
"Siapa yang telpon, Chad?" Amanda baru saja selesai mandi saat Richard mengakhiri panggilannya dengan sekretarisnya.
"Dira."
"Kenapa dia?"
"Ngasih tahu kalo Mawar katanya demam."
"Apa, demam? Kok bisa?" tanya Amanda khawatir.
"Nggak tahu, Dira nggak jelasin kenapa Mawar bisa sampe demam." Richard memperhatikan tubuh wanitanya dari atas ke bawah.
"Tapi dia nggak apa-apa, kan?" tanya Amanda lagi.
"Aku udah suruh Dira bawa Mawar ke rumah sakit." Richard masih memperhatikan tubuh Amanda sambil menelan saliva kasar.
"Baguslah kalo gitu, mudah-mudahan Mawar baik-baik aja...." Amanda kembali meneruskan langkahnya, berjalan masuk ke walk in closet.
Wanita itu akan bersiap-siap ke butik hari ini. Pekerjaannya sedang banyak-banyaknya setelah beristirahat cukup lama. Richard akan mengantarkannya sebelum suaminya pergi ke perusahaan batu bara.
"Beby...." Richard bergegas mengikuti Amanda dari belakang.
"Kenapa?" sahut Amanda sibuk memilih baju.
"Main, yuk...?"
Amanda mengernyit, mengalihkan pandangannya pada Richard. "Nggak mau, aku masih capek. Baru juga tadi malam, kan kamu minta sampe dua ronde!"
Richard berdecak, mendekati istrinya yang masih memakai handuk. "Siapa suruh kamu godain aku pake beginian ... tanggung jawab ini udah bediri."
Richard merapatkan tubuhnya pada Amanda yang telah berbalik membelakangi dia, sengaja menunjukkan miliknya sudah menegang di bawah sana.
"Astaga, Chad ... kamu, kan mau ke kantor. Nanti kamu telat."
"Nggak pa-pa, telat demi nyenengin istri nggak masalah buat aku, By. Mau, yah?" bujuk Richard.
"Ish, nyenengin biji kamu bukan aku nya yang ada!" sahut Amanda mulai risih dengan tangan Richard yang mulai mengusap pahanya.
"Ya, kan sama aja, By. Nyenengin biji sama istri, kan nggak jauh beda. Mau, yah?" bujuk Richard lagi.
Membujuk bukan berati tidak bisa mendapatkan, Richard sudah meenggerayangi tubuh wanitanya dengan tangan, menyapu tubuh halus Amanda dengan tidak sabar.
Pria itu bahkan meninggalkan kecupan-kecupan cintanya di tengkuk Amanda, dengan tangan yang berhasil menarik keluar handuk yang dipakai istrinya.
"Astaga, Chad ... kita bakal telat ini," keluh Amanda melihat dirinya sudah polos membelakangi suaminya.
__ADS_1
"Bentar, doang. Aku nggak bakal lama." Sembari memberikan pemanasan di tubuh Amanda, Richard juga ikut membukaa bajunya mengikuti Amanda yang polos.
Memainkan ujung benda kenyal wanitanya, satu tangan Richard sudah turun ke bawah mengusap tubuh inti Amanda yang dipenuhi bulu-bulu halus itu.
Tidak lupa Richard meninggalkan jejak-jejak cintanya di tubuh putih mulus Amanda, dan sedikit menggigitnya gemas.
Pria itu pindah, meremass bokong Amanda, sedikit memukulnya sebelum mengarahkan keperkasaannya ke kelembutan wanitanya.
"Aku masuk yah, By...." Richard menghentakk dalam satu kali tekanan kuat, menembus area sempit Amanda yang berdiri membelakanginya.
Bukan Richard namanya kalau akan bosan dengan hal menyenangkan seperti ini, pria blasteran itu memang paling tidak bisa melihat tubuh Amanda yang sedikit saja terbuka, atau baru selesai mandi seperti tadi.
"Enak, By...," desahh Richard memainkan pinggulnya dengan lihai.
Amanda hanya menumpu pada pegangan lemari saat suaminya menyentakknya dari belakang. Benda besar dan perkasa itu terasa memenuhi miliknya, dengan rasa sesak luar biasa.
Tangan Richard tidak membiarkan tubuh Amanda bebas begitu saja, jari-jarinya yang besar dan panjang asik meremass dada yang ikut bergoyang mengikuti arah tubuh tuannya.
Richard terus memompa miliknya mencari kenikmatan yang sama-sama mereka butuhkan.
Amanda sudah beberapa kali mendesahh, memekik merasakan hantaman dan permainan pinggul Richard yang terasa menggerogoti tubuh intinya dengan sangat nikmat.
"I Love you Beby...." Richard melenguhh panjang, menyemburkan benih-benihnya dengan tekanan kuat dibawah sana.
Pelepasan terbaik yang selalu dia dapatkan setiap kali bercintaa dengan Amanda, dengan hati penuh kebahagiaan.
"Kita nggak usah ke kantor aja, By...." Richard masih berdiam di belakang tubuh wanitanya, mengatur nafasnya yang masih memburu.
"Kenapa?" sahut Amanda masih berpegangan pada gagang lemari.
"Aku masih mau main sama kamu," bisik Richard ditelinga Amanda.
"Jangan ngada-ngada kamu, Chad! Minggir, aku banyak kerjaan dibutik!" Amanda mulai kesal dengan tingkah suaminya yang selalu bersikap seenaknya.
"Aku juga punya meeting nanti, By. Aku bisa zoom dari rumah. Pokoknya hari ini kita nggak bakal kemana-mana, dirumah aja. Main terus sampe malam."
"Nggak mau! Minggir, aku mau kerja, Chad...." sahut Amanda bersikukuh. Wanita itu mulai berontak, hingga tautan dibawah sana terlepas.
Tidak mau istrinya lari, Richard buru-buru menggendong Amanda, membawanya ke atas ranjang dan mengunci pergerakan istrinya agar tidak bisa kabur.
"Chad...!" pekik Amanda kesal.
Pria itu tidak mempedulikan Amanda yang blingsatann dibawahnya saat dia membenamkan diri memainkan dada Amanda dengan sapuan bibir dan lidah yang bergantian.
Richard bahkan sempat-sempatnya mengigit ujung benda itu, hingga Amanda merintih antara rasa sakit dan nikmat.
__ADS_1
Pikiran Richard saat ini hanya satu kata yaitu, main. Bermain bersama Amanda-nya sampai dia puas. Tidak akan pernah ada kata lelah untuk mencari kenikmatan dunia bersama istrinya.
Turun ke bawah, Richard menusukk kelembutan Amanda dengan jarinya dan memainkan itu dengan lembut.
Amanda sempat berjengkit dengan tubuh yang terangkat saat Richard semakin kuat memainkan jarinya. Pria itu mempehatikan wajah Amanda yang memerah menahan gejolak nikmat darinya.
Richard ikut puas melihat bagaimana mata sipit itu tertutup dan terbuka, dengan bibir tipis yang digigit. Amanda sangat seksi, istrinya terlihat sangat cantik dan menggairahkann dengan wajahnya yang seperti sekarang.
Pria itu ingin merekam wajah wanitanya disaat dia tengah menikmati permainan jarii dan miliknya yang kini sudah berganti masuk ke kelembutan Amanda.
Richard memacu dirinya dengan deru nafas yang berat dan racauan tidak jelas dari mulutnya. Beberapa kali Richard mencium bibir dan dada Amanda yang ikut mendesahh merasakan kenikmatann itu.
"Ch-chad...."
"Iya, By. Kita sama-sama...."
.
.
.
.
.
.
.
Nih, yang minta part Amanda sama Richard
Udah, yah ... 🤭😆
.
.
.
Giveaway-nya author tunda batasnya sampe hari ini, yah guys
Author ada kesibukan sedikit
Jadi besok bakal ada pengumuman pemenangnya melalui Live IG author
__ADS_1
Terima kasih 🌹