
Pagi ini Manis bangun dengan tubuh yang jauh lebih segar, ternyata tidur di ranjang milik atasannya tidak semenakutkan yang dia pikirkan semalam.
Nyaman, satu kata itu bisa menggambarkan perasaan Manis karena bisa tidur di kasur seempuk ini. Kasur orang kaya memang beda pikirnya.
Bangun dari atas ranjang, Manis baru menyadari kalau tidak ada Mike di sana. Celingak celinguk mencari keberadaan pria blasteran itu, Manis terpaku pada sosok yang ada di atas sofa dekatnya.
"Itu, kan...." Manis beranjak mendekati Mike yang tidur menggulung seperti kepompong, terbungkus dengan selimutnya.
"Kok dia malah tidur disini, sih?" Manis menggelengkan kepala tidak ingin membangunkan pria itu.
Dia memilih keluar dari kamar, bersiap memasakkan makanan untuk bosnya.
"Ngapain Lo di kamar kakak gue?!" teriak seorang wanita muda dengan seragam putih abu-abunya.
Manis sontak berteriak kaget didepan pintu kamar yang baru saja dia buka, hingga Mike terbangun dan jatuh dari atas sofa.
"Aduh...," ringisnya memegang pinggang.
"Kak...." Wanita muda itu berlari mendekati kakak tirinya, dan membantu Mike berdiri.
"Lila? Kamu ngapain disini?" kaget Mike bangkit berdiri.
Pinggangnya benar-benar sakit sekarang, terhitung sudah dua kali dia terjun bebas ke lantai sejak semalam.
"Kenapa? Kakak nggak suka aku disini? Takut aku ganggu acara dua-duaan Kakak sama tuh cewek gak bener?!" sindir Lila berdiri di samping Mike.
"Mulut kamu, Lila...! Kakak nggak pernah ajarin begitu, yah sama kamu!" tegur Mike.
"Emang bener, kan apa kata aku. Kakak, kan selama ini cuma tau main aja di luar! Pasti ini cewek nggak bener yang Kakak bawa kesini!"
"Astaga...." Mike memijit pelipisnya kesal. Kenapa juga adik tirinya yang cerewet ini bisa ada disini?
"Maaf, Dek. Tapi aku bukan cewek nggak bener kayak kata Adek, aku-"
"Gue nggak ngomong sama Lo!" potong Lila cepat.
"Lila...!" bentak Mike makin kesal melihat tingkah wanita itu.
"Yang sopan kalo ngomong sama yang lebih tua, dia itu pacar kakak!"
"Apa?" Dua wanita berbeda usia yang ada di sana kompak bersuara.
"Pa-pacar?" sahut mereka lagi bersamaan.
"Iya, makanya kalo nggak tau jangan asal nyeblak mulut kamu!" sambung Mike tanpa beban.
"Ya ampun ... maaf, Ka. Aku nggak tau soalnya, maaf yah, Ka." Lila langsung berubah 180° mendekati Manis yang masih terkejut mendengar ucapan Mike barusan.
"Jangan marah yah, Ka. Aku seneng sekarang Ka Mike udah punya pacar, berarti bentar lagi kakak aku udah mau nikah dan aku bakal punya ponakan." sambung Lila lagi tersenyum kegirangan.
__ADS_1
"Ta-tapi aku—"
"Udah, nggak usah cerewet lagi. Kamu ngapain kesini Lila?" sahut Mike memotong ucapan Manis.
Dia tidak ingin adik tirinya itu berbicara yang tidak-tidak lagi, dan memilih mengatakan Manis adalah pacarnya.
Salahnya kenapa tidak ingat kalau adiknya ini bisa datang kapan saja ke rumahnya, karena punya satu kunci yang dia kasih waktu lalu untuk Lila.
Mike mendekati Manis dan merangkul pundak wanita itu, seakan memberi kode untuk jangan bicara ataupun protes lagi padanya.
"Aku diminta papi kesini buat ajak Kakak pulang nanti malam," sahut Lila dengan suara lembutnya.
Manis sampai heran melihat perubahan wanita itu yang tadi bertingkah seperti seekor singa betina, dan sekarang berubah menjadi kucing meong meong.
"Ada apaan emangnya di rumah?" tanya Mike masih merangkul pundak Manis.
"Hari ini, kan papi ulang tahun. Masa Kakak lupa, sih?"
Mike membuang nafas panjang, pria tua itu saja selama ini tidak pernah mengingatnya. Untuk apa juga dia mengingat pria egois itu! Kesal Mike dalam hati.
"Yaudah, aku usahain dateng."
"Ish, selalu aja jawabannya begitu kalo disuruh pulang! Pokoknya nanti malem Kakak harus dateng, Lila bakal marah sama Kakak kalo sampe nggak dateng nanti malam!" sahut Lila bersikukuh.
"Iya, iya ... kakak usahain dateng. Nggak usah ngambek! Udah punya cowok tapi kelakuannya kayak anak kecil!" sindir Mike.
"Taulah, apa sih yang enggak kakak tau tentang kamu."
Lila berdecak, merasa gerak geriknya selama ini diawasi oleh kakak tirinya.
"Udah, ah. Aku mau ke sekolah dulu, nanti malem pacar kakak juga ikut, yah? Eh, namanya siapa, sih? Kita belum kenalan, Ka."
"Namanya Manis, udah nggak usah pegang-pegang tangan segala lagi!" sahut Mike menepis tangan adiknya.
"Ish, posesif amat jadi cowok!" sinis Lila. "Nanti Ka Manis dateng kerumah, yah? Papi kita ulang tahun soalnya. Jangan lupa dandan yang cantik juga, aku pergi dulu, bye...."
Lila keluar dari dalam kamar kakaknya menuju sekolah. Wanita cerewet itu masih duduk di bangku kelas dua SMA, dan berbeda sembilan belas tahun dengan umur Mike.
"Kamu apa-apaan sih Mike, pake ngomong segala kalo aku ini pacar kamu!" sentak Manis setelah Lila pergi.
"Apa sih, gue tuh ngomong begitu juga buat selametin elo dari adek gue, Nis. Lo nggak tau aja gimana sikapnya kalo ketemu sama orang yang nggak dia suka. Bakal abis lo dikerjain sama dia...."
"Ya tapi nggak usah bilang aku ini pacar kamu juga, kan Mike? Kalo dia anggep serius gimana? Aku juga, kan yang repot nanti!" sahut Manis tidak terima.
"Kenapa? Lo emang nggak mau jadi pacar gue?" tanya Mike mendekatkan wajahnya ke arah Manis.
Wanita itu refleks mundur saat Mike makin berani mendekatinya.
"Kamu bisa nggak sih, nggak deket-deket sama aku?!"
__ADS_1
Mike tersenyum menyeringai tidak mau berhenti. "Kenapa emangnya? Tadi malam Lo udah nendang gue seenaknya dari atas ranjang. Pinggang gue sampe sakit karena elo!"
"Ne-nendang gimana maksud kamu? Semalam aku, kan tidur."
Manis tidak bisa menghindar saat kakinya terhenti di pinggir ranjang, dan terduduk di sana.
"Iya, Lo emang tidur. Tapi gue harus jadi korban karena Lo tidur kayak kebo!"
Mike menyentuh ceruk leher Manis dengan mata yang berfokus pada bibir tipis merah muda wanita itu.
Gelanyar aneh langsung dirasakan Manis saat Mike makin dekat dengannya, dan bibir mereka saling bertemu. Manik mata cokelat tua itu membola sempurna, tidak menyangka Mike akan menciumnya pagi ini.
Manis berusaha mendorong tubuh atas Mike yang polos, namun berhasil di tahan oleh pria itu.
Mike tidak ingin kegiatan melepas rasa penasarannya terganggu kali ini. Dia terlalu penasaran dengan rasa dari bibir tipis Manis, yang entah mengapa sangat terasa manis dan berbeda di mulutnya.
Mike makin berani menyesapp bibir yang masih tertutup itu dan juga menggigitnya kecil. Manis terpaksa membuka mulutnya karena Mike makin kuat bermain di sana.
Dalam rasa penasaran yang tinggi, Mike masuk menelusupp isi dalam mulut Manis. Menjelajah setiap sudut bibir dan mulutnya, dengan lidah yang asik mengecapi setiap bagian-bagian itu.
Manis ikut hanyut dalam permainan lidah dan bibir Mike padanya, ini pertama kalinya dia berciuman dengan seorang pria. Ternyata senikmat ini berciuman dengan seseorang pikirnya.
Mike menarik diri, sengaja membuat Manis penasaran dengan ciuman maut darinya. Wanita itu tersadar dan menutup bibirnya yang masih basah dengan pertukaran saliva mereka.
"Itu hukuman buat Lo," ujar Mike tersenyum nakal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya,,,
Udah nggak penasaran lagi, yah sekarang Mike 🤭😆
__ADS_1