Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Tiga Biji


__ADS_3

"Mau kemana kamu Chad?" tanya Tari melihat anaknya sudah tampak rapi dan wangi.


"Mau ketemu Donal sama Mike, Mom...."


"Ngapain kamu ketemu mereka malem-malem begini? Mana dandannya udah kayak cowok jarang dibelay lagi...," sahut Tari menatap menyelidik anak laki-lakinya.


"Ish, kan emang masih cowok Mom. Mereka minta ketemuan sebelum aku nikah lusa Mom. Katanya mau bikin pesta lajang buat aku."


"Apa? Pesta lajang?"


"Yes Mom. Udah yah, makin malem nanti. Bye Mom...."


"Eh tunggu Chad...!" teriak Tari memanggil anaknya yang malah berjalan cepat masuk ke mobil.


"Ini anak di panggil udah kayak orang budek aja!" ocehnya menatap mobil Richard yang pergi meninggalkan halaman rumah mereka.


Tari jadi sedikit was-was sekarang, yang dia tahu kalau tiga orang pria itu bertemu. Mereka pasti akan berakhir dengan masuk kamar hotel dengan wanita nakal.


Apalagi tadi Richard mengatakan kalau mereka akan mengadakan pesta lajang, dua orang pria yang masih single itu pasti akan menyediakan satu wanita untuk menggoda Richard, pikirnya.


Tari tahu bagaimana pesta lajang anak-anak muda jaman sekarang. Beralasan ingin melepas masa lajang, malah jadi masuk lubang baru.


Tidak, tidak. Tari buru-buru membuang pikiran anehnya itu. Tapi untuk memastikan Richard tidak berbuat macam-macam, mungkin dia harus mengikuti kemana anak laki-lakinya itu pergi sekarang.


"Mau kemana Mom?" tanya Tommy mendapati istrinya mengambil kunci mobil di atas meja kamar mereka.


"Mommy mau ikutin Richard, Dad."


"Kemana?"


"Nggak tau, ini makanya Mommy mau ikutin!"


Tommy mengernyit. "Anak segede itu masih mau diikutin Mom? Ada-ada aja kamu...."


"Udah Daddy diem aja. Mommy pergi dulu yah, bye...."


Tommy hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Tari yang keluar memakai pakaian serba hitam dengan kacamata hitam dihidungnya, bergaya seperti seorang agen-agen rahasia.


Masuk di dalam mobil pribadi miliknya, Tari mulai membuka aplikasi pelacak di ponsel dan mencari keberadaan Richard disana.


Untung saja dia punya aplikasi ini untuk selalu melacak dimana suaminya berada, Tari harus memastikan kalau pria bule yang dulu dikenal suka main lubang itu jujur padanya atau tidak.


"Nah kan, bener dugaan aku!" Tari memarkir mobilnya di parkiran club malam dimana GPS terkahir ponsel Richard berada.

__ADS_1


Sekitar dua meter dari tempatnya memarkirkan mobil, terlihat mobil Richard juga ada disana. Tari makin nge-gas dan berjalan cepat masuk kedalam.


"Maaf, tolong tunjukkan kartu identitasnya...," tahan seorang penjaga berbadan besar depan pintu masuk.


"Harus yah seperti itu?" kesal Tari mencari dompet di dalam tas.


"Ini sudah peraturan disini Bu, apalagi Ibu kelihatannya bukan member disini."


"Ibu, ibu ... emang kamu pikir aku emak kamu apa! Ini, cepet aku mau masuk liat anak aku di dalem!" sentak Tari memberikan kartu identitasnya.


Penjaga itu hanya bisa mengangguk pasrah dan mempersilahkan Tari masuk setelah memastikan kartu identitas miliknya.


Masuk ke dalam sana, Tari langsung di sambut bunyi musik memekakan telinga. Astaga ... sudah lama sekali dia tidak pernah menginjakkan kaki ke tempat seperti ini.


Sedikit mengenang masa lalu, Tari juga berjumpa dengan suaminya Tommy di club malam. Mereka berkenalan dan dekat hingga menikah sampai sekarang.


Tari membuka kacamata hitam yang dia pakai, dan mulai mencari ke seluruh sudut club. Mata elang emak-emak yang mencari keberadaan anaknya mencoba menembus lampu remang disana.


Berjalan di antara banyaknya orang yang sedang bergoyang di lantai dansa, Tari mencipitkan matanya melihat sosok Richard ada di lantai dua dalam ruangan berdinding kaca.


Itu dia! Tari buru-buru mencari anak tangga dan naik ke lantai dua. Menarik masker untuk menutupi wajahnya dengan kacamata hitam yang kembali dia pakai, Tari mencari tempat duduk di dekat sana agar lebih mudah melihat apa yang sedang mereka lakukan di dalam.


Dinding kaca ruangan VIP itu ternyata ada gunanya juga pikirnya.


"Apa sih Lo, baru juga nyampe Chad!" sahut Mike menatap malas sahabatnya.


"Ini tuh malam terakhir Lo sebagai cowok bebas, santai dikit napa!" sambungnya menyesap brandy di tangan.


"Iya, gue tahu. Tapi gue izin sama Manda cuma sampe jam sepuluh. Gue nggak mau dia mikir yang enggak-enggak nanti!"


"Eh anjrittt, baru mau nikah tapi udah jadi suami takut istri Lo!" sela Donal menggoda atasan sekaligus sahabatnya itu.


"Terserah lo pada mau ngomong apa, yang pasti gue nggak bisa lama. Nanti juga Lo bedua bakal ngerasain kayak gue kalo kalian udah ketemu yang pas!"


"Asik ... bahasa Lo udah kayak bapak-bapak ngasih sambutan di nikahan tau nggak. Adem banget rasanya," goda Mike tertawa geli bersama Donal.


Richard berdecak dan memutar mata malas, susah emang kalo ngomong sama biji gak ada akhlak, gumamnya.


Baru sekitar sepuluh menit berada disana, tiga orang wanita muda yang tidak tahu darimana masuk ke ruang VIP mereka.


"Eh, kok ada cewek sih?" kaget Richard. "Mike, Nal ... kalian apa-apaan ini, hah?!" tanyanya menatap tajam dua pria di depannya.


"Nggak tau, gue nggak tau Chad. Tanya sama Mike, dia yang atur pesta lajang Lo malam ini!" sahut Donal tidak mau disalahkan oleh atasannya.

__ADS_1


Bisa-bisa dia langsung di pecat karena masalah ini pikirnya.


"Lah kenapa jadi gue sih, gue nggak tau Chad. Beneran deh," sahut Mike mengangkat dua jari kanannya.


"Jangan boong Lo bedua, trus ini kenapa ada cewek, hah? Tiga orang lagi!"


"Suer Chad, gue nggak tau...." Mike terus berkata tidak tahu hingga seorang berpakaian hitam dengan masker dan kacamata berwarna senada, masuk ke dalam ruangan VIP itu.


"Richard...!" teriak Tari membuang semua yang menutup wajahnya.


Sontak tiga pria yang duduk disana berdiri kaget mendapati wanita yang dikenal mereka sangat rempong dan cerewet.


"Mommy...." pekik mereka kompak.


"Kalian ngapain bawa-bawa cewek kesini, hah?!" geram Tari mendekati tiga sahabat pemain buluh itu.


"Mommy? Mommy kok disini?" tanya Richard berusaha terlihat biasa.


"Kenapa? Kaget liat Mommy disini? Kalo Mommy nggak ikutin kamu tadi, pasti kamu sama temen-temen biji kamu ini udah main sama mereka bertiga!" tunjuk Tari pada tiga orang wanita muda di sampingnya.


"No Mom, ini bukan Richard yang pesen, ini ulahnya Mike, Mom!"


"Eh, kenapa gue sih Chad. Sumpah gue nggak tau nih kunti-kunti ada disini! Bukan gue Mom," sahutnya cepat menatap Tari yang sudah seperti induk singa, siap menerkam mereka bertiga.


"Nggak usah ngelak lagi kalian, ikut sama Mommy cepet" Tari maju dan mulai menjewer satu per satu pria di depannya dan membawa mereka keluar dari sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


Nah kan, jadi siapa yang jujur dan yang boong nih... 🤭😆

__ADS_1


__ADS_2