Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Celin Pacar Gue Sekarang


__ADS_3

"Kemana aja Lo bangkee?! Gue telpon gak angkat-angkat!"


"Sorry, sorry ... semalem gue begadang sama Celin."


"Apa? Celin?" Donal mengangguk. "Belum move on Lo sama dia?"


"Ish, move on gimana sih maksud Lo? Gue udah jadian kali ama dia...!"


"What? Serius Lo?" tanya Richard kaget tidak percaya.


"Iya, gue udah jadian sama dia. Kemarin gue lupa pake pengaman pas gesek sama dia, jadi mau gak mau gue harus tanggung jawablah kalo jadi apa-apa sama Celin."


"Halah, alesan Lo aja itu. Bilang aja kalo Lo udah kesemsem sama dia, iya kan?" goda Richard duduk di kursi kebesarannya.


"Nggak tau, pokoknya yah intinya gue ama di udah jadian."


"Asik, udah nggak jomblo lagi dong Lo...." canda Richard cekikikan di depan Donal.


Pagi itu Donal memang agak terlambat datang ke kantor. Sempat mengantarkan Celin pulang ke rumahnya setelah menahan wanita itu satu malam di apartemennya dan bermain dua ronde pagi tadi. Donal terpaksa harus bolak balik di jalan demi wanita yang dia inginkan ada terus disisinya itu.


Meski Celin tidak menganggap serius hubungan yang sudah terjalin diantara mereka, tapi Donal tetap akan menahan wanita itu dan membuktikan ucapannya tentang Celin yang sudah dijodohkan dengan orang lain.


"Mana laporan yang gue minta?"


"Ada, bentar gue ambil dulu." Donal keluar meninggalkan ruangan direktur utama menuju ruangannya sendiri.


Baru saja akan membuka pintu, bunyi denting lift terdengar. Dari dalam sana keluar dua orang wanita dengan pesonanya masing-masing berjalan mengarah padanya.


"Hai, Nal...." sapa Amanda.


"Manda, ya ampun ... kangen gue sama Lo. Udah makin kinclong sekarang yah abis pulang dari bulan madu," canda Donal tersenyum nakal.


"Bisa aja Lo. Richard ada, kan?"


"Ada, lagi di dalem dia. Baru juga ditinggal udah nyari-nyari dia segala...!"


Amanda berdecak. "Sirik aja Lo! Udah gue mau ketemu suami gue dulu, bye...."


Amanda berlalu meninggalkan Donal dan bodyguard-nya Mawar.


"Hai, War...." sapa Donal tidak sadar wanita itu juga ada di sana daritadi.


"Seneng yah Lo main tinggalin gue gitu aja kemarin?!" sentak Mawar kesal.


"Astaga ... sorry War, gue bener-bener lupa kemarin. Sorry banget yah?"


"Enak banget lo bilang sorry, udah ditinggal gue juga musti bayar tagihan makanan elo!" sahut Mawar beralasan.


Dia sebenarnya tidak mempermasalahkan itu, hanya saja Mawar tidak terima Donal malah pergi bersama Celin dan mengabaikan dirinya. Seumur hidup dia tidak pernah diabaikan oleh seorang pria sebelumnya.


"Iya, iya ... gue bakal ganti duit Lo. Berapa yang Lo bayar? Biar nanti gue transfer duitnya."

__ADS_1


Mawar makin kesal mendengar ucapan Donal. "Lo jadi cowok kok gak peka banget sih?! Bete gue sama Lo!"


"Loh, kok jadi marah-marah begitu sih, War? Lagi datang bulan yah?" sahut Donal serba salah.


"Tau!" Mawar memilih duduk di kursi tunggu dalam lantai ruangan khusus direktur utama itu.


Katanya cassanova, giliran cewek ngambek aja gak peka?! Dasar biji! Kesal Mawar dalam hati.


"Lo mau nunggu disini?" tanya Donal takut-takut.


Dia jadi ngeri sendiri melihat wajah Mawar yang seperti ingin memakan orang sekarang.


"Iya!" ketus Mawar.


"Yakin? Amanda kek-nya bakal lama deh di dalem. Lo tau sendiri, kan gimana pengantin baru. Semua tempat bisa dijadiin alas sama mereka, War."


Mawar berdecak masih kesal dengan pria tidak peka di depannya. "Bodo!"


Donal menghembuskan nafas panjang dan berlalu meninggalkan wanita itu disana. Dia paling malas membujuk wanita yang dikit-dikit ngambek gak jelas kayak Mawar.


"Nal...!" panggil Mawar setengah berteriak melihat pria berhidung mancung itu malah pergi menuju ruangannya.


"Kenapa lagi?"


"Lo, kok ninggalin gue sendiri sih?!"


"Lah katanya tadi nggak mau nunggu di ruangan gue, kenapa jadi malah marah-marah gak jelas sih elo, War?!" Donal ikut kesal dengan tingkah wanita itu.


Donal berbalik kembali mendekati Mawar yang duduk bersedekap dada di depannya. "Jadi Lo maunya gue musti gimana dong? Gue, kan udah minta maaf, War...."


Mawar berdecak. "Ya Lo bujuk kek, apa kek. Masa Lo gak tau cara bujukin cewek sih, Nal!"


"Gue kalo bujukin cewek biasanya ngajak main, War. Nggak mungkin, kan gue ngajak Lo begituan disini...." sahut Donal apa adanya.


"Kenapa enggak?"


"Eh, Lo bilang apa tadi?" kaget Donal.


"Kenapa enggak, kalo Lo mau ayo...."


"Astaga...." Seketika kepala Donal berdengung. Dia hanya asal bicara saja tadi, tidak terpikir dalam benaknya kalau Mawar akan mengiyakan ajakannya.


"Kenapa? Kok kaget gitu? Takut yah?" tantang Mawar.


"Gak, bukan gitu gue cuma-"


"Cuma apa?" sela Celin yang ternyata berada di sana sejak tadi.


Donal tersentak dan berbalik menatap wanita yang sudah memerah di depannya karena marah.


"Cel...."

__ADS_1


"Apa? Kaget liat gue? Gue ganggu acara dua-duaan Lo sama ni cewek gatel?!"


"Bu-bukan, bukan gitu Cel. Gue-"


"Emang dasar gampangan yah gampangan aja!" potong Celin cepat.


"Kemarin aja mohon-mohon sama gue, sekarang malah ngajakin cewek lain main. Dasar gak punya moral!" sambungnya berlalu dari sana.


"Cel...!"


"Mau kemana Lo, Nal?!" tahan Mawar. "Mau ninggalin gue lagi kayak kemarin malem?!"


Mawar menarik lengan Donal hingga pria itu sedikit mundur ke belakang. Dia tidak mau Donal mengejar Celin lagi dan membiarkannya sendiri disitu.


"War, sorry ... tapi Celin pacar gue sekarang."


"Apa? Pacar?" sahut Mawar kaget.


"Iya, gue nggak mau dia mikir yang enggak-enggak tentang kita. Sorry yah, tapi gue harus cari dia dulu." Donal melepaskan tangan Mawar dari lengannya dan berlalu cepat menuju tangga darurat.


Celin pasti pergi ke atap gedung seperti tempo hari bersamanya. Donal tidak mau wanita itu beranggapan lain tentang dirinya dan Mawar.


Siapa sangka ucapan asalnya tadi malah di dengar oleh Celin langsung, wanita berambut blonde itu pasti sangat marah padanya dan mungkin saja tidak akan mempercayai dia lagi.


Mawar kembali harus menelan kekecewaan, saat ditinggal pergi oleh Donal. Pria itu malah lebih memilih Celin dibanding dirinya.


Padahal tadi Mawar sengaja berkata begitu untuk membuat Celin sakit hati, dia tahu kalau wanita itu sudah lama berada disana hingga Mawar mengiyakan ucapan asal yang keluar dari mulut Donal.


Tapi Mawar tidak menyangka kalau mereka ternyata sudah jadian, kini malah dia yang tersakiti disini.


Jika saja malam itu dia tidak mengajak Donal makan malam, mungkin pria itu tidak akan bersama dengan Celin, dan jadian dengannya. Sial! Maki Mawar dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sabarr yahh


Cinta segitiga ini masih panjang dan riweh 🤭😁

__ADS_1


__ADS_2