Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Dibawah Sinar Bulan dan Bintang


__ADS_3

Hari terakhir berada di Pulau Maldives, Richard dan Amanda duduk menikmati makan malam di pinggir pantai dengan pasir putihnya.


Memakai gaun berwarna merah kesukaan Richard, Amanda duduk di depan pria blasteran itu sambil terus tersenyum bahagia. Rambutnya yang panjang dia biarkan terurai, dengan bahu putihnya yang terlihat mencolok dari balik gaun yang dia pakai.


Dibawah cahaya bulan terang dengan alunan musik biola, keduanya larut dalam suasana penuh romantis.


"Nggak kerasa yah besok kita udah pulang aja, Chad?"


"Iya, perasaan baru kemarin kita mainnya di pesawat yah, By?" kekeh Richard.


"Ish, awas aja nanti kalo pulang kamu masih nakal begitu yah?! Aku nggak mau pokoknya sempit-sempitan di toliet!"


Richard tertawa cekikikan di depan Amanda mengingat bagaimana wanita itu terus cemberut padanya sampai pesawat yang mereka naiki landing.


"Iya, iya ... tapi nggak janji kalo berikut-berikutnya gak begitu yah, By?"


Amanda berdecak mencubit gemas tangan Richard yang menggenggam tangannya di atas meja. "Awas aja kalo masih macem-macem nanti!"


Menikmati suasana malam dengan deburan ombak, Richard mengajak wanitanya berdansa. Dia menarik tangan Amanda melingkar di lehernya, dengan tangannya dia letakkan di pinggang ramping Amanda.


"Cantik banget sih istri aku," puji Richard menarik tubuh Amanda makin menempel padanya.


"Cantik sih cantik, tapi tangannya biasa aja dong!" keluh Amanda risih dengan tangan nakal pria itu.


"Gemes sih, daritadi liatin ini!" Richard dengan cepat pindah ke salah satu gundukan istrinya.


Sedikit menarik gaun itu turun, Richard buru-buru menggigit dan menghisapp atas gundukan itu.


"Chad!" protes Amanda kaget dengan kelakuan suaminya.


"Apa-apaan sih kamu, kita lagi diluar ini." Amanda berusaha berontak tapi Richard malah semakin membenamkan diri disana, meninggalkan jejak biru keunguan.


"Chad...," keluhnya lebih kepada desahann.


"Nggak tahan By." Richard menarik gaun Amanda hingga dua benda kesukaannya terbebas.


Pria itu buru-buru menangkup dengan satu tangan dan bibirnya, bergantian menjelajah satu per satu.


Ini gila, Amanda sudah setengah telanjangg dibuat oleh Richard. Wanita itu tidak bisa fokus berpikir antara takut dipergoki oleh orang lain, serta menahan diri menerima serangan demi serangan yang diberikan Richard di dadanya.


"Chad...," keluh Amanda lagi.


"Apa?" Richard mendongak dengan mata berkabut.


"Jangan disini, kalo ada orang gimana?"


"Nggak ada, aku udah pesen pantai ini khusus malam terakhir kita disini."


"Maksud kamu?"


"Udah tenang aja, aku lagi pengen banget ini...." Richard membuang peralatan makan yang mereka gunakan tadi di atas meja, dan mengangkat tubuh wanitanya ke atas sana.


Amanda sampai memekik kaget melihat pria ini lagi-lagi bertindak gila dengan segala macam fantasi liarnya.


Menyingkap gaun panjang yang dipakai Amanda, Richard semakin turun ke bawah mencium sudut perut rata istrinya. Meninggalkan kecupan di pusar mungil Amanda, dan semakin turun menyentuh bulu-bulu surga dunianya.

__ADS_1


Amanda dibuat melayang lagi, wanita itu menarik rambut Richard kasar saat pria itu asik menyesapp memainkan indera perasanya ditubuh inti Amanda.


Merasuk hingga ke dalam rongga di dalam sana, Richard semakin kuat mencari rasa manis yang dia butuhkan.


Masih dibawah sinar bulan dan alunan musik biola yang entah datang dari mana, Richard sengaja berlama-lama dibawah sana sampai Amanda berhasil mendapatkan pelepasannya hingga dua kali.


"Enak By," bisik Richard bersiap memasuki kelembutan istrinya.


Dalam sekali hentakann kuat, Richard mulai memaju mundurkan tubuhnya dengan tempo yang cepat.


Suara saling bersahutan dengan meja yang bergoyang hampir patah, membuat keduanya larut dalam kenikmatan dunia tiada tara.


"Pindah yuk By," ajak Richard menarik Amanda dari atas meja.


"Kemana?" tanyanya masih dengan nafas yang naik turun.


"Itu...." Richard menunjuk sebuah matras putih yang diletakkan di atas pasir putih pulau ini, yang diatasnya diletakkan beberapa bantal dan selimut.


Pria itu menggendong tubuh istrinya yang sudah polos tanpa sehelai benangpun, meninggalkan pakaiannya begitu saja di atas meja.


"Kok aku nggak tau ada ini disini?"


"Tadi sebelum kita main, pegawai udah siapin semuanya."


"Ini kamu yang minta?"


"Iya, kita tidur disini malam ini."


"Hah?"


"Kamu becanda, kan Chad?" tanya wanita itu tidak percaya.


"Aku serius By, malam ini kita tidur di bawah sinar bulan dan bintang...," jawab Richard seakan sedang berpuisi.


"Ish, aku serius Chad!"


"Iya, aku juga serius By. Aku pengen beda dari yang lain malam ini...," sahut Richard santai.


"Ada-ada aja kamu! Gimana kalo kita masuk angin tidur disini, Chad? Kamu mau kita sakit?"


"Enggak, tenang aja. Semalaman aku bakal bikin kamu panas biar nggak masuk angin."


"Astaga...." Amanda hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar jawaban Richard.


Entah apa yang diinginkan Richard sebenarnya tapi menurut dia, Amanda harus siap digempur olehnya semalam ini.


Membuka semua kain yang masih menempel padanya, Richard ikut masuk ke dalam selimut yang cukup tebal bersama Amanda.


"Enak, kan kalo pelukan nggak pake baju begini By?"


"Ish, maunya kamu itu!"


Belum apa-apa dan pria mesumm itu sudah asik menyentuh tubuh poloss Amanda disana sini. Tangan nakalnya memang tidak bisa diam jika melihat Amanda tidur di sampingnya.


"Bentar lagi Chad, aku masih capek!" tolak Amanda.

__ADS_1


Dia tahu jika suaminya sudah bertingkah seperti cacing kepanasan begini, Richard pasti akan meminta jatah lagi padanya.


"Iya, iya ... aku cuma mau megang doang kok By." kekeh Richard.


"Megang tapi jarinya udah masuk!" cibir Amanda menarik keluar jari besar Richard dari kelembutannya.


"Ya kan sayang kalo dianggurin gitu aja By."


Amanda berdecak dan mendekatkan diri dengan tubuh hangat prianya. "Besok jam berapa kita berangkat?"


"Jam sebelas, kita masih punya waktu kalo bangun telat besok pagi."


"Yaudah, kita nggak beli oleh-oleh buat keluarga kamu?"


Richard menggeleng. "Nggak usah, mereka nggak butuh itu. Mereka cuma butuh oleh-oleh disini," tunjuknya mengusap perut rata Amanda.


Wanita itu tersenyum malu dan mengangguk. "Iya, mudah-mudahan setelah pulang dari sini dia udah tumbuh yah Chad."


"Pasti dong, setiap hari papinya kan semburin pupuk. Masa dia nggak bakal tumbuh subur sih," canda Richard tertawa geli.


"Iya, iya. Papinya emang paling jago deh kalo tentang hal begituan!"


Tawa kebahagiaan langsung terdengar dari mulut pasangan suami istri itu, mereka sama-sama berharap kalau akan ada berita bahagia nantinya setelah mereka pulang dari sini.


Dengan hati membuncah bahagia, Richard menarik dagu Amanda dan mengecup bibir tipis wanitanya.


Hanya dalam sepersekian detik, keduanya asik saling bertukar saliva. Richard kembali menyentuh tubuh Amanda dengan jari besarnya yang kembali menerobos dinding sempit istrinya.


Dalam permainan di bawah selimut tebal, Richard kembali membuat Amanda basah hanyut dalam keperkasaan suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ok,, part bulan madu sampe disini aja yah guys...


Jangan minta lagi atau bilang masih kurang yah...


Author udah nggak sanggup hadepin fantasi-fantasiinya si Richard 🤭😆

__ADS_1


__ADS_2