
Asik menatap pria yang sudah sah menjadi suaminya, Amanda dikejutkan dengan kehadiran satu orang pria bersama seorang wanita yang terlihat masih sangat muda.
"Ivan...?" pekik Amanda kaget.
"Hai Da-da...." sahut pria bertubuh tinggi dengan mata yang sedikit cipit serta senyum menawannya.
"Astaga Van...." Amanda langsung menghambur, memeluk pria yang sudah lama tidak pernah lagi bertemu dengannya setelah mereka lulus SMA.
"Lo kemana aja Van?" tanyanya melepaskan pelukan mereka.
"Nggak kemana-mana Manda, ini gue disini." canda Ivan tersenyum hangat.
Amanda berdecak. "Gue serius tau! Semenjak kejadian waktu itu Lo malah ilang dari peredaran sih, untung gue masih punya nomornya Dion. Kalo nggak, gue nggak tau mau hubungin Lo kemana!"
"Iya, iya sorry ... gue emang sengaja ngilang buat nenangin diri."
"Ish, gaya Lo udah kayak orang-orang penting aja!" canda Amanda menatap wanita muda yang sejak tadi hanya menjadi pendengar yang baik diantara mereka.
"Trus ini siapa?" tunjuknya tersenyum menatap wanita bermata bulat disamping Ivan.
"Oh ini Vincia...." sahut Ivan lebih dulu.
"Pacar baru?"
"Bukan."
"Trus?"
"Calon pacar...." sahut pria dengan tindikan di telinga sebelah kanan tanpa beban.
Wanita muda itu tampak terkejut menatap Ivan tidak percaya.
"Asik, udah punya gebetan dong yah...." sahut Amanda menggoda sahabatnya.
"Hai Vincia, gue Amanda. Sahabatnya Ivan," sambung pengantin wanita itu mengulurkan tangan.
"Panggil Vin-vin aja Ka...." sahutnya menyambut tangan Amanda.
"Ka?"
"Iya, dia emang jauh lebih muda sama Lo!" sahut Ivan menjawab kebingungan Amanda.
"Emang Lo umur berapa Vin-vin?"
"Tujuh belas Ka...." sahut Vin-vin malu-malu.
"What?" pekik Amanda. "Lo, nyari yang daun muda sekarang Van?"
"Ish, bahasa Lo Manda. Apa sih daun-daun muda segala! Lo pikir kita lagi belajar tumbuh-tumbuhan." sergah Ivan memutar mata malas.
"Sorry, sorry Vin-vin. Gue bukannya mau ledekin Lo yah, gue cuma kaget aja ni cowok tua berani banget deketin Lo yang masih polos ini. Lo nggak di apa-apain sama dia, kan?" tanya Amanda menatap menelisik wanita di depannya.
"Suee gue dikatain cowok tua!" kesal Ivan mencubit pipi Amanda gemas.
__ADS_1
"Apa sih, emang bener kan Lo cowok tua!" sahut Amanda mengusap pipinya yang berdenyut.
"Serah Lo! Lakik Lo mana?" tanya Ivan memotong pembicaraan mereka sebelum Vincia sempat menjawab.
Tidak mendapati Richard di samping sahabat jaman dia sekolah dulu, menjadikan alasan untuk Ivan bisa mengubah topik perdebatan mereka.
Iya, Amanda dan Ivan bersahabat waktu duduk di bangku SMA. Amanda yang ketua OSIS dan Ivan yang kapten basket, menjadi dekat karena Amanda beberapa kali menemani tim basket sekolahnya untuk pergi ikut bertanding.
Mereka bersahabat dan bahkan sering digosipkan menjalin hubungan karena kedekatan yang terjalin diantara mereka berdua dulu.
"Ada kok, tunggu gue panggil...."
"Manggil siapa?" sela Richard yang ternyata sudah berdiri didekat mereka.
Dari lantai dansa tadi, pria blasteran itu sudah kesal melihat bagaimana istrinya malah memeluk pria lain di pesta pernikahan mereka berdua.
Apalagi melihat pria bertubuh tinggi dengan dada bidang dan alisnya yang tebal itu mencubit pipi Amanda, membuat Richard makin meradang.
"Eh, aku pikir kamu masih asik goyang sama temen kamu Chad." sahut Amanda sedikit kaget mendapati pria itu sedang menatapnya kesal.
"Ini temen SMA aku Chad." tunjuk Amanda pada Ivan.
"Hai, gue Ivan...." sahutnya mengulurkan tangan.
"Iya udah tau!" sinis Richard tidak mau membalas salaman tangan Ivan.
"Kok gitu sih Chad!" protes Amanda malu dengan kelakuan suaminya.
"Kenapa emangnya? Kan tadi kamu udah nyebut-nyebut nama dia!" jawab Richard ketus.
"Tenang aja, kita pure (murni) cuman temenan kok dari dulu."
"Nggak ada yang nanya!" ketus Richard lagi membuat Amanda mengusap pelipisnya.
"Nggak usah cemburu, ceweknya juga ada disini kok!" tunjuk Amanda pada Vin-vin.
Wanita bertubuh jauh lebih pendek dan kecil dari Ivan tersenyum menatap pria tampan dengan garis wajah kebule-bulean di depannya.
"Iya Ka...." sahut Vin-vin dengan suara menggemaskan.
"Udah punya pacar kok malah meluk-meluk bini orang sih?!"
"Ya ampun Chad, ini kita baru ketemu loh setelah beribu purnama. Nggak usah cemburu, aku juga udah punya kamu kok."
"Bodo!" sahut Richard masih dengan mode cemburu butanya.
"Yaudah kalo gitu gue pamit yah Da-da. Gue nggak bisa lama-lama bawa anak gadis."
"Loh kok udah mau pergi sih Van?" Seorang pria berambut ikal datang menghampiri dua pasangan itu membuat Richard mengernyit, siapa lagi ini pikirnya.
"Lo darimana Yon?" tanya Amanda mendapati satu orang sahabat SMA-nya lagi.
"Daritadi! Daritadi gue disini sampe berjamur!"
__ADS_1
Ivan seketika tertawa terbahak mendengar kekesalan sahabat yang bertubuh tinggi sama dengannya. Dia memang sengaja meninggalkan pria itu sendiri menunggu di parkiran.
"Taii! Daritadi gue nunggu diluar, ni jerapah malah udah masuk duluan kesini!" kesal Dion menatap nyalang Ivan.
"Siapa suruh Lo mau aja gue suruh nunggu disana!"
"Bangkee, minta gue getok ni jerapah!"
"Udah, dari dulu Lo bedua selalu aja berantem gak jelas! Sadar umur napa!" sela Amanda menatap bergantian Ivan dan Dion.
"Ini siapa lagi By?" tanya Richard menatap pria berkulit sawo matang yang baru tiba di depan mereka.
"Ini Dion, temen SMA aku juga Chad."
Pria itu tersenyum menunjukkan giginya pada Richard. "Banyak amat temen cowok kamu. Masih ada lagi gak abis ini?" sinisnya.
"Busett ... galak amat lakik elo Da-da," ceplos Dion yang langsung menutup mulutnya.
Ivan buru-buru memukul punggung Dion karena ucapan tidak sadar tempatnya. Richard pasti akan makin kesal pada mereka, pikirnya.
"Enggak, temen cowok aku cuma mereka berdua Chad. Tenang aja," goda Amanda pada suaminya. Dia tahu kalau setelah ini pria itu akan merajuk padanya.
Tiga orang itupun pamit dan berlalu dari sana meninggalkan pasangan suami istri baru tersebut, karena tidak enak dengan pandangan mata Richard yang terus menatap tidak suka pada Ivan dan Dion.
"Seneng yah, ketemu temen-temen cowok kamu!" sinis Richard duduk di samping Amanda.
"Senenglah, kan udah lama juga kita gak ketemu."
"Iya, sampe peluk-peluk segala lagi!" sahut Richard bersedekap dada tidak mau menatap Amanda.
"Mana manggilnya Da-da, Da-da ... udah kayak dada ayam aja kamu!"
Amanda seketika tertawa geli mendengar ucapan Richard, pria itu masih kesal dengan wanitanya yang dipanggil Da-da oleh Ivan dan Dion.
"Itu panggilan aku dulu waktu SMA sayang ... jangan marah yah," bujuk Amanda mengusap lengan berotot prianya.
"Siap-siap aja kamu abis ini aku makan!" ancam Richard menatap penuh arti Amanda.
.
.
.
.
.
.
.
Untuk yang penasaran dengan sahabat-sahabat Amanda ini, cus langsung pampangin judul Oh My Teacher karya author Tami Chan...
__ADS_1
Dijamin bakal baper dengan kisah cinta guru dan siswinya... 🤗🥰