Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Bodyguard


__ADS_3

"Hai, Chad...." sapa Amanda masuk ke dalam ruangan tunangannya.


"Beby...." kaget Richard bangkit dari duduknya mendekati Amanda.


Mendaratkan ciuman hangatnya di dahi wanita bermata cipit itu, Richard menariknya duduk di kursi sofa tamu.


"Udah makan?" tanya Amanda.


"Belum, tapi aku udah pesenin makanan buat kita berdua."


Amanda mengangguk dan bersandar dengan nyaman di dada bidang pria yang dia cinta. Tangan kekar Richard asik membelai rambut panjang Amanda lembut. Rasa hangat membanjiri keduanya dengan perasaan bahagia di dalam sana.


"Kamu udah denger berita tentang mantan kamu, By?"


Amanda mengangguk. "Kenapa emangnya?"


"Nggak apa-apa, tapi mengingat dia pernah mau coba-coba culik kamu waktu itu. Aku udah cariin satu bodyguard cewek buat temenin kamu kemanapun."


"Apa?" Amanda menjauhkan dirinya dari tubuh Richard. "Ngapain pake bodyguard segala sih Chad. Ada-ada aja deh kamu...."


"Ini untuk lindungin kamu juga By ... aku nggak mau si sapii culik kamu lagi dan bawa kamu pergi jauh dari aku!"


"Iya, tapi nggak lebay gitu juga Chad. Masa aku kemana-mana harus di jaga begitu sih, aku nggak mau. Risih yang ada akunya Chad...."


Richard menghembuskan nafas panjang, agak susah memang untuk mau meyakinkan wanita yang memang terbiasa sendiri sejak dulu tanpa adanya bodyguard atau apalah namanya itu di sampingnya.


Bagi Amanda, memiliki pengawal pribadi hanya untuk orang-orang penting, dan dia bukan orang penting itu! Sungguh mengada-ada pikirnya.


"Manda ... tolong dengerin apa kata aku yah, aku nggak bisa jagain kamu satu kali dua puluh empat jam. Kamu tau, kan kalo aku kerja kamu juga sama bekerja. Kita nggak tiap hari juga bisa ketemuan sampe kita nikah, setidaknya kalo kamu di jagain sama orang yang bisa aku percaya. Aku bisa tenang By, mau yah? Demi kita...."


Richard menatap dalam netra coklat tua Amanda, dia harus bisa meyakinkan wanita ini agar mau mengikuti apa maunya. Dia tidak ingin Amanda sampai kenapa-napa lagi seperti waktu lalu.


Masih jelas di ingatannya bagaimana tangan Amanda diikat oleh pria bajingan itu, serta Amanda yang terlihat sangat ketakutan karenanya.


Richard takut jika dia tidak bisa lagi menyelamatkan Amanda seperti tempo hari, bisa saja keberuntungan tidak akan berpihak lagi padanya.


Ini dia lakukan karena semata-mata tidak mau kehilangan wanita berharganya yang sebentar lagi akan menjadi istri, dan ibu dari anak-anak mereka kelak.


Amanda diam berpikir, dia tahu kalau Richard hanya ingin menjaganya saja dari jauh. Dia tahu bagaimana Richard sangat mencintainya dan ingin selalu memastikan keselamatannya.


Tapi, apa kata orang nanti kalau dia punya bodyguard? Astaga ... membayangkan dia pergi kemana-mana dengan seorang yang menjaganya sungguh tidak masuk akal pikirnya.

__ADS_1


"Mau yah, By?" pinta Richard lagi menatap penuh harap Amanda.


"Aku mau liat bodyguard yang kamu pilih dulu kalo gitu."


Richard langsung tersenyum sumringah. "Ok, ok ... aku panggil dia dulu biar kamu bisa ketemu sama dia."


"Eh, orangnya udah ada?" kaget Amanda.


"Udah, udah dari tadi pagi dia disini. Bentar, aku panggil Donal dulu!"


Richard berdiri menuju telepon kantornya dan menghubungi pria berkulit sawo matang itu.


"Bawa kesini bodyguard-nya, Nal!"


"Ok," jawab Donal dari ujung telepon.


"Bentar lagi dia kesini sama Donal, By. Kamu bisa liat langsung dan tanya-tanya sama dia. Kalo kamu nggak nyaman, kita bisa cari bodyguard lain nanti."


Amanda hanya bisa mengangguk lemah mengiyakan ucapan tunangannya yang terlihat sangat bersemangat dengan keputusannya ingin melihat siapa bodyguard yang telah dipilih Richard.


Tidak sampai lima menit Donal mengetuk pintu dan masuk bersama seorang wanita cantik berkulit putih mulus, dengan senyumnya yang sangat manis.


"Ini orangnya Bos...." tunjuk Donal pada Mawar.


"Iya, masa cowok sih. Aku makin nggak tenang kalo kamu dijagain sama cowok yang ada!"


Mawar sedikit membungkuk sopan menatap bergantian dua pasangan di depannya. Itu kan desainer muda Amanda Ninda yah? Jadi dia tunangannya pria blasteran ini? Astaga ... kenapa mereka terlihat sangat cocok sekali?


Mawar langsung patah hati melihat pria ganteng bersanding dengan kecantikan paripurna yang dimiliki Amanda. Semua wanita di negara mereka juga tahu bagaimana Amanda selalu menjadi panutan kecantikan mereka.


Apalagi dengan sikapnya yang hangat dan lembut dengan orang lain, makin menambah nilai plus yang ada di diri Amanda.


"Bawa duduk dulu, Nal...." ujar Richard lagi.


Donal pun mempersilahkan Mawar duduk di depan Richard dan Amanda, dengan dia yang duduk di samping kursi sofa Mawar.


"Tolong perkenalkan dirimu." Richard duduk bersandar sambil menggenggam tangan Amanda mesra.


Ya ampun ... romantis sekali mereka berdua sih, gumam Mawar dalam hati.


"Nama saya Mawar, Pak. Saya dulunya pernah tergabung dalam satuan organisasi rahasia negara, untuk terjun langsung membantu pemerintah jika ditugaskan oleh mereka ke daerah-daerah yang terlibat perang. Saya bergabung disana selama tujuh tahun," ujarnya menjelaskan secara singkat apa profesi dia dulu.

__ADS_1


Ketiga orang yang berada dalam satu ruangan dengannya melongo seketika mendengar penuturan Mawar. Tidak menyangka jika wanita dengan tubuh yang terbilang kecil dan tidak mungkin bisa melakukan hal berbahaya seperti yang dia katakan tadi, ternyata adalah seorang mantan prajurit lebih tepatnya.


"Lalu kenapa kamu berhenti bekerja disana?" tanya Richard masih ingin tahu lebih dalam lagi tentang calon bodyguard tunangannya.


"Karena organisasi kami sudah dibubarkan, Pak. Menurut beberapa orang penting di negara ini mengatakan kalau organisasi kami itu ilegal. Mereka tidak mau mengeluarkan uang yang banyak untuk organisasi kami yang tidak diakui bahkan oleh pemerintah kita sendiri."


Wajah Mawar seketika menjadi sendu, teringat bagimana perpisahan menyakitkan antara dia dengan anggota mereka yang lain. Sudah bertaruh nyawa sampai bertahun-tahun untuk membantu negara, tapi malah di depak begitu saja oleh petinggi-petinggi tidak tau terima kasih itu, pikirnya.


"Aku ikut sedih dengan pembubaran organisasi kalian," sela Amanda. "Aku menerimamu Mawar, bekerja saja dengan baik mulai sekarang denganku. Aku bakalan selalu hargain setiap kerja keras dan perjuangan kamu kedepannya!" ujarnya lagi tersenyum hangat.


Richard menatap berbinar Amanda, setidaknya dia bisa lega sekarang. Ada orang dengan keahlian tinggi seperti Mawar berada di dekat wanita yang dia cinta.


"Makasih By," ujarnya mencium mesra pipi Amanda.


"Woi...! Ada orang lain disini!" risih Donal menatap jijik sahabatnya.


"Diem Lo!" sentak pria blasteran itu.


Amanda hanya menggeleng kepala melihat kelakuan dua sahabat yang memang sering meledek satu sama lain.


"Kamu bisa kerja mulai sekarang Mawar, nanti kamu bakal anterin tunangan aku kemanapun dia pergi!" perintah Richard masih menggenggam tangan Amanda.


"Baik Pak."


.


.


.


.


.


.


.


.


Enak kali yah kalo punya bodyguard 🤔

__ADS_1


Author jadi pengen juga bebeb Richard 🤭😆


__ADS_2