Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Aku Manis, Pak...


__ADS_3

"Nal, jalan yuk...."


"Sorry, gue nggak bisa Mike. Gue masih banyak kerjaan ini di kantor. Besok Richard udah masuk, gue bisa abis diembat dia kalo laporannya belum kelar."


Panggilan di telepon itu berakhir setelah Donal mengucapkan tidak bisa lama-lama berbicara dengannya.


Mike, pria yang saat ini sedang kesepian tanpa seorang teman. Akhirnya memilih sebuah cafe kecil pinggir kota untuk menghabiskan malam panjangnya.


Malam ini dia sedang malas ke club, pria blasteran itu hanya ingin duduk santai menikmati kopi hitam di atas meja, sambil mendengarkan musik live dari seorang penyanyi cafe.


Karena hari ini adalah akhir pekan, cafe itu cukup ramai di datangi anak-anak muda bersama pasangannya. Mike lagi-lagi merasa sendiri berada disana.


"Permisi Pak, ini pesanan martabak telurnya." Seorang wanita muda tersenyum hangat menatap Mike yang tidak menyadari kehadirannya.


"Eh, iya ... makasih."


Wanita itu kembali tersenyum sangat manis menatap Mike dan berlalu dari sana. Mata sedikit cipitnya mengikuti arah kemana wanita itu pergi, yang diketahui Mike sebagai seorang pelayan di cafe ini. Manis banget sih, gumam pria itu dalam hati.


Masih asik menikmati kopi bersama martabak telur yang sangat dia suka, Mike tidak sengaja kembali melihat wanita pelayan tadi yang membawakan pesanan untuknya.


"Lo nggak punya mata, yah?!"


"Maaf, maafin aku Nona." sahut wanita itu menunduk takut.


"Lo kalo nggak bisa kerja jadi pelayan di cafe, jadi pelayan om-om aja sana!" sentak salah satu pelanggan yang bajunya basah karena ketumpahan teh dingin dari wanita itu.


"Maaf Nona, saya akan ganti rugi."


"Halah, emang gaji Lo berapa dari pelayan cafe?! Bahkan Lo jual diri sekalipun, Lo nggak bisa ganti baju limited edition punya gue!" sentak pelanggan itu lagi menyombongkan diri.


"Emang berapa baju murahan Lo itu?!" Suara seorang pria membuat perhatian semua yang ada disana beralih padanya.


"Maksud Lo apa ngatain murahan?!"


"Lo bilang tadi ini limited edition, kan? Gue bisa beli sepuluh baju murahan kayak ini kalo perlu!"


Pelanggan wanita itu berdecih menatap Mike dari atas ke bawah. Dari cara pria itu berpakaian saja sudah terlihat kalau Mike pasti orang berada.


"Mana, gue pengen liat Lo bener punya duit apa kagak buat ganti baju gue!"


Mike tersenyum sinis, mengambil ponsel di tangannya. "Bawa kesini baju yang gagal itu!" ujarnya menghubungi seseorang di ujung sana.


"Pak, nggak usah." Wanita pelayan yang tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju pelanggannya menatap tidak enak ke arah Mike.


"Nggak pa-pa," jawabnya ramah.


Mike paling tidak bisa melihat ada seseorang yang tertindas di sekitarnya. Pria itu juga dulu pernah berada dalam situasi sama seperti ini.


Sedikit banyak dia tahu bagaimana malu serta tertekannya perasaan seseorang jika dipermalukan di depan banyak orang, meski itu kesalahan yang dibuat diri sendiri.


"Orang gue lagi kesini buat gantiin baju murahan Lo itu! Nanti kalo dia udah ada, Lo harus minta maaf sama cewek ini!" ujar Mike lagi menatap ke arah wanita pelanggan cafe.

__ADS_1


"Minta maaf? Emang gue yang bikin salah? Sinting!"


"Mulut Lo nggak pernah di sekolahin yah, pantes aja semua barang-barang milik Lo murahan. Orangnya aja murahan sih," sinis Mike bersedekap dada.


"Apa? Lo ngomong apa tadi?!" pekik wanita itu tidak terima.


Ketiganya langsung menjadi pusat perhatian semua pengunjung cafe, apalagi wanita itu berteriak saat musik baru saja berhenti.


"Pak, udah. Saya yang salah, saya nggak pa-pa." sahut wanita pelayan itu.


Dia tidak mau dipecat jika masalah ini sampai di dengar manajer cafe, pikirnya.


Belum sempat menyahut, orang yang diminta Mike datang ke cafe tiba membawa sebuah tas cukup besar di tangan.


"Pak...," ujarnya menyerahkan tas itu.


Mike menerimanya dan melemparkan tas itu ke arah wanita pelanggan cafe di depannya. "Itu, buat ganti baju murahan Lo itu!"


Di dalam sana ada sepuluh baju yang sama seperti wanita itu pakai. Dia sampai kaget tidak percaya melihat baju yang dia beli waktu lalu dengan harga yang lumayan fantastis.


"Udah seneng, kan Lo?! Sekarang giliran Lo minta maaf sama cewek ini," sambung Mike menunjuk ke arah wanita pelayan tadi.


"I-iya, gue minta maaf."


"Nggak gitu, bukan gitu cara minta maaf yang gue minta."


Wanita pelanggan itu mengernyit. "Trus mau Lo gimana?"


"Apa?"


"Berlutut, gue mau Lo berlutut di depan dia dan minta maaf!" sahut Mike tersenyum smirk.


"Jangan gila Lo, yah! Dia yang salah kenapa jadi gue yang harus minta maaf sampe begitu?!"


"Yaudah kalo nggak mau, gue bisa ambil tas itu lagi kalo gitu."


Baru saja akan menarik tas yang dibawa orangnya dari tangan wanita pelanggan itu, dia buru-buru memeluknya dengan erat di dada.


"Ok, gue bakal lakuinnya!"


Semua yang ada di sana langsung riuh heboh melihat seorang wanita rela minta maaf sambil berlutut, hanya karena seenggok baju yang menurutnya sangat mahal itu.


Mike tersenyum puas melihat wanita itu memohon-mohon maaf pada wanita pelayan tadi. Apa yang dia lakukan ini, sedikit banyak bisa memberi pelajaran padanya.


Apalagi melihat banyaknya kamera handphone yang merekam adegan memalukan ini, wanita itu pasti akan syok nantinya saat dia keluar meninggalkan cafe ini, pikir Mike.


"Ikut gue!" Mike menarik wanita pelayan tadi keluar dari cafe.


"Mau kemana, Pak? Saya lagi kerja, Pak."


"Udah ikut aja, Lo nggak cocok kerja disana."

__ADS_1


"Maksud Bapak?"


"Masuk aja, cepet!" Mike mendorong wanita itu masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tepat di depan pintu masuk cafe.


Melajukan mobilnya ke suatu tempat, mereka berhenti di taman kota yang masih cukup ramai malam ini.


"Kita ngapain kesini, Pak?" tanya wanita itu menatap ke sekitar mereka.


"Jadi Lo mau gue bawa ke hotel gitu?"


"Maksud Bapak?"


"Nggak ada." Mike menatap dari atas ke bawah wanita yang masih memakai seragam pelayan.


Wanita ini benar-benar polos atau hanya pura-pura saja, pikirnya.


"Nama Lo siapa?" tanya Mike masih belum tahu nama wanita ini daritadi.


"Aku Manis, Pak."


"What? (Apa?) Nama Lo Manis?" Wanita itu mengangguk. "Dah kayak nama kucing yah Lo."


Tawa geli langsung terdengar dari mulut Mike, pria itu tidak habis pikir dengan nama wanita yang memang sangat manis jika sedang tersenyum itu.


"Bapak udah orang kesekian yang ngomong begitu sama aku," sahut Manis cemberut.


"Bibirnya biasa aja dong Nis, mau gue cium bibir Lo itu, hah?!"


Manis langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya menatap tajam Mike. "Jangan macem-macem, Pak. Aku bisa gigit orang kalo Bapak tau!"


"Astaga ... mau dong digigit," kekeh Mike tersenyum penuh arti.


.


.


.


.


.


.


.


.


Salam kenal yah Manis, yang kata Mike kayak nama kucing 🤭😆


Visualnya ada di story' IG author@adamvanda

__ADS_1


capcuss 😁


__ADS_2