Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Kelakuan Dua Biji


__ADS_3

"Kemana aja Lo Mike?" tanya Donal yang baru tiba di club langganan mereka.


"Biasalah, bisnis...." sahutnya meneguk minuman memabukkan di tangannya. "Gimana kerjaan Lo sama Richard?"


"Lancar-lancar aja, cuma gue lagi ngejar cewek disana!"


"Cewek? Lo kerja apa ngewee sih disana?" canda Mike.


"Dua-duanya...," kekeh Donal tanpa beban.


"Eh taii ... masih sempet-sempetnya yah Lo!"


"Ya harus dong, kan sambil menyelam tenggelam...."


"Mati baru tau rasa Lo!"


Dua pria dengan kegantengan yang berbeda itu tertawa terbahak di dalam ruangan VIP dimana biasanya mereka berkumpul.


Memiliki hobi yang sama suka main lubang, Mike dan Donal akhirnya malah membicarakan bagaimana Donal menarik paksa Celin selama dua kali untuk melayani nafsunya.


"Jadi maksud Lo, tu cewek gak tertarik sama biji Lo gitu?"


"Gak tau, padahal punya gue kan gede...," sahut Donal absurd.


"Berarti biji Lo emang masih kecil buat dia!" goda Mike tertawa terbahak.


Donal melemparkan kerupuk kulit ke wajah Mike karena kesal dengan ucapan pria berdarah campuran itu.


"Trus Richard mana? Udah mau nikah bukannya ngumpul-ngumpul sama kita malah gak keliatan!" sambung Mike protes.


"Biasalah, Lo kayak gak tau orang bucin aja. Dia lagi di salon temenin tunangannya yang di rempongin sama mommy Tari."


"Dirempongin gimana maksud Lo?"


"Yah Lo tau sendiri gimana mommy Tari. Anaknya mau nikah jadi ngundang orang segudang, Richard sampe marah-marah tadi gue denger dia telponan sama emaknya."


Mike berdecak. "Untung nyokap bokap gue nggak nyuruh gue cepet-cepet nikah."


"Ish, ngeledek gue yah Lo!"


"Eh, Lo ngerasa yah...." Mike tertawa terbahak mengingat bagaimana nelangsanya hidup sahabatnya sekarang.


Pergi dari rumah karena tidak mau dipaksa menikah, dan sekarang harus bekerja jadi bawahan sahabatnya sendiri. Ah, nasib pria yang belum suka hidup dengan satu wanita yah begini.


Donal harus rela berhemat agar bisa menyambung hidupnya, untung saja dia sempat membeli apartemen tanpa sepengetahuan orang tuanya. Jadi pria berkulit sawo matang itu bisa tinggal disana selama ini.


"Eh, ada apaan tuh dibawah?" tunjuk Mike memotong pembicaraan mereka.


Donal mendongak. "Kenapa emangnya?"


"Ya ampun, tu cewek jago banget!" teriak Mike takjub.


Seorang wanita berpakaian cukup seksi tengah memukuli pria yang sedang mabuk dan terlihat ingin berbuat tidak senonoh padanya.


"Wuih...." teriak Mike lagi melihat bagaimana wanita itu melayangkan tendangan kakinya ke arah perut pria itu.

__ADS_1


Sontak tendangannya berhasil menumbangkan pria tersebut hingga jauh terlempar ke meja pelanggan club.


"Gila, gue demen cewek kayak gitu!" puji Mike masih asik memindai tubuh wanita itu dari ruangan VIP mereka.


Donal sontak teringat ucapan Richard tentang mencarikan bodyguard untuk tunangannya Amanda.


Iya, wanita itu cocok di jadikan bodyguard untuk melindungi Amanda pikirnya.


"Mau kemana Lo?" tanya Mike melihat Donal berjalan keluar ruangan.


"Bentar, gue nggak lama!"


Donal turun dan pergi mencari dimana wanita tadi duduk. Mengarahkan pandangannya ke seluruh penjuru dalam club dalam suasana lampu yang remang, Donal berhasil menemukan seorang wanita yang duduk menyendiri dengan segelas cocktail di tangan.


"Hai...." sapanya mendekati wanita tersebut.


"Apa Lo? Mau di gebukin sama kayak cowok tadi juga?!" sentaknya pada Donal.


"Ya ampun galak banget sih jadi cewek."


"Trus mau Lo apa, hah?!"


Donal duduk di depan wanita dengan mata indah dan hidung mancung kecilnya. Ternyata jika dilihat dari dekat, wanita ini sangat cantik. Kulit tubuhnya yang putih halus dengan dada yang, yah ... lumayanlah untuk seorang wanita dengan wajah cantik dan jago bela diri pikirnya.


"Ngapain Lo duduk disini?!" sentaknya lagi tidak suka.


"Gue nggak bakal ngapa-ngapain Lo kayak cowok tadi. Gue cuma mau ngasih Lo kerjaan aja kalo Lo tertarik!"


"Kerjaan apa maksud Lo?"


"Jadi gini, atasan gue lagi nyari bodyguard cewek untuk jagain tunangannya. Nah tadi gue liat Lo jago bela diri, jadi gue mau tawarin Lo jadi bodyguard-nya tunangan atasan gue. Gimana, mau nggak?"


"Gini deh, kalo Lo nggak yakin...." Donal mengambil dompetnya di saku celana dan mengeluarkan kartu namanya dari sana.


Beruntung dia sempat mencetak kartu nama sejak bekerja menjadi sekretaris Richard, pikirnya.


"Ini ... besok Lo boleh dateng kesini ketemu atasan gue," sambungnya lagi memberikan secarik kertas tersebut pada wanita di depannya.


Wanita itu mengambil kartu nama Donal dan membacanya dengan seksama. Cahaya remang dari lampu club membuat dia harus membuka matanya lebar-lebar untuk membaca nama pria ini.


"Nama Lo Donal?" tanyanya.


"Iya."


"Lucu."


"Hah? Apa?"


"Nggak, lucu aja. Kayak nama tokoh kartun jaman dulu itu."


"Eh, iya. Kebetulan nyokap gue penggemar setia tu bebek. Jadinya yah gue dinamain begitu," sahut Donal keki.


Wanita itu tertawa dengan gigi putihnya yang rapi. Astaga, Donal langsung pangling melihatnya. Ini kok cakep begini yah...?


"Tapi lucu kok, kayaknya nyokap Lo sama kayak gue. Seneng sama si tokoh kartun itu," kekeh wanita itu.

__ADS_1


"Bisa aja," sahut Donal malu-malu. "Eh, nama Lo siapa?"


"Gue Mawar...."


"Mawar yah, pantes...."


"Pantes apa?"


"Pantes wangi, namanya aja Mawar...," goda Donal tertawa geli.


Mawar tersenyum, sudah biasa baginya mendengar gombalan para kaum adam yang sejak dulu selalu menggodanya jika dia menyebutkan namanya seperti ini.


"Woi...! Taii ni orang tinggalin gue sendiri diatas!" sela Mike duduk di samping kiri Mawar.


"Apa sih Lo?! Ganggu orang aja!" kesal Donal merasa acara rayu merayunya terganggu oleh pria blasteran itu.


Tidak menggubris ucapan sahabatnya, Mike malah memperkenalkan dirinya pada Mawar. "Hai ... gue Mike. Temennya Donal."


Mawar tersenyum dan menyambut uluran tangan Mike. "Gue Mawar."


"Aduh, cantik kayak bunga yah orangnya...."


"Nggak usah lebay!" sela Donal menarik tangan Mawar dari genggaman Mike.


"Apa sih, sirik aja Lo!"


"Kalian temenan?" tanya Mawar mengalihkan pandangan dua pria itu.


"Iya, kita temenan dari jaman masih sekolah dulu. Kenapa?" jawab Mike lebih dulu.


"Nggak, gue kira Lo bedua pasangan gayy."


"Ya ampun, ganteng-ganteng gini di bilang gayy astaga...." protes Donal menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mawar tertawa geli menatap bergantian dua pria di depannya. Mike dan Donal sampai menelan saliva dalam-dalam melihat senyuman cantik diikuti tawanya yang lembut dari bibir tipis manis Mawar.


Pikiran nakal mulai merasuki otak keduanya dengan imajinasi yang berbeda, ingin sekali mereka merasakan bagaimana rasa dari bibir dengan pewarna merah muda itu.


"Sorry, gue cuma asal ngomong tadi!" sahut Mawar masih tertawa.


"Iya nggak apa-apa, untung cantik. Kalo enggak, udah gue cium Lo!" goda Mike menyeringai penuh arti.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk kalian yang masih setia disini...

__ADS_1


Terima kasih untuk vote dan juga hadiahnya yahh 🤗


Author sayang kalian semua


__ADS_2