
"Cel...."
"Apa?"
"Main disini, yuk?" ajak Donal menunjuk balkon kamar hotel yang mereka pesan.
Pasangan suami istri itu baru tiba tadi siang di Sydney, Australia untuk berbulan madu. Rencananya mereka akan naik kapal pesiar dan menonton Orchestra di Sydney Opera House besok malam.
"Lo sakit ngajak gue main disitu, Nal? Ada-ada aja Lo!"
"Kan, cari suasana baru, Cel. Mau, yah?" bujuk Donal.
"Nggak mau, gue nggak mau jadi tontonan orang pas main sama Lo!" tolak Celin lagi bersikeras.
"Nggak ada, siapa yang mau liat kita main disini. Di depan, kan cuma ada pantai, Cel."
"Gue nggak mau Donal ... jangan aneh-aneh, deh Lo!" Pria berkulit sawo matang itu berdecak, menggendong wanitanya yang hanya memakai pakaian dalamm ke luar balkon.
"Nal!" pekik Celin kaget. Wanita itu diturunkannya ke sebuah kursi sofa kecil yang berada disudut balkon.
"Kita main disini." Donal menarik celana boxer-nya menampilkan benda bergelantungan miliknya yang mulai menegang.
"Astaga...." Celin menggelengkan kepala melihat kelakuan absurd pria itu yang masih sempat-sempatnya bergoyang di depannya, diikuti benda miliknya yang ikut bergerak mengikuti arah tubuhnya.
"Nal, ya ampun...." Celin menutup wajahnya, tertawa geli dengan Donal yang sudah naik ke atas meja dekat sofa, masih bergoyang bak penari telanjangg pria.
Tubuh polos Donal meliuk-liuk di depan Celin yang tertawa terpingkal saat Donal menarik tangannya menyentuh keperkasaann dia.
"Jangan dianggurin, Mbak...," goda pria itu tersenyum nakal.
Celin makin tertawa geli melihat Donal menaikkan satu kakinya ke pinggiran sofa, dan kembali menggoyangkan pinggulnya, tanpa melepaskan tangan Celin yang masih mencengkraam bijinya.
Pria itu sengaja bersikap konyol demi membujuk wanitanya bermain di balkon kamar hotel. Apapun akan Donal lakukan demi memuaskan fantasinya hari ini.
Pindah naik ke atas Celin yang duduk disofa, Donal mulai mencumbu bibir merah merekah istrinya penuh damba.
Tangan kekar Donal mulai menyentuh, mengusap dada Celin yang menyembul dibalik penutup hitam yang dia pakai.
Donal sedang memulai kegiatan panass mereka dengan membawa Celin hanyut dalam cumbuan dan sapuan tangan kasar ditubuhnya.
Merasa Celin mulai terbuai, Donal membuka penutup dada istrinya dan pindah membenamkan diri di sana. Pria itu sengaja berlama-lama memutari area puncak coklatnya, memberi sensasii enak untuk Celin.
Donal tidak mengizinkan tangan Celin beranjak dari miliknya. Wanita itu mulai meremass dan memainkan bendanya dengan lembut, mengikuti sapuan lembut Donal di dadanya.
"Pindah, Cel...." Donal mengajak Celin berdiri dari sofa, menyudutkannya di pinggir pagar balkon dan mengusap benda intii wanitanya dengan jari.
Wanita itu tidak sadar saat Donal menarik kain terakhir yang menempel ditubuhnya, hingga dia bebas masuk menerobos ke kelembutan Celin.
"Nal...," protes Celin sadar mereka tengah berada di mana.
"Nikmatin aja, Cel. Nggak ada yang bakal liat kita disini...," sahut Donal dengan suara berat dan mata yang berkabut.
Donal mulai menyentakk, memainkan pinggulnya dengan lihai. Pria itu sampai mengangkat satu kaki Celin, meletakkannya ke atas lengan dia yang berotot, untuk memudahkan Donal menekan kuat ke dalam sana.
__ADS_1
Deru nafas yang saling bersahutan dengan pemandangan sunset di belakang mereka, makin membuat suasana panas dan menggairahkann itu menyenangkan untuk Donal.
Dia terus memacu dirinya, hingga terdengar lenguhann panjang dari bibir Donal dan Celin yang sama-sama mendapatkan pelepasan mereka.
"Makasih, Cel. I Love you...."
...********************************...
"Capek, yah?" Manis mengangguk duduk di kursi sofa hotel.
Bulan madu yang rencananya diadakan hampir seminggu yang lalu, harus tertunda karena insiden tendangan Manis pada Mike.
Mereka baru saja tiba setelah perjalanan udara yang cukup melelahkan untuk Manis. Ini pertama kalinya dia naik pesawat sampai sejauh ini.
Manis merasa badannya sakit semua dengan kepala yang terasa berdengung. Mungkin ini yang sering dibilang orang dengan jetlag pikirnya.
"Mau gue ambilin minum, gak?" tanya Mike lagi sembari memijit pundak istrinya.
"Nggak usah, aku cuma pengen berbaring di ranjang aja Mike."
"Yaudah, sini gue gendong."
"Eh, nggak usah. Aku bisa jalan sendiri Mike," tolak Manis tidak enak.
"Nggak apa-apa, gue kuat kok." Mike mengangkat tubuh Manis ala bridal style menuju ranjang hotel.
Pria berambut jabrik itu meletakkan wanitanya dengan hati-hati, dan mengusap dahi Manis lembut.
"Tidur aja, nanti gue bangunin pas makan malam."
Mike tidak menyangka kalau dia pun akan mengerjakan pekerjaan seperti ini. Ternyata benar, setelah menikah tanggung jawab sebagai seorang lelaki akan bertambah.
Mike senang bisa membantu Manis melakukan tugasnya, disaat istrinya sedang tidak enak badan seperti sekarang.
"Mike...." Manis memanggil pria itu dari atas ranjang.
"Udah bangun?"
"Iya, kamu lagi ngapain?" Mike bangkit mendekati istrinya.
"Nggak ngapa-ngapain, maunya sih main."
"Main?"
Mike tersenyum, naik ke atas ranjang bersama Manis. "Main ini...." tunjuknya meremass dada wanita itu.
"Ish, apa sih kamu...," sahut Manis malu-malu. "Nggak usah aneh-aneh, aku baru juga bangun."
"Justru karena Lo baru bangun, Lo jadi punya tenaga buat nyenengin suami, Nis." Mike menaik turunkan alisnya, tersenyum mesumm menatap Manis.
Tangan pria itu mulai tidak bisa dikondisikan menyentuh setiap jengkal tubuh seksi Manis.
"Mike, ya ampun ... nanti aja, aku masih belum mandi." tolak Manis malu.
__ADS_1
"Kalo gitu kita mandi sama-sama." Mike buru-buru mengangkat tubuh Manis yang sontak memekik kaget saat pria itu membawanya ke kamar mandi.
"Mike ... kamu apa-apaan, sih?!"
"Katanya tadi mau mandi," sahut Mike meletakkan Manis ke bathub.
"Tapi, yah nggak gini juga Mike...," keluh Manis.
"Udah diem aja disitu, biar gue yang mandiin elo." Mike menarik baju Manis, membuka seluruh pakaian istrinya sembari mengisi air dalam bathtub.
Wanita itu dibuat gila dengan kelakuan Mike yang ikut masuk ke dalam, dengan tubuh yang sama-sama polos. Meski sudah beberapa kali melakukan hal panass dengan suaminya, namun Manis masih malu menatap benda panjang perkasa di depannya.
Mike benar-benar melaksanakan apa yang dia katakan tadi untuk memandikan Manis, hingga tubuhnya penuh dengan busa sabun.
Tangan kekar dan sedikit kasar itu menyapu tubuh Manis yang licin, dengan jari yang memainkan ujung benda merah muda wanitanya.
Turun semakin kebawah, Mike mengusap bibir sempit itu dengan jarinya memberi gelanyar aneh ditubuh Manis.
"Kesini, Nis. Naik diatas gue." Mike berbaring, menyandarkan kepalanya di pinggir bathtub.
Pria itu membantu Manis yang pasrah mengikuti ucapan suaminya, dengan benda yang sudah mengarah ingin memasukinya.
"Pelan-pelan, Nis. Gerakin pinggul Lo kayak yang biasa gue bikin." Mike meminta Manis memimpin permainan di dalam bathtub itu.
Meski masih kaku, namun Manis perlahan bisa beradaptasi dengan sangat baik hingga berhasil membuat Mike mendesahh.
"Enak, Nis. Lagi, Nis...." Mike menahan pinggul Manis, membantu wanita itu agar semakin kuat menyentakk.
Air yang ikut berombak di dalam bathtub, menjadi bukti bagaimana pergulatan panass mereka sedang berlangsung.
Mike menangkupp dada kenyal wanitanya dan mengulumnyaa dengan suara desahann tertahan begitu gejolak kenikmatan itu datang.
Manis seketika tersandar dengan nafas yang naik turun di dada Mike yang bidang.
"Makasih, Nis. I love you...."
.
.
.
.
.
.
.
Seneng, kan satu part ini 🤭😆
Giveaway masih berlangsung sampe besok, yah guys
__ADS_1
cus ke IG author @adamvanda langsung 🤗