juga ingin cepat-cepat punya pacar.


"Udah, aku nggak pa-pa Chad. Tenang aja, aku masih disini sama kamu...." Amanda mengusap lembut punggung Richard setelah Mawar keluar meninggalkan mereka berdua.


"Iya, aku bersyukur Mawar ada disamping kamu By. Kalo dia nggak ada, aku nggak tau apa yang bakal aku lakuin kalo si sapii itu nyulik kamu lagi dari aku!"


"Kalo pun dia nyulik aku, dia tetep gak bisa nyulik hati aku dari kamu."


Richard tersenyum mendengar ucapan manis dari bibir manis wanitanya. "Kamu udah makin pinter ngomong yah sekarang. Bikin gemes tau nggak," godanya melepaskan pelukan mereka.


"Aku kan belajar dari kamu," kekeh Amanda.


"Iya, bener...."


Dua orang yang tengah diliputi bunga-bunga cinta itu tertawa geli bersama. Untung saja Richard cepat bergerak sehingga Amanda masih berada di dekatnya saat ini.


Richard tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Amanda sampai menghilang darinya. Membayangkan itu saja sudah membuat Richard ketakutan, apalagi sampai benar terjadi. Dia tidak ingin sedikitpun Amanda jauh darinya.


Mungkin peringatan terakhir untuk Ardi bisa membuat pria gila itu berhenti mengganggu Amanda dan hubungan mereka berdua pikirnya. Dia harus menemui Ardi secepatnya dan berbicara antar pria dengan pria.


"Kalo gitu temenin aku 'main' yuk...."


.


.


.


.


.


.


.


Maafkeuen si babang Richard yang terlalu mesum yah guys....


Hobby dia dari dulukan begitu yak 🤭😂

__ADS_1


__ADS_2