Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Nikah Dua


__ADS_3

Selesai ijab kabul dirumah Amanda, mereka meluncur menuju gedung resepsi dimana pesta nikah mereka diadakan.


Duduk berdampingan di kursi belakang, Richard mulai bertingkah gila. Pria itu tidak berhenti mencumbu wanitanya di dalam sana, membuat Donal yang duduk di kursi kemudi kesal sendiri.


"Woi...! Sadar dong ada orang disini!" protes pria berkulit sawo matang itu.


Richard menarik diri dari atas bibir Amanda yang sedkit bengkak, dan menatap tajam sahabat sekaligus sekretarisnya itu.


"Emang siapa yang nyuruh Lo liat sini?! Fokus bawa mobil aja Lo, jangan berisik!"


Donal berdecak namun tidak bisa membantah apa perintah atasannya. Pria itu sama sekali tidak tertarik untuk melihat adegan berbahaya di belakang sana, tapi suara kecupan keduanya justru mengganggu pikiran Donal.


Sial! Abis ini gue musti nyari lubang! Kesal Donal dan sedikit menambah kecepatan agar cepat sampai di gedung pernikahan Richard dan Amanda. Harusnya tadi dia mengajak Mike semobil bersama mereka pikirnya.


"Astaga Manda ... ini kok make up kamu jadi berantakan gini sih?" keluh Rena menatap wanita yang sudah sah menjadi adik iparnya.


"Tanya sama adiknya Ka Rena, kenapa."


Richard yang berdiri di samping Amanda hanya tersenyum nyengir tanpa rasa malu.


"Ih, kebangetan banget nih anak! Nggak bisa apa yah nunggu bentar lagi, tar malem jugakan bisa Chad!"


"Udah nggak usah ribut, kayak Ka Rena sama si bule itu nggak gitu aja dulu!" sahut Richard berlalu meninggalkan dua wanita itu.


"Ish emang yah, ngeyel terus kalo di bilangin!"


"Udah Ka, nggak pa-pa. Aku bisa manggil make up artist yang rias aku tadi." sela Amanda menenangkan wanita yang sedang hamil tua itu.


Rena berdecak dan mengajak Amanda duduk di depan meja rias dalam ruang istirahat yang disediakan pihak gedung.


"Kamu juga, iya iya aja kalo di grepeinn sama Richard!" sambung Rena masih terus menggerutu hingga dua orang wanita muda masuk ke dalam.


"Sabar ... ibu hamil gak boleh marah-marah," sahut Amanda tersenyum pada dua wanita yang sedang menatapnya kagum.


"Selamat yah Manda...." ujar Mawar lebih dulu.


"Iya, makasih War...."


Rena berbalik menatap seorang wanita cantik berkulit putih yang memakai gaun merah, dengan seorang wanita lain berdiri disampingnya yang dikenal Rena sebagai sekretaris ayahnya dulu.


"Hai Ka Rena," sapa Celin.


Rena hanya mengangguk tanpa mau membalas sapaan Celin. "Aku panggil make up artist-nya dulu yah Manda...."


"Ok."


Celin berdecak dalam hati, kesal sapaannya tidak balas oleh kakak pria yang dia suka. Rena memang tidak menyukai Celin sejak lama, dia tahu bagaimana wanita itu sering mencari muka pada Richard kalau mereka sedang bersama.


"Kamu cantik banget Manda, maaf yah nggak bisa hadir di ijab kabul kalian tadi pagi," ujar Mawar tidak enak.

__ADS_1


"Iyah, nggak pa-pa ... yang penting kan kamu hadir di pestanya." sahut Amanda menatap wanita di samping Mawar.


"Ini siapa?" tanyanya menunjuk Celin.


"Oh, ini...."


"Aku Celin, mantan sekretaris Pak Richard dulu." potong Celin memperkenalkan dirinya pada Amanda.


Wanita cantik yang memang selalu di puja oleh kaum Adam itu tersenyum hangat menatap Celin. Entah kenapa dia jadi minder sendiri melihat aura seorang Amanda Ninda hari ini.


Pantas saja Richard begitu menggilai wanita ini pikirnya, Amanda memang cantik dan ramah dengan orang yang baru dia kenal.


"Makasih udah dateng yah," sahut Amanda masih tersenyum menatap Celin.


"Kalo gitu aku keluar yah Manda, nggak enak kamu masih mau siap-siap." sela Mawar memberikan sebuket bunga mawar putih ke tangan Amanda.


"Wah, cantik banget ... makasih War."


"Iya sama-sama, aku pergi yah...." pamit Mawar diikuti Celin dari belakang.


"Cari muka Lo, yah?!" sentak Celin pada wanita yang dianggapnya sebagai saingan.


Mereka memang tidak sengaja bertemu saat Mawar akan masuk ke ruang istirahat pengantin tadi.


Mawar berhenti dan berbalik menatap Celin. "Maksud Lo?!"


Celin maju dan dengan sengaja menabrak bahu mulus Mawar, hingga wanita itu sedikit mundur ke belakang.


Mawar hanya bisa mendengus, mencoba bersabar dengan kelakukan Celin yang tidak menyukainya sejak mereka bertemu. Kalo nggak inget Lo cewek, udah gue gibas Lo! Kesal Mawar berjalan keluar menuju gedung utama.


"Udah siap By?"


"Udah. Ini kok dasinya miring sih?"


"Benerin dong Beby...." manja Richard menarik tangan wanitanya ke bawah leher.


Amanda tersenyum dan mengatur dasi kupu-kupu yang dipakai Richard. Pria blasteran itu memakai jas berwarna hitam, dengan sepatu pantofel berwarna senada.


Berbeda dengan Amanda, wanita itu memakai gaun berwarna nude dengan hiasan mutiara hampir di setiap sudutnya, bermodel ball gown.


"Cakep banget sih lakik aku...." goda Amanda mencolek pipi Richard.


"Harus dong, siapa dulu bininya...." Dua pasangan yang tadi pagi sudah resmi menjadi suami istri itu tertawa dan keluar bergandengan menuju tempat resepsi pernikahan mereka di adakan.


Senyum kebahagiaan terus terpancar dari wajah keduanya. Baik Amanda dan Richard tidak pernah berhenti saling menatap satu sama lain dengan kemesraan yang selalu mereka tonjolkan disana.


Dekorasi serba putih dengan bunga segar yang tertata rapi, terlihat begitu mewah di dalam gedung. Ibu mertua Amanda yang mengatur semua ini, wanita bermata cipit itu sampai kaget mendapati pemandangan menakjubkan yang dihadirkan olehnya di dalam gedung.


Undangan dari berbagai kalangan pun ikut hadir dalam pernikahan mereka berdua, sesuai dengan kemauan Tari.

__ADS_1


Richard dan Amanda sampai kaget melihat banyaknya tamu undangan yang datang silih berganti menyalami mereka di atas panggung pelaminan.


"Ini kapan kelarnya sih?" gerutu Richard berdiri di samping Amanda.


"Sabar Chad, ini kan undangan dari mommy sama daddy kamu yang paling banyak."


"Hadeh ... kalo kayak gini kapan kita masuk kamar dong? Aku, kan udah gak tahan By...."


Amanda berdecak dan menggeleng-gelengkan kepala, pria itu sudah bersandar di bahu polosnya dan menciumnya beberapa kali.


Richard bahkan ikut mencium ceruk leher istrinya yang wangi aroma bunga.


"Woi...!" Dua orang sahabatnya datang merecoki kegiatan mengasyikkan Richard di tubuh Amanda.


"Taii! Ganggu orang aja Lo bedua!" sinis Richard masih melanjutkan kegiatannya.


"Eh bangkee, sabar dikit napa sih. Tamu Lo masih banyak tuh!" tunjuk Mike dan menyeret Richard menjauh dari Amanda.


"Kita pinjem lakik Lo dulu bentar yah, Manda...!" pekik Donal mengikuti dua orang yang sudah berjalan di depannya.


Mike membawa Richard ke lantai dansa dan mulai berjoget bersama, kehadiran mereka langsung menjadi pusat perhatian kaum hawa yang tidak ingin kehilangan kesempatan menatap pria-pria tampan di depan sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kaget yah hari ini author up dua bab?


hehehe


sengaja yah guys,, biar euforia pernikahan Amanda sama Richard tuh berasa...


Besok author masih akan ceritain acara nikah mereka yah ...


Jadi, sampai ketemu besok 😁🤗

__ADS_1


__ADS_2