Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Perlakuan Tidak Enak


__ADS_3

Wanita cantik berpakaian rapi masuk ke dalam gedung perusahaan batu bara yang cukup terkenal di kota ini.


Rambut panjangnya dia gerai dengan sedikit memoleskan pewarna bibir berwarna soft di bibir tipisnya.


"Selamat siang Mba," sapa seorang resepsionis wanita sopan. "Ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau bertemu dengan Pak Donal, bisa?"


"Maaf, kalau boleh tau dengan siapa yah Mba?"


Wanita itu tersenyum dan mengucapkan namanya lantang. "Bilang aja Mawar yang datang."


"Baik Mba Mawar, saya hubungi beliau dulu yah...."


Mawar mengangguk dan tersenyum ramah lagi. Tanpa dia sadari ada seorang wanita bertubuh seksi tengah menatapnya dari atas ke bawah, penasaran dengan sosok wanita baru di kantornya.


"Lo ada perlu apa mau ketemu Donal?" ketusnya mendekati Mawar.


Wanita berkulit putih itu tersentak kaget melihat Celin sudah berdiri di dekatnya.


"Eh, maaf. Tapi ini urusan pribadi," sahutnya tidak kalah ketus.


"Urusan pribadi? Urusan pribadi apa?"


"Lo nggak tuli, kan? Tadi gue bilangnya urusan pribadi, kan. Berarti nggak ada urusannya sama Lo!"


Celin menggeram marah mendengar ucapan wanita di depannya. Apa dia wanita baru pria pemain itu? Kurang ngajar sekali sih Donal kalo sampe main-main sama wanita lain sedangkan dia selalu dipaksanya untuk melayani ***** bejat pria gila itu, pikirnya.


"Mawar...." panggil Donal mendekati dua wanita yang terlihat saling menatap tajam satu sama lain.


"Hai, Nal...." sapa Mawar manja sengaja memanas-manasi Celin.


"Sorry lama, gue tadi lagi meeting sama bos. Yuk naik," ajaknya tanpa mempedulikan Celin disana.


Mawar mengangguk dan berjalan bersisian dengan Donal. Baru beberapa langkah melewati Celin, wanita itu berbalik dan sengaja menjulurkan lidahnya untuk meledek wanita bertubuh seksi itu.


Celin semakin meradang namun tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka sedang berada di kantor. Brengsek! Dasar buaya! Udah ketemu mangsa baru dan Lo nggak peduliin gue, yah ... liat aja nanti Lo, Nal! Gerutunya dalam hati.


"Itu tadi siapanya elo sih?"


"Hah? Siapa yang mana maksud Lo?" tanya Donal bingung.


Mereka sudah menaiki lift menuju lantai tertinggi gedung ini dimana direktur utama berada.


"Itu, cewek yang tadi ada di samping gue. Dia siapanya elo? Kek nggak terima gitu pas gue bilang mau ketemu elo disini," terang Mawar bersandar santai di dinding lift.


"Oh itu, dia mantan sekretarisnya atasan gue dulu. Gue yang gantiin dia disini, jadi mungkin dia rada-rada kesel sama gue kalo ada yang mau ketemu nyariin gue gitu," bohong Donal.

__ADS_1


"Masa sih? Kok gue malah ngeliatnya dia lagi cemburu yah Lo deket sama cewek."


"Ah, perasaan Lo doang itu mah. Nggak usah dipikirin, dia bukan siapa-siapa gue juga kok!" elak Donal tidak ingin Mawar mengetahui hubungan 'enak' antara dia dan Celin selama di kantor.


Mawar mengangguk-angguk mengerti. Dasar cowok, pinter banget kalo lagi boong pikirnya.


"Nanti Lo tunggu bentar yah, bos gue lagi terima tamu di dalem. Tunangannya juga bakal dateng ketemu Lo juga disini, sekalian kalian bisa saling kenal."


"Ok."


Donal meninggalkan wanita berhidung mancung itu di ruang tunggu depan ruangan direktur utama, lalu masuk ke dalam untuk menemui Richard dengan tamu mereka disana.


Selama hampir sepuluh menit menunggu, tamu yang dikatakan Donal tadi keluar bersama dengan seorang pria yang mungkin akan menjadi atasannya juga pikir Mawar.


Pria blasteran dengan senyumnya yang menawan itu terlihat begitu gagah dengan setelan jas berwarna navy, yang menempel sempurna di tubuh atletisnya. Tampan sekali, gumam Mawar terpesona.


"Itu yang bakal jadi bodyguard-nya Manda, Bos." tunjuk Donal padanya.


Sontak Mawar langsung berdiri dan tersenyum kikuk menatap pria di depannya.


"Ok, nanti suruh dia masuk kalo Manda udah dateng, Nal." sahut Richard dengan tangan di dalam saku celana.


Astaga ... apa dia nggak bisa sedikit aja jadi jelek? Kenapa tunangan orang harus seganteng ini sih? Mawar terus menatap calon bosnya yang menghilang di balik pintu.


"War...." panggil Donal membuyarkan pikirannya.


"Tunggu di ruangan gue aja, yuk. Nanti kalo tunangan bos gue udah dateng, Lo bakal di panggil!"


"Eh, nggak usah. Gue tunggu disini aja, nggak enak gue mau gangguin kerjaan Lo," tolak Mawar tidak enak.


"Gangguin gimana sih maksud Lo. Udah ikut aja, dari pada Lo nunggu sendirian disini kayak orang bego. Ayo...," kelakar Donal menarik tangan Mawar.


"Nal...!" suara seorang wanita menyela pembicaraan keduanya.


Wanita itu berjalan cepat mendekati Donal, dan melepaskan dengan kasar tangan kekar pria itu dari lengan Mawar.


"Ngapain Lo pegang-pegang dia, hah?!" kesalnya setengah berteriak.


"Apa sih Lo, Cel...!" geram Donal.


"Dasar cowok murahan, abis Lo dapetin gue sekarang malah nyari mangsa baru! Nggak sadar diri Lo sama biji punya Lo yang kecil itu?!"


Donal mendengus, kesal dengan tingkah Celin padanya. "Terserah Lo mau ngomong apa, minggir!"


Donal mendorong wanita yang sudah dua kali bermain enak dengannya itu, dan menarik tangan Mawar agar mengikuti dia masuk keruangannya.


Mawar yang tidak tau apa-apa dengan masalah mereka hanya bisa mengikuti langkah kaki Donal dari belakang.

__ADS_1


"Sorry yah War, nggak usah di dengerin apa kata Celin tadi...." ujarnya setelah mereka masuk ke ruangan dia.


"Apanya yang nggak usah di dengerin, Nal? Biji punya Lo?" goda Mawar menertawakan perdebatan dua orang tadi.


"Apa sih, biji gue gede yah...."


"Kalo gede masa cewek tadi nyindir Lo sampe segitunya sih," godanya lagi cekikikan di kursi depan meja Donal.


"Kenapa? Lo mau bukti? Sini gue tunjukin sekarang sama Lo!"


"Ish, ogah!" sahut Mawar bergidik geli. "Gue nggak tertarik! Mending Lo nunjukinnya ke cewek tadi aja lagi."


"Makanya jangan ngomong yang aneh-aneh kalo nggak mau gue buka celana gue disini!" ancam Donal tersenyum penuh arti.


Celin yang ditinggalkan begitu saja oleh Donal kesal luar biasa. Dia sampai naik ke lantai yang dulunya menjadi tempat dia bekerja, karena ingin mengetahui apa sebenarnya hubungan pria itu dengan wanita cantik tadi.


Tapi bukannya kejelasan yang dia dapatkan, malah perlakuan tidak enak yang diberikan Donal padanya.


Sial! Dasar cowok nggak tau diuntung! Abis enak-enakan sama gue, sekarang malah mau main sama cewek lain. Liat aja kalo Lo masih berani nyari gue lagi, gue gigit biji Lo sampe abis! Kesal Celin dan berlalu meninggalkan lantai ruangan petinggi perusahannya dengan menaiki lift.


.


.


.


.


.


.


.


Cemburu yah, Cel?


Dulu aja ogah-ogahan,, kok sekarang kek gak terima yah 🤭😂


.


.


.


Btw fyi besok author bakal rilis satu judul novel baru lagi di platform sebelah...


Yang ikutin IG author pasti udah tahu judulnya apa,,

__ADS_1


Silahkan mampir nanti yah 🤗😁


__ADS_2