Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Kesal


__ADS_3

"Akhirnya selesai juga...," keluh Donal meregangkan otot-otot tangannya.


"Iya, besok Lo bisa sedikit nyantai karena kerjaan kita udah selesai," sahut Mawar duduk di depan pria berhidung mancung itu.


"Iya bener, ini juga berkat Lo, War. Kerjaan gue jadi lebih ringan sekarang."


Mawar mengangguk tersenyum, setelah beberapa hari menghabiskan waktu bersama Donal. Perasaan nyaman dan hangat menyelimuti hati wanita itu.


Entah kenapa memikirkan besok dia akan kembali bekerja bersama Amanda membuat hatinya sedikit tidak rela. Mawar ingin terus berada dekat dengan Donal, bercanda dengan pria ini selalu bisa membuatnya bahagia.


"Kalo gitu, gue anterin Lo pulang yah. Nggak enak ini udah malem Lo pulang sendiri," tawar Donal.


"Boleh. Gue juga gak bawa mobil tadi kesini."


"Yaudah, yuk."


Dua orang itu berjalan bersisian meninggalkan perusahaan batu bara dimana mereka bekerja bersama selama seminggu ini. Masuk ke dalam mobil milik Donal, mereka meluncur menuju rumah Mawar.


"Mmm, Nal...." panggil Mawar ragu-ragu.


"Kenapa?"


"Kita singgah makan dulu gimana? Gue udah laper nih, dirumah gak ada makanan soalnya," sahut Mawar beralasan.


"Emang Lo tinggal sendiri?"


"Iya, gue udah lama tinggal sendiri. Nggak enak udah gede tapi masih tinggal sama orang tua."


Donal manggut-manggut mengerti, entah kenapa pikiran untuk mengajak Mawar ke apartemennya saja sama sekali tidak terlintas dalam otak dia.


Padahal kalau dulu mendengar ada wanita yang dia incar tinggal sendiri, pria itu akan langsung mencari alasan agar mereka bisa kesana berduaan, dan berakhir di ranjang.


Entahlah, padahal Mawar seakan sudah membuka cela agar pria itu mau diajaknya ke apartemen miliknya.


"Yaudah, Lo mau makan apa?" tanya Donal duduk di kursi kemudi.


"Terserah."


"Ya ampun War, ngasih jawaban yang lain bisa gak sih? Gue paling kesel kalo denger cewek tuh ngomong begini, beneran deh."


Mawar tertawa cekikikan disampingnya. "Becanda kali gue Nal, sensi amat sih jadi cowok."


Donal berdecak ikut tertawa bersama Mawar. "Yaudah Lo mau makan apa? Ini kebetulan kita lewat banyak restoran ini." sahutnya menunjuk deretan restoran yang cukup ramai di kawasan itu.


"Gimana kalo steak aja?"


"Ok." Donal langsung memberhentikan mobilnya di depan restoran yang ditunjuk Mawar.


Mereka masuk dan duduk di dekat jendela kaca besar dalam restoran itu.


"Lo yakin mau makan yang berat malem-malem gini, War?" tanya Donal memastikan.

__ADS_1


"Kenapa emangnya?"


"Katanya Lo kalo malem nggak suka makan yang berat-berat kayak gini."


"Oh itu, nggak pa-pa. Kan nggak tiap malem juga gue makan kayak gini. Nggak akan bikin gue gendut lah...."


Donal mengangkat dua bahunya tidak mengerti dengan sikap wanita. Hari ini bicara lain, besoknya juga lain. Ribet pikirnya.


"Nanti kita sering-sering makan malem kayak gini yah, Nal...?" ujar Mawar setelah mereka selesai memesan makanan.


"Boleh, lo telpon gue aja kalo mau. Gue selalu free kok."


"Bener yah, awas aja kalo gue telpon Lo nggak angkat ato banyak alesan!"


"Iya, iya ... tenang aja. Pasti gue angkat dan iyain kalo gue gak sibuk."


Hati Mawar seketika berbunga, entah karena dia sudah jatuh cinta atau tidak. Tapi memikirkan mereka akan sering-sering menghabiskan waktu bersama, membuat Mawar bahagia.


Mungkin perlahan dia akan mulai jatuh cinta dengan kenyamanan yang diberikan pria ini pikirnya.


Baru saja akan menyuapkan suapan pertamanya setelah makanan mereka datang, Donal tidak sengaja melihat seorang wanita berambut panjang dengan cat blonde-nya, masuk bersama seorang pria ke dalam restoran.


Wanita yang sempat dia kejar waktu lalu namun tidak berhasil, sedang tersenyum malu-malu menatap pria di depannya yang sudah duduk berhadapan.


Hati Donal seketika menjadi panas melihatnya, tanpa sadar dia bangkit berdiri dan mengepalkan tangannya kuat.


"Mau kemana, Nal?" tanya Mawar melihat pria itu sudah berjalan meninggalkan dia.


"Ngapain Lo disini?!" sentak Donal menatap tajam Celin.


"Siapa dia Cel?" tanya pria yang datang bersamanya.


"Nggak kenal!" sahut Celin malas, makin membuat Donal kesal.


"Oh, jadi gitu yah. Abis main sama gue, Lo sekarang mau main sama cowok lain lagi? Ini yang Lo bilang gue cowok gampangan? Ternyata kita nggak jauh beda, yah...!"


"Maksud Lo apa ngomong begitu?!" pekik pria di depan Celin tidak terima.


"Diem Lo! Gue nggak punya urusan sama Lo!" bentak Donal membuat mereka menjadi pusat perhatian.


"Nal...!" Mawar berjalan mendekati pria yang sedang marah-marah itu.


Celin berdecih melihat wanita yang sejak dulu senang tebar pesona dan mengganggu ketenangannya, ternyata ada juga disana.


"Kenapa sih, Nal? Jangan marah-marah disini, nggak enak sama pelanggan yang lain," sambung Mawar.


"Denger tuh apa kata mainan baru Lo!" sela Celin duduk bersedekap dada.


"Maksud Lo apa ngomong gitu? Lo, kali yang mainannya!" sahut Mawar tidak terima.


Celin tertawa remeh bangkit dari kursinya. "Makan di tempat lain aja yuk, Beb...." ajaknya pada pria yang datang bersamanya.

__ADS_1


"Beb?" Donal tertawa sinis. "Udah Beb, beb, yah sekarang? Dulu aja ah, ah dibawah gue, Lo!"


"Cari mati ni orang!" sahut pria itu marah.


"Kenapa? Mau mukul gue? Ayo, Lo pikir gue takut sama Lo!" tantang Donal.


"Nal, apa-apaan sih...." Mawar ikut menimpali menahan lengan Donal.


Jangan sampai ada keributan hanya karena seorang wanita sok kecantikan ini pikirnya.


Celin melihat kelakuan Mawar yang terlihat sengaja menggosok-gosokkan dadanya disana. Dia seketika muak dan pergi meninggalkan ketiga orang itu.


Berjalan cepat memanggil taksi yang kebetulan lewat di depan Restoran, Celin membuka pintu mobil tersebut.


"Mau kemana Lo?!" tahan Donal sebelum Celin masuk ke dalam taksi.


"Apa sih, lepasin gue!"


"Nggak! Gue enggak, kan lepasin Lo lagi!" Donal menarik paksa Celin masuk ke dalam mobilnya.


"Jangan gila Lo, Nal! Lepasin gue...!" teriak Celin berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan kekar Donal.


"Berisik!"


Memaksa Celin masuk, Donal berlari memutari mobil dan langsung tancap gas meninggalkan depan restoran.


"Dasar sinting! Mau Lo bawa kemana gue, hah?! Berhenti gak?!" ancam Celin.


"Diem! Lo udah bikin gue kesel, Cel. Siap-siap aja Lo terima hukuman dari gue!"


Mawar yang ditinggalkan Donal, tidak sempat menahan pria itu yang pergi begitu saja tanpa mempedulikannya.


Dalam hati dia kesal dan marah, kenapa juga mereka malah bertemu dengan wanita tidak tahu malu itu pikirnya. Harusnya dia tidak mengajak Donal singgah makan malam tadi.


"Sialan! Brengsek!" maki Mawar menendang tangga masuk restoran.


.


.


.


.


.


.


.


Nah, kan ... hukuman apa yah yang bakal diterima Celin 🤔

__ADS_1


Tungguin yah 🤭😁


__ADS_2