Touch Me Slowly

Touch Me Slowly
Udah Jadi Bapak-bapak


__ADS_3

Pesta pernikahan yang diadakan di sebuah venue dengan tema garden party, menyambut pasangan yang baru saja selesai mengucapkan ijab kabul di salah satu mesjid di Jakarta.


Donal membawa Celin berjalan pelan menuju ke pelaminan, yang di dahului dengan tarian adat daerah wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya. Keduanya tampak serasi dengan pakaian berwarna senada dan terlihat mesra satu sama lain.


Celin tidak berhenti tersenyum sejak masuk ke dalam sana, dengan tangan yang terus merangkul lengan suaminya.


Menikah dengan pria yang dia cinta dan akan menjalani hidup selanjutnya bersama Donal, adalah impiannya sejak memutuskan melabuhkan hatinya untuk Donal.


Meski harus melewati beberapa drama dari Donal yang terlihat tidak serius padanya, nyatanya takdir membawa mereka untuk bisa bersama hingga hari ini.


Celin bahagia, tidak ada satu kata yang mampu menjelaskan secara rinci apa yang tengah dia rasakan saat ini. Yang pasti, Celin hanya merasa hatinya tengah dipenuhi bunga-bunga bermekaran yang indah.


Donal dan Celin duduk di atas pelaminan, menatap ke arah tamu undangan yang hadir memadati tempat resepsi mereka.


Venue yang mereka sewa terlihat hampir penuh dengan beberapa tamu undangan yang masih terus berdatangan.


"Undangannya kok banyak banget, Nal?" bisik Celin kaget melihat banyaknya tamu yang ada.


"Nggak tau, kayaknya Ibu yang ngundang, deh...," sahut Donal ikut kaget.


Setahu mereka, undangan yang dijalankan hanya berjumlah dua ratus saja. Tapi undangan yang hadir malam itu, tidak berjumlah segitu saja. Celin tidak menyangka kalau pernikahan mereka akan semeriah ini.


Acara pernikahan keduanya berlangsung sampai hampir malam yang diakhiri dengan pesta dansa. Donal dan Celin lebih dulu turun ke lantai dansa, diikuti tamu yang lain.


Senyum kebahagiaan terus terpancar dari wajah Celin dan Donal, yang makin mesra saat berada di tengah-tengah venue tersebut.


Dari jauh, Mawar menatap sesak pasangan yang tengah berbahagia itu. Meski hatinya masih terasa sakit, tapi seperti kata Amanda kemarin, dia akan belajar merelakan.


Mawar hanya bisa mendoakan agar rumah tangga pria yang dia cinta, bisa selalu bahagia bersama wanita pilihannya.


"Nggak usah sedih, nanti kita juga bakal ngerasain apa yang mereka rasain hari ini, War...." Dira datang, berdiri di belakang wanita yang memakai dress menjuntai sampai ke mata kakinya dan berbisik.


Mawar sempat berjengkit kaget dengan kehadiran sekretaris atasannya yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya.


"Apa, sih?! Ngomong nggak usah deket-deket begitu juga kali!" sahut Mawar mendorong Dira menjauh.


Pria bertato dileher itu hanya tertawa, menarik Mawar keluar dari venue.


"Lo mau bawa gue kemana, hah?!" kesal Mawar.


"Temenin gue keluar bentar!" Dira membawanya masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan halaman parkir dengan cepat.

__ADS_1


"Kamu liat tadi, kan, Chad?" Amanda dan suaminya berdiri tidak jauh dari Mawar dan Dira, yang menghilang dibalik pintu.


"Itu alasannya aku bilang suruh Dira sama Mawar aja yang ke Kalimantan. Sekretaris kamu itu suka sama Mawar!" sambung Amanda lagi.


"Ck, kamu udah kayak Mak comblang aja, By...," sahut Richard geleng-geleng kepala.


"Nggak apa-apa, bikin orang ketemu jodohnya juga itu rezeki, Chad. Pahala buat aku juga, anggap aja aku lagi menebar kebaikan...," kekeh Amanda.


"Iya, iya ... terserah kamu aja maunya gimana. Ayo, kita dansa juga. Daritadi aku udah kangen mau peluk kamu," ajak Richard menyeret istrinya ke lantai dansa.


Pria blasteran itu tidak mau kalah dengan sahabat bijinya yang sudah lebih dulu berada di depan sana. Richard juga ingin menunjukkan kemesraannya bersama Amanda.


"Selamat yah, Nal. Mommy seneng banget temen-temen Richard udah pada laku semua...." Tari mendekati pasangan suami istri baru itu, setelah mereka selesai berdansa.


"Makasih, Mom. Makasih juga udah nyempetin hadir hari ini," sahut Donal tulus.


"Harus, dong. Kalian, kan udah kayak anak Mommy juga, Nal. Inget, yah ... udah nikah, nggak boleh lagi main ke club! Udah jadi bapak-bapak, kan sekarang. Udah punya istri dirumah!" ucap Tari mengingatkan.


"Siap, Mom."


"Jangan cuma siap-siap aja kamu! Diantara Richard sama Mike, kamu yang paling bandel kalo dibilangin. Kasih tahu mommy kalo Donal sampe berani kesana, Cel. Biar bijinya Mommy yang ulek!" ujar Tari menatap ke arah Celin.


Mantan sekretaris suaminya itu tersenyum mengangguk. Celin tahu bagaimana rempongnya seorang Tari selama ini. Dia akan melakukan seperti apa yang pernah dia ucapkan, jika Donal benar-benar pergi lagi kesana.


"Nggak pa-pa, dia bisa cari biji baru kalo kamu udah nggak ada biji!" Tari tertawa terbahak melihat wajah Donal yang seketika cemberut mendengar ucapannya.


Pembicaraan itu terhenti saat Richard dan Amanda datang mendekati mereka.


"Rame banget, Mom." Tari beralih menatap ke arah anak laki-lakinya.


"Namanya juga pesta, Chad. Kalo sepi, itu kuburan namanya...," sahut Tari tertawa geli. "Udah kalian ngomong aja, Mommy mau cari makanan enak dulu." sambungnya berlalu meninggalkan keempat orang itu.


Richard berdecak melihat kelakuan ibunya yang pergi begitu saja setelah berkata demikian.


"Mike mana?" tanya Donal tidak melihat satu sahabat bijinya yang lain.


"Nggak tau, masih asik gesek kali...."


"Ish, mentang-mentang baru belah duren," cibir Donal.


"Siapa yang baru belah duren?" Yang dibicarakan datang mendekati mereka, masih dengan cara jalan yang sedikit aneh.

__ADS_1


"Dari mana aja Lo bangkee?! Gue kira Lo kelelep lubang!" kesal Donal menatap Mike.


"Kelelep apaan, ditendang yang ada!"


Donal mengernyit. "Maksud Lo?"


"Gue belum belah duren, Manis nendang gue pas malam pertama!"


Semua yang ada di sana seketika melongo, terdiam, lalu tertawa bersama. Mereka sudah yakin kalau malam pertama pria itu pasti akan gagal, setelah kemunculan Carmela yang sedikit mengacaukan hari bahagia Mike dan Manis.


"Ya ampun ... kok bisa, Nis?" tanya Amanda ikut penasaran dengan drama pasangan suami istri yang baru beberapa hari menikah itu.


"Abisnya ... sakit sih," sahut Manis polos.


Tawa terbahak makin terdengar diantara mereka yang ada di sana. Entah seperti apa nasib Mike ketika ditendang oleh Manis saat malam itu pikir mereka.


"Gue udah bilang sakitnya cuma diawal, doang. Tapi yah, gitu deh. Gue malah ditendang pas lagi mau bikin dia enak," sahut Mike frustasi.


Jika mengingat nasibnya yang selalu sial setiap kali ingin menyentuh Manis, Mike jadi kesal sendiri. Entah kenapa dia bisa selalu tidak beruntung dan terkesan apes dibuatnya. Tidak tahu apa memang dia yang bodoh, atau ini adalah salah satu karmanya karena terlalu sering bermain wanita sebelumnya, keluh Mike.


"Gue sampe mesti dipijit karena bokong gue keseleo," sambung pria bermanik mata abu-abu itu.


"Astaga...."


"Ya ampun...."


Suara sahutan dari bibir Richard dan Donal beserta pasangannya masing-masing terdengar. Mereka ikut prihatin sekaligus geli sendiri mendengar cerita malam pertama Mike yang lain daripada yang lain.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Yuk, cek IG author @adamvanda untuk pengumuman Giveaway-nya 🤗


__ADS_2