Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Pria Tidak Punya Hati Dua


__ADS_3

"Kamu dari mana Ar? Mukanya kok babak belur begini?"


Bunyi gebrakan kuat di pintu apartemen Betty membuat wanita itu bertanya-tanya, siapa yang datang menemuinya.


Dia kaget mendapati Ardi, calon suaminya tengah berdiri dengan wajah bengkak disana sini dan dengan baju yang kotor.


"Ini semua gara-gara elo jalaang!"


Plakkk....


Ardi menampar pipi Betty hingga wanita itu jatuh tersungkur ke lantai. Telinganya langsung berdengung kuat mendapatkan tamparan tidak terduga dari Ardi.


"Ini gara-gara elo dan bapak menteri brengsek Lo itu!" Ardi meremas pipi Betty kuat hingga dia meringis kesakitan.


"Le-lepas Ar ... sa-sakit."


"Sakit? Lo bilang sakit? Masih lebih sakit hati gue dibanding pipi Lo ini. Lo udah hancurin hidup gue! Sekarang gue yang bakal hancurin hidup Lo!"


Ardi menarik rambut Betty dan menyeretnya paksa masuk ke kamar. Teriakan kesakitan keluar dari mulut wanita yang sangat mencintainya itu.


"Ar ... sakit Ar," ringisnya mulai menangis.


"Kenapa? Lo cinta sama gue, kan? Biar gue tunjukin apa itu cinta yang sebenarnya."


Ardi mendorong tubuh Betty hingga terjerembab di atas ranjang. Mulai merobek paksa semua baju yang di pakainya, Ardi naik ke atas tubuh Betty dan mulai menampar wajahnya hingga sudut bibirnya berdarah, dengan dua pipi yang mulai bengkak.


"Apa yang kamu lakukan Ar?!" teriak Betty frustasi.


"Diem, ato gue bunuh Lo sekarang!" Ardi meremas leher Betty hingga wanita itu mulai kesusahan bernafas.


Ardi memperkosanya, iya ... Ardi memperkosanya dengan keji lagi.


Setelah malam panas penuh kelembutan yang mereka lakukan waktu itu dan ayahnya memergoki mereka tengah berada di hotel. Ardi di paksa menikah dengannya untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah dia perbuat pada Betty.


Betty anak satu-satunya dari seorang menteri di negara ini. Ayahnya tidak mau ada skandal macam-macam nanti jika publik mengetahui tentang berita anaknya yang tengah bermalam di hotel bersama seorang pria yang memiliki tunangan.


Dengan mengancam akan membuat usaha milik Ardi bangkrut, pria berpostur tubuh tinggi itu akhirnya mau menyetujui pernikahan mereka berdua.


Tapi sejak saat itu, Ardi selalu kasar padanya. Tidak pernah ada lagi kata-kata manis seperti dulu yang sering pria itu ucapkan untuknya.


Betty tahu kalau disini memang dia yang salah, mau saja menjadi penghangat ranjang pria yang tidak pernah puas dengan satu wanita itu.


Betty tahu kalau Ardi tengah menjalin hubungan dengan Amanda Ninda, desainer terkenal di negara mereka. Bahkan dia pernah mendengar Ardi sempat menangis saat mereka harus putus hanya karena ancaman ayahnya.

__ADS_1


Dia tahu kau dia salah, tapi dia mencintai Ardi. Sudah lama Betty memendam perasaan itu. Hingga akhirnya dia mulai mendekati Ardi dan memaksanya ke hotel untuk bercinta.


Kesempatan itu digunakan Betty untuk menjebak Ardi yang memang tidak pernah setia selama menjalin hubungan dengan Amanda.


Selama Ardi keluar kota, selalu ada saja wanita yang akan menjadi penghangat ranjang pria itu dimana saja dan kapanpun dia berjauhan dengan tunangannya.


Hingga akhirnya ayahnya memergoki mereka berdua, saat bodyguard yang diperintahkan ayahnya untuk selalu mengikuti Betty, melaporkan mereka berdua yang tengah menginap di hotel.


Ardi masih memperkosanya, melakukannya dengan sangat kasar membuat tubuh intinya berdenyut sakit. Lehernya sekarang pasti sudah biru karena cengkraman kuat pria tidak punya hati itu.


Airmata terus mengalir dari mata Betty, tidak ada lagi kenikmatan itu yang dia rasa. Hanya ada rasa sakit dan penyesalan yang dalam karena sudah mencintai pria yang telah berubah menjadi monster mengerikan ini.


Tidak puas sampai disana, Ardi mengambil dasi miliknya dan mengikat dua tangan Betty ke atas ranjang. Betty mulai ketakutan, Ardi akan semakin gila bertindak jika sudah melakukan ini.


"Ku mohon Ar ... lepaskan aku," pintanya memohon.


"Nggak! Jangan berharap gue akan lepasin Lo gitu aja. Lo harus jadi samsak gue hari ini!"


Ardi turun dan mengambil ikat pinggangnya.


"Ini biar Lo tau gimana rasa sakitnya apa yang gue rasa!"


"Jangan Ar...!" teriak Betty.


Terlambat, Ardi sudah melepaskan cambukan pertamanya di tubuh polos Betty. Rasa perih dari ikat pinggang itu menyengat menusuk kulitnya yang mulus.


Dia marah, kecewa, sakit hati dengan semua yang terjadi dalam hidupnya. Dia bodoh karena sudah melepaskan Amanda, wanita yang jelas-jelas sangat dia cinta.


Ini memang kebodohannya, ini karma yang harus dia terima karena sudah mengkhianati cinta dan kepercayaan Amanda selama ini.


Tapi, tidak ... ini semua karena perempuan ****** tidak tahu malu ini! Dia pantas menerima semuanya, bahkan ini tidak cukup untuk membalas perbuatannya.


Ardi terus menyiksa Betty hingga wanita itu pingsan. Dalam keadaan pingsan sekalipun, Ardi kembali memperkosanya hingga wanita itu tersadar karena miliknya sudah sangat sakit dan mungkin sudah berdarah saat ini.


"To-tolong lepaskan aku, Ar...." ucapnya terbata.


"Jangan harap!"


Ardi melepaskan ikatan di tangan Betty dan menyeretnya lagi masuk ke kamar mandi dengan menarik rambut panjangnya.


"Sakit Ar...!" teriak Betty menahan tangan Ardi.


Pria yang sedang tertutupi api kemarahan itu tidak peduli, dia terus menyeret Betty hingga wanita malang itu masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Dalam keadaan tubuh polos, Ardi memutar kran shower sengaja membuat Betty lebih tersiksa lagi.


"Aaaa ... panas Ar!"


"Diem! Lo teriak lagi gue jahit mulut Lo!"


"Aku mohon Ar, ampuni aku Ar...." pintanya masih memohon.


Rasa panas dari air yang mengalir dari gucuran shower membuat tubuh Betty memerah, mungkin sebentar lagi akan melepuh jika Ardi masih membiarkannya disana selama beberapa menit.


"Nggak ada kata ampun buat Lo! Biar badan Lo ini ikut ancur sekalian!"


"To-tolong Ar, aku mohon...." Betty terus memohon di kaki Ardi.


"Brengsek!" Ardi menendang perut Betty kuat, hingga wanita itu kembali pingsan.


"Cuihh...." Pria bengis itu meludahi Betty dan berlalu dari sana, meninggalkannya dengan air yang masih mengalir.


"Biar Lo mati aja sekalian disana!"


Ardi masuk ke mobilnya dan mulai menangis, merutuki kebodohannya karena sudah melepaskan separuh nyawanya begitu saja.


Amanda terlihat sangat membencinya tadi, wanita itu justru menatapnya ketakutan. Tidak ada lagi pandangan penuh cinta disana seperti dulu untuknya.


Nggak Manda, Lo cuma milik gue. Nggak ada yang boleh merebut Lo dari gue. Liat aja nanti gimana gue pisahin Lo dari si brengsek itu!


.


.


.


.


.


.


.


Maaf yah guys kalo part ini rada-rada mengerikan,, Author cuma pengen nunjukin gimana bejatnya Ardi ini....


Pria gila yang suka main serong tapi gak mau kehilangan Amanda.

__ADS_1


Semoga ini jadi pembelajaran untuk kita semua agar jangan pernah mengkhianati kepercayaan seseorang yang benar-benar kita cinta.


Karena karma itu ada dan akan selalu mengikuti setiap langkah kaki kita...


__ADS_2