Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Jangan Nakal Lagi...


__ADS_3

Rena yang baru tiba bersama suaminya Deryl dan anak mereka Keith, terkejut mendapati tiga orang pria yang tidak lagi muda sedang berdiri dengan satu kaki yang diangkat dan dua tangan memegang telinga.


"Mommy, uncle kenapa?" tanya Keith menunjuk tiga orang pria di depannya.


"Nggak tau sayang, udah yuk masuk ke dalam main sama grandpa." Rena menarik Keith masuk meninggalkan tiga pria yang berdiri membelakangi mereka.


Deryl yang melihat itu tertawa cekikikan menahan geli. "Kenapa lagi kalian?" tanyanya mendekati mereka.


"Bukan urusan Lo!" sentak Richard kesal.


Deryl makin tertawa terbahak melihat baju ketiganya yang compang camping. Pasti baru saja terjadi perang, pikirnya.


"Sana Lo!" usir Mike ikut kesal dengan kakak ipar sahabatnya.


"Makanya jangan nakal lagi, inget umur woi...!" ledek Deryl makin membuat tiga sahabat itu meradang.


"Anjrittt, gue tabok juga Lo!" kesal Richard melayangkan tangan kanannya ke arah Deryl.


"Mau apa kamu Richard?!" Tari datang dan kembali menjewer telinga anak laki-lakinya.


"Aduh Mom, sakit Mom...." pekik Richard menahan tangan Tari.


"Mommy suruh kamu berdiri disana bukan mau gangguin kakak ipar kamu Richad!"


"Siapa yang gangguin sih Mom, yang ada dia tuh yang ledekin kita bertiga dari tadi!" elak Richard masih memegang tangan Tari yang menempel di telinganya.


"Masih mau ngelak lagi, mau Mommy hukum kamu satu malem berdiri disini, hah?!"


Deryl yang berdiri di belakang Tari semakin meledek Richard dengan menjulurkan lidahnya. Kakak ipar bulenya itu memang senang menggoda dia sejak dulu. Awas aja Lo, bangkee! Kesal Richard dalam hati.


"Sana, berdiri disana sama dua temen kamu yang nggak bener itu!"


Tari melepaskan tangannya dari telinga Richard dan mendorong pria itu ke dekat dua sahabat yang masih berdiri dengan satu kaki, dan dua tangan berada di telinga.


"Udah dong Mom, sampe kapan Mommy mau hukum kita? Richard udah capek nih berdiri terus daritadi...."


Mike dan Donal ikut mengangguk memasang wajah memelas, kaki mereka sudah keram diangkat tinggi sebatas lutut sejak tiba di rumah sahabat mereka.


"Banyak alesan aja kamu, kalo disuruh berdiri yang lain gak pernah tuh ngeluh capek kek begini!"


"Ya itu, kan lain Mom ... itu bediri enak namanya," sahut Richard dengan jawaban absurd-nya.


"Ish, mulut kamu yah Chad! Minta Mommy jahit mulut kamu itu?!"


"Kan, Mommy yang duluan godain Richard...." sahutnya tersenyum nakal.


"Udah diem disana! Tunggu sejam lagi baru kalian bisa duduk!"

__ADS_1


"Apa?" Kompak tiga sekawan itu memekik.


"Mom, ampun Mom...." sambung mereka bertiga lagi berbalasan.


Tari tidak mengindahkan ucapan permohonan mereka dan masuk ke dalam mengajak anak menantu bulenya. Deryl berbalik dan kembali menjulurkan lidah meledek the three idiots versinya itu.


"Anjrittt...! Pengen gue potong lidah kakak ipar Lo itu, Chad!" kesal Donal mengibaskan kakinya yang diangkat karena keram.


"Liat aja nanti, gue bales si bangkee itu!" timpal Richard ikut kesal dengan tingkah Deryl yang dipanggilnya bule jadi-jadian.


"Ini semua gara-gara elo Mike!" sambung Richard menatap pria blasteran itu.


"Kenapa jadi gue sih, Chad. Sumpah, gue nggak tau tuh tiga kunti itu datang dari mana! Gue mana berani ngajak cewek ke tempat kita, gue masih sayang nyawa cuy...."


"Halah, alesan aja Lo taii! Gara-gara Lo gue ikut kena imbas mommy Tari!" sela Donal geram dengan kelakuan sahabatnya.


"Emang gak bisa dibilangin yah Lo pada! Tunggu gue telpon manajer club biar Lo bedua percaya!"


Mike merogoh ponsel miliknya di saku celana dan menekan tombol manajer club yang memang sudah lama kenal dengan dia.


"Halo Pak, maaf ganggu. Ini aku mau nanya kenapa ada cewek tadi diruangan VIP yang biasa aku pake yah?"


Mike membuka tombol speaker agar dua sahabatnya bisa mendengar langsung apa yang dikatakan manajer club tersebut.


"Iya, maaf Pak. Tadi mereka salah masuk ruangan. Mereka diminta ke ruangan tiga malah masuk di ruangan satu karena masih baru. Maaf yah Pak atas ketidaknyamanannya...," sahut manajer club dari seberang sana.


"Oh, ok Pak. Makasih infonya." Mike menutup panggilan itu dan menatap bergantian Richard dan Donal.


Richard berdecak diikuti Donal di sampingnya. Apes bener mereka malam ini gegara tiga Kunti itu!


"Richard kenapa sih, Mom sama dua temennya itu?" tanya Rena duduk di dekat Tari.


"Biasalah, kenakalan remaja tapi nggak sadar diri udah tua!"


"Hah? Maksudnya gimana sih Mom?"


Tari mendengus dan menceritakan bagaimana dia mengikuti anak laki-lakinya tadi dan memergoki mereka membawa cewek ke dalam ruangan VIP.


"Mommy gak masalah dia ngumpul-ngumpul sama dua biji itu, tapi Mommy gak suka kalo mereka masih main cewek kayak dulu! Udah mau nikah juga, masih aja main-main begitu. Kesel Mommy tau gak!"


Rena duduk cekikikan di samping Tari ibunya, sejak dulu tiga sekawan itu memang sering membuat ulah sampai Tari sempat darah tinggi karenanya.


"Udah, nggak usah disimpen dihati Mom. Tapi, untung aja yah Mommy ikutin Richard. Kalo enggak, tau deh apa jadinya tuh anak di gebukin Amanda."


"Nah iya bener, tadi Mommy suruh dia kesini. Biar tau rasa si Richard!"


"Hah? Mommy suruh Manda kesini?" kaget Rena.

__ADS_1


"Iya, biar dia tau gimana kelakuan calon suami sama dua biji itu kalo ketemuan! Kesel Mommy lama-lama sama mereka!"


Rena menggelengkan kepala mendengar ucapan ibunya. Entah apa yang akan terjadi nanti kalau Amanda datang dan mendengar laporan Tari padanya.


"Beby...." kaget Richard mendapati tunangannya baru saja tiba.


"Kamu ngapain katanya tadi di club sama dua burung bajingann itu, hah?!" sentak Amanda menatap tajam Richard.


"Ka-kagak By, sumpah! Aku nggak ngapa-ngapain disana By...." sahut pria itu gelagapan.


"Jangan boong! Calon istri kamu tuh, Chad!" sela Tari yang baru masuk ke ruang tamu rumah mereka.


"Tapi aku gak boong Mom, tadi manajer club udah bilang kalo itu cuma salah paham doang Mom!" bantah Richard cepat tidak ingin Amanda makin berpikiran buruk padanya.


"Iya bener Mom, tadi Mike udah telpon manajer dan tanya kenapa tiga Kunti itu ada disana!" sela Donal ikut membela sahabatnya.


"Beneran Chad?" tanya Amanda menelisik wajah tampan prianya.


"Iya, Beby ... aku nggak mungkin boongin kamu By...." bujuk Richard mendekati wanita yang hari ini memakai terusan berwarna kuning langsat.


"Jangan percaya sama mereka bertiga Manda, kamu nggak tau gimana nih tiga biji kalo udah ketemu. Mereka pasti bakal saling bela!" tambah Rena ikut memanas-manasi dua pasangan itu.


Sontak Richard langsung menatap tajam kakak perempuannya yang tertawa jahat di depan mereka.


"Manda, Beby, Sayang ... jangan dengerin mereka yah. Percaya sama pria kamu ini aja Beby, aku nggak mungkin boong apalagi sampe khianatin cinta kamu sama aku." bujuk Richard lagi menangkup pipi Amanda.


Semua yang ada disana langsung memutar mata malas melihat Richard malah mencumbu bibir tipis wanitanya untuk membujuk Amanda sebelum dia marah-marah padanya.


"Iya, iya ... aku percaya kok. Jangan nakal lagi yah calon suamiku, kalo nggak aku ulek biji kamu!"


Tawa langsung terdengar di dalam ruangan itu menatap Richard yang sudah merah padam dengan ucapan Amanda padanya.


.


.


.


.


.


.


.


Udah unyu belum pasangan yang bentar lagi sah ini?

__ADS_1


Hehehe


next part author kasih yang manis-manis lagi yah sebelum mereka sah jadi suami istri... 😁


__ADS_2