Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Mandi Bukan Main!


__ADS_3

Tepat jam dua belas malam resepsi pernikahan Richard dan Amanda selesai diadakan. Tamu undangan yang membludak dari berbagai kalangan membuat dua pasangan itu kelelahan.


Bahkan untuk sekedar tersenyum dan bersuara saja, mulut mereka sudah sangat kaku. Ini semua karena Tari yang mengundang begitu banyak orang yang tidak terhitung banyaknya.


Mereka terduduk lemas di dalam mobil yang dihias menggunakan bunga mawar putih segar diatas kapnya.


Dua pasangan itu akan di antar seorang supir yang ditugaskan Tommy untuk mengantarkan mereka ke sebuah hotel bintang lima.


Besok siang mereka rencananya akan berangkat menuju Pulau Maldives untuk berbulan madu selama seminggu.


"Besok sebelum kalian berangkat, kita makan siang dulu yah ... Mommy udah booking restoran hotel tempat kalian nginap untuk makan sama keluarga inti aja."


Richard dan Amanda sama-sama mengangguk lemah. Mata mereka sudah berat minta diistirahatkan.


"Yaudah, sampe ketemu besok yah sayang ... bikin cucu yang banyak buat Mommy," goda Tari menutup pintu mobil kuat.


Gimana mereka mau gesek kalau malam ini mereka sudah sangat kelelahan? Richard harus berpikir keras untuk mengajak Amanda yang pasti akan menolak dia nanti, pikirnya.


""Kaki aku sakit banget Chad...." keluh Amanda begitu mereka tiba di basemen hotel.


Seharian ini wanita itu memakai heels setinggi tujuh centi untuk menopang penampilannya berdiri di samping Richard yang memang jauh lebih tinggi darinya.


"Aku gendong aja gimana?"


"Emang kamu nggak capek?"


"Enggak. Kalo buat istri aku, nggak ada kata capek!"


Amanda tersenyum malu dan merangkul leher Richard untuk pria itu gendong. Masih memakai gaun pesta berwarna nude, Richard membawa Amanda masuk ke dalam lift.


Kepalanya dia sandarkan di dada bidang Richard yang hangat, tubuh prianya akan menjadi tempat ternyaman Amanda mulai sekarang.


Mereka sengaja turun dari basemen hotel karena tidak mau bertemu dengan wartawan yang terlanjur tahu tempat dimana mereka akan beristirahat malam ini.


Beruntung rencana Tari untuk menyiarkan langsung pernikahan mereka ke saluran tv nasional tidak jadi diadakan karena Richard yang bersikeras menolaknya.


Bahkan Tari sempat memarahi Richard karena membatalkan perjanjian yang sudah dia atur bersama stasiun tv tersebut kemarin, tanpa memberitahukannya terlebih dahulu pada Tari.


Meski tidak jadi disiarkan langsung, tapi Richard dan Amanda tetap harus menyapa pemirsa tv tersebut karena iklan pernikahan mereka sudah terlanjur ditayangkan.


Berita pernikahan mereka memang sudah heboh jauh sebelum hari ini datang. Tari juga menyewa Billboard di setiap sudut kota untuk mengumumkan pernikahan mereka.


Alhasil mereka langsung menjadi artis dadakan karena kehebohan yang diciptakan wanita paruh baya itu.


"Jauh nggak kamar kita Chad?"

__ADS_1


"Kenapa emangnya?"


"Nggak enak aja kamu gendong aku terus Chad, aku berat loh...."


"Nggak usah khawatir, aku masih mampu kok. Kan abis ini kita mau 'main' sampe pagi...." kekeh Richard.


"Ah, aku nggak mau Chad. Aku capek banget ini...." rengek Amanda menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Richard.


"Iya tau, nggak lama kok kita mainnya By. Aku udah nggak tahan daritadi liat kamu make baju ini...."


Amanda berdecak tidak tahu harus menjawab apalagi, pria itu makin di tolak makin menjadi yang ada. Mungkin dia harus sigap nanti kalau Richard masih saja memaksa ingin bermain malam ini, pikirnya.


Richard membaringkan Amanda di atas ranjang kamar hotel. Wangi bunga segar mawar tercium menyeruak masuk ke indera penciuman mereka. Kamar presidential suite menjadi pilihan keduanya untuk mengawali malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri.


"Mau mandi dulu nggak?" tanya Richard mengusap wajah Amanda yang masih tertutupi make up tebal.


"Iya."


"Yaudah aku siapin airnya dulu yah...."


"Eh nggak usah Chad, aku aja!" tahan Amanda tidak enak.


Harusnya istri, kan yang melayani suami? Amanda tidak mau di hari pertama mereka resmi menjadi suami istri malah Richard yang melayani kebutuhannya.


"Nggak pa-pa By. Aku tau kamu udah capek banget. Tunggu disini aja yah, aku siapin airnya dulu biar kamu bisa sekalian berendam."


Amanda ikut bangun dan mulai mencari pakaian ganti mereka yang sudah dibawa lebih dulu oleh seseorang sebelumnya. Mengusapkan pembersih muka ke wajahnya, Amanda pun masuk ke dalam kamar mandi dan memeluk Richard dari belakang.


"Makasih Chad...."


Richard yang kaget, mengusap punggung tangan Amanda yang merangkul pinggangnya.


"Iya, mandi dulu yuk ... biar enak nanti tidurnya," sahut Richard penuh arti.


Dalam keadaan tubuh yang polos, Amanda buru-buru masuk ke dalam bathtub diikuti Richard yang duduk berhadapan dengannya.


"Hangat gak airnya?"


"Iya, udah pas kok."


Richard mengangguk senang dan mulai membersihkan diri. Matanya terus terpaku pada dua gundukan indah di depan sana.


"By...." panggil Richard.


"Apa?"

__ADS_1


"Main disini yuk."


"Ish, mandi bukan main!"


"Bentar doang By, mau yah? Aku udah nggak tahan ini...." Richard mengambil tangan Amanda dan meletakkannya di atas burung yang sudah tegak berdiri.


Gemas dengan sikap pria itu, Amanda sengaja meremassnya hingga Richard merintih.


"Enak By, lanjut lagi...."


Amanda berdecak. "Nggak!" Nanti aja abis mandi!"


Richard tersenyum penuh arti, di otaknya sudah punya seribu satu macam cara jika Amanda tetap bersikukuh menolak ajakan mainnya.


Pura-pura mandi, tangan Richard sudah maju dan menerobos ruang sempit milik Amanda di bawah sana membuat wanita itu memekik kaget.


"Chad...!"


"Sssttt ... diem aja, aku cuma mau bantuin kamu bersihinnya By," sahut Richard tersenyum nakal.


Jari-jari besarnya kini asik menjelajah kelembutan Amanda diikuti air dalam bathtub yang bergelombang.


Amanda menyingkap dua kakinya menahan permainan Richard di bawah sana. Bahkan satu tangannya ikut memainkan ujung dada Amanda yang tampak menantang.


Richard berhasil membawa Amanda larut dalam permainannya hingga tubuh polos Amanda dia balikkan, dengan miliknya yang menusuk tubuh inti Amanda dari belakang.


Pria yang selama masa pingit itu selalu rajin berolahraga, terus mengayunkan tubuhnya dengan hentakann kuat dan tempo yang cepat.


Amanda tidak bisa menahan gejolak di bawah sana yang terasa tengah menggerogotinya dari dalam. Meski mengantuk dan capek, permainan Richard justru membuat dua orang itu larut dalam kehangatan tubuh bercampur dengan air hangat dalam bathtub.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Yang minta hott hott ...


noh, hott- nya ditambah air hott dalam bathtub 🤭😂


__ADS_2