
"Kamu kenapa Mike?" Moses memperhatikan anak laki-lakinya yang berjalan aneh tidak seperti biasanya.
"Namanya juga baru belah duren, Pi. Nggak usah ditanya lah...." sela Linda menepuk punggung tangan suaminya.
Mereka sedang sarapan di restoran hotel bersama. Keluarga itu juga ikut menginap di sana semalam, karena terlalu lelah jika harus kembali ke rumah yang cukup jauh dari tempat resepsi Mike dan Manis.
"Aduh ... jadi inget dulu yah, Mi...," goda Moses tersenyum geli.
"Apa, sih?! Ini bukan karena abis belah duren Mi ... tapi gara-gara jatuh dari ranjang!" dengus Mike masih kesal dengan kejadian semalam.
"Hah? Jatuh dari ranjang?" Kompak, keluarga Mike bersuara.
"Iya, baru juga mau mulai. Aku Malah ditendang Manis dari ranjang!" keluh pria blasteran itu.
"Astaga...."
"Ya ampun...."
"Kasian...."
Moses, Linda, Jessie dan Lila bersuara diikuti tawa geli dari bibir mereka.
"Kok bisa ditendang, Nis?" tanya Jessie menatap ke arah cucu menantunya.
Wajah Manis sontak memerah malu saat ditatap anggota keluarga suaminya.
"A-aku nggak sengaja Oma. Abisnya Mike nyakitin aku," sahut Manis polos.
"Nyakitin apa sih, Nis? Kan, aku udah bilang itu cuma sakit diawal doang, abis itu kamu bakal ngerasa enak!" sela Mike tidak terima disalahkan oleh istrinya.
Entah sudah keberapa kali Mike mengatakannya pada Manis tentang pergulatan mereka yang malah berakhir dengan tidak enak semalam.
"Tapi, kan emang beneran sakit Mike ... bukan kamu yang ngerasain sakitnya, tapi aku!" sahut Manis menunjuk dirinya sendiri.
Pasangan suami istri yang kemarin baru menikah itu kembali berdebat, setelah semalam Mike marah-marah pada Manis karena tendangannya.
Maksud hati ingin melewati malam yang panas bersama Manis, Mike malah tidak bisa tidur karena bokongnyaa yang keseleo.
"Udah, udah ... nggak usah berantem!" Linda menengahi perdebatan keduanya.
"Nanti Mami panggil tukang urut yang biasa pijitin Papimu Mike, dia juga suka keseleo sama kayak kamu." sambung wanita paruh baya itu memberi solusi.
"Jadi aku belum bisa belah duren dong, Mi?" rengek Mike seperti anak kecil.
"Yah, itu sih derita Lo!" timpal Lila ikut menggoda kakaknya.
"Ish, apa juga ini anak kecil main nyambung aja!" kesal Mike melempar serbet ke arah Lila.
"Makanya jangan main nyosor aja!" sambung Lila belum puas meledek Mike.
__ADS_1
"Udah, ayo makan dulu. Nanti abis makan Mami panggil tukang pijitnya kesini."
Selesai sarapan bersama, Mike dibantu Manis kembali ke kamar mereka. Rencananya hari ini mereka akan langsung berangkat ke Jepang untuk berbulan madu.
Namun karena keadaan Mike yang tidak memungkinkan. Akhirnya bulan madu merekapun harus ditunda sampai pria itu sembuh benar.
"Jangan gitu, Nis. Bokong gue sakit kalo bantalnya Lo taruh kayak gitu."
"Jadi aku harus gimana? Ini daritadi juga aku rubah.kamu bilang masih sakit."
Mike berdecak, menarik Manis mendekat padanya. "Lo mesti peluk gue dari belakang biar bokong gue nggak sakit."
"Kayak gini?"
"Iya." Mike tersenyum menang saat dada Manis menempel erat padanya.
Pria itu bahkan sengaja meletakkan tangan Manis ke pangkal paha Mike, yang sontak menegang merasakan sapuan lembut jari lentik istrinya.
"Ini apa?" tanya Manis merasa ada yang mengganjal di bawah sana.
"Pistol...."
"Pistol? Kamu bawa pistol ke kamar Mike?" kaget Manis.
"Ini, kan emang gue bawa terus kemana-mana, Nis."
"Apa? Kamu bawa pistol kemana-kemana Mike? Kamu nggak takut di tangkep polisi?"
"Trus pistol apa?"
"Pistol punya gue semalem, Nis ... yang udah bikin Lo sakit trus Lo tendang gue dari ranjang!" Manis seketika terdiam mendengar ucapan suaminya.
Wajahnya langsung merona, membayangkan benda perkasaa yang memaksa masuk menerobos ruang sempitnya semalam.
"Udah ngerti, kan sekarang? Makanya Lo harus sering-sering ngusap pistol gue biar dia bisa tenang disamping Lo," kekeh Mike tertawa geli.
Manis berdecak, menarik tangannya dari pangkal paha Mike. "Mau kamu aja itu!"
"Eh, mana tangannya. Lo harus megangin dia terus sampe bokongg gue sembuh pokoknya!" Mike kembali menarik tangan Manis, menyentuh area tegang tadi.
Pria bermanik mata abu-abu itu sampai sengaja menggesek-gesekkan tangan Manis, dan memasukkannya ke dalam celana.
"Mike...!" pekik Manis kaget.
"Apa sih, pegang doang, Nis. Lo kan belum kenalan bener sama dia tadi malem!" sahut Mike beralasan.
"Ta-tapi, aku—"
"Udah diem aja, Lo musti sering-sering kek gini biar tahu gimana punya laki Lo yang perkasaa," potong Mike cepat.
__ADS_1
Benda tegang itu semakin membesar dalam genggaman tangan Manis, yang dipaksa Mike untuk menggenggamnya. Mike dengan sengaja juga menggerak-gerakkan benda itu sampai Manis geli sendiri dibuatnya.
"Lagi, Nis. Bentar lagi ... udah deket," bisik Mike setengah mendesahh.
"Tangan aku udah sakit Mike. Apa, sih yang bentar lagi?" tanya Manis tidak mengerti.
Mike terus memaksa tangan Manis bergerak semakin cepat, hingga sebuah cairan kehangatan merembes diantara jari lentik Manis.
"Astaga Mike ... ini apa?!" kaget Manis menarik tangannya dari sana.
"Itu namanya air kehidupan Manis ... makasih, yah udah bantu ngeluarin."
Manis ternganga mendekatkan tangannya yang lengket ke hidung. "Kok bau?"
"Yah emang dia bau, Nis. Nanti kalo punya gue udah berhasil masuk ke elo, air ini yang bakal bikin Lo hamil...," kekeh Mike bangga.
"Ish, dasar jorok!" Manis berlari masuk ke kamar mandi, mencuci bersih tangannya.
Seumur hidup dia baru melihat dan mencium bau cairan tersebut, Mike memang tidak waras memintanya bermain dengan tangan, pikir Manis.
"Jadi gimana, Pak. Saya udah bisa belah duren nggak?" Mike duduk bersandar di dashboard ranjang hotel setelah seorang pria tua selesai memijitnya.
"Mungkin baru bisa dua hari lagi, Pak." sahut pria tua itu.
"Nggak bisa dicepetin lagi, Pak? tanya Mike frustasi.
"Nggak bisa, Pak. Takutnya nanti bokongg sama pinggang Bapak makin keseleo kalo Bapak paksain."
Moses yang ada di dalam kamar hotel anaknya tertawa mendengar penuturan pria tua yang biasa memijitnya juga.
"Udah trima aja Mike. Nunggu dua hari lagi berarti kamu baru boleh belah durennya!" ledek pria yang mulai beruban itu.
Mike mendengus dengan wajah yang kesal. Lagi-lagi dia harus menunggu untuk sesuatu yang sudah lama dia tunggu-tunggu.
.
.
.
.
.
.
.
Sabar, yah Mike
__ADS_1
Cuma dua hari kok 🤭😆