
"Aaaa...." Mawar berteriak kaget, menutup matanya dengan tangan.
"Apa sih, War teriak-teriak begitu?!" ujar Dira ikut kaget mendengar suara teriakan Mawar.
"Lo ngapain nggak pake baju, Dir?!" sahut wanita itu masih menutup matanya.
"Ya namanya juga orang baru abis mandi, War. Masa gue mandi pake baju, sih? Ada-ada aja Lo!" Dira meneruskan langkahnya mendekati lemari kamar hotel hanya menggunakan handuk dengan tubuh bagian atas yang polos.
"Emang Lo nggak bisa bawa baju dulu ke kamar mandi sebelum masuk, hah?! Disini bukan cuma Lo doang, Dir!"
"Udah nggak usah bawel! Gue nggak biasa bawa baju ke kamar mandi." Dira sudah berdiri di dekat Mawar yang tepat berdiri di depan lemari.
"Trus Lo ngapain deket-deket gue, sih?!" risih Mawar mengintip dari sela-sela jarinya.
"Mau ambil bajulah, masa mau ngajakin Lo main, sih. Minggir, Lo ngalangin gue!" Mawar sontak menjauh dari Dira yang terlihat santai dan tertawa geli melihat tingkah wanita itu.
Mawar berbalik membelakangi Dira yang dengan tidak tahu malunya malah berganti baju di situ.
Melihat dada bidang dengan sedikit kotak-kotak di sana membuat jantung Mawar bertalu. Mawar tidak menyangka kalau dibalik tubuh tinggi yang kurus itu, Dira mempunyai harta karun yang sangat indah dibaliknya.
Apalagi dengan adanya tato di leher sampai ke lengannya, makin membuat tubuh Dira terlihat lebih seksi dan jantann dimata Mawar.
Astaga ... apa yang gue pikirin? Mawar menggelengkan kepala mengusir pikiran aneh yang datang menghampirinya. Mana mungkin hanya melihat pemandangan sekilas tadi sudah membuat pikirannya kacau? Mawar merasa ada yang tidak beres dengan dirinya sendiri.
"Pasti lagi mikirin yang enggak-enggak...!" Dira tiba-tiba sudah berdiri di belakang Mawar, yang membuat wanita itu berjengkit kaget.
"A-apa maksud Lo?!" sahut Mawar gugup.
"Tuh, kan bener ... Lo pasti lagi ngebayangin tubuh perkasa gue, kan?" goda Dira masih berdiri di belakang Mawar.
Nafas pria bertubuh jauh lebih tinggi darinya itu terasa di tengkuk Mawar, wajahnya sudah memerah karena ledekan Dira yang memang benar.
"Nggak usah GR, siapa juga yang lagi ngebayangin tubuh elo?! Badan Lo nggak ada apa-apanya dibanding temen-temen satu tim gue dulu kali!" elak Mawar melangkah menjauh dari Dira.
Pria bermata sipit itu dengan cepat menahan tangan Mawar, menariknya dengan kuat hingga tubuh Mawar menghantam dada Dira yang bidang.
"Bener Lo lagi nggak ngebayangin tubuh gue? Muka Lo nggak bisa boong, War...." Dira tersenyum nakal menatap dalam manik mata cokelat tua Mawar.
Wajah mereka lagi-lagi sangat dekat, dengan aroma nafas mint yang menyeruak masuk ke indera penciuman Mawar.
__ADS_1
"Kalo Lo mau, Lo bisa nyentuh tubuh gue kok...," kekeh Dira masih menggoda wanita yang semakin memerah di depannya.
"Dasar nggak waras!" Mawar menepis tangan Dira kasar, dan berjalan cepat masuk ke kamar mandi.
Jantungnya akan semakin tidak sehat jika masih terus berlama-lama dengan Dira. Pria itu memang gila, sejak mereka tiba di sana Dira terus bertingkah seenaknya padanya.
Mawar resah sendiri mengingat mereka masih akan terus bersama dalam satu kamar, sampai beberapa hari kedepan.
"Lo yakin mau tidur disitu, War?" Dira memperhatikan wanita berkulit putih mulus itu dari atas ranjang.
Mawar sudah selesai mandi dan memakai piyama teddy bear berwarna pink yang terlihat lucu dimata Dira.
"Kenapa? Mau tukeran sama gue?" sahut Mawar dari atas kursi sofa.
"Nggak makasih, gue lebih seneng tidur di atas ranjang empuk daripada disitu. Leher gue bisa kesemutan kalo tidur di tempat yang keras."
Mawar berdecak, menarik selimut menutupi wajahnya. "Kalo nggak mau nggak usah banyak tanya. Gangguin aja Lo!"
Dira diam memutar otak, entah alasan apalagi yang harus dia katakan pada wanita itu agar mau tidur dengannya.
Sebelum Mawar memutuskan tidur di sofa, mereka sempat berdebat untuk memilih siapa yang bisa tidur di ranjang.
Dira jadi bingung sendiri harus memakai alasan apalagi untuk membuat Mawar tidur bersamanya.
Sembari berpikir, Dira mematikan lampu kamar dan tersisa satu lampu tidur di atas kepalanya. Mawar seketika menarik selimut dari atas wajahnya dan memberi protes pada Dira.
"Kok lampunya dimatiin, Dir?"
"Kenapa emangnya? Gue nggak biasa tidur banyak lampu!"
"Tapi dibagian gue sini gelap Dira ... gue nggak mau tidur gelap-gelapan kayak gini!" protes Mawar lagi.
"Ya itu, sih derita Lo. Siapa suruh Lo mau tidur disitu," sahut Dira berpura-pura masa bodoh.
"Udah tahu penakut masih aja mau sok-sokan tidur sendirian di sana!" sambungnya sengaja membuat Mawar kesal.
"Lo kok jadi cowok egois banget, sih?! Nggak bisa apa, yah ngalah dikit ama cewek?!"
"Gue udah ngalah, War. Lo nya aja yang terlalu gengsi jadi cewek!"
__ADS_1
Mawar mendengus, tidak mampu menahan kekesalan pada pria itu. Sudah sejak tadi dia berusaha menahan diri menghadapi Dira, tapi sepertinya asisten atasannya ini sengaja mencobai dia sejak tadi.
"Eh, mau apa Lo?!" Dira tidak sempat menghindar saat Mawar berlari menjatuhkan dirinya dengan keras ke atas tubuhnya yang tidak siap.
"Aww...," ringisnya. Dira bisa merasakan kalau perut dan dadanya sangat sakit saat Mawar bertindak tidak terduga seperi ini.
Tidak hanya sampai di sana, Mawar ikut mengalungkan tangannya ke leher Dira, mencekik pria itu hingga Dira kesusahan bernafas.
"Wa-war...." Dira terbata bersuara dengan bola mata yang terlihat memutih.
"Sekali lagi Lo bikin gue kesel, gue patahin leher Lo!" ancam Mawar, menarik tangannya dari leher Dira.
Seketika pria itu terbatuk-batuk dengan dada dan leher yang terasa berdenyut. Dasar cewek bar-bar, kesalnya dalam hati.
Mawar tersenyum menang dan beranjak dari atas tubuh Dira yang kesakitan. Malam itu dia bisa tidur dengan nyenyak karena merasa plong bisa mengeluarkan kekesalan dihatinya selama satu hari ini.
Saking nyenyaknya, Mawar tidak sadar kalau Dira sudah mengangkatnya pindah ke ranjang, dan tidur dengannya.
Dira yakin kalau besok pagi Mawar pasti akan heboh dan salah tingkah berada satu kasur dengannya.
"Selamat malam, War. Mimpiin gue, yah...?" Dira mengecup dahi wanita yang dia cinta, memeluknya dengan erat.
.
.
.
.
.
.
.
Hari terakhir Giveaway guys,
Yuk yang belum komen di postingan terakhir author bisa langsung cek di IG ...
__ADS_1
Terima kasih 🌹