
Tiga hari berada di pulau yang sering disebut sebagai surga dunia, Richard dan Amanda semakin betah berada disana.
Kegiatan bulan madu mereka diisi dengan hal yang menyenangkan dan basah. Seperti halnya hari ini, dua pasangan suami istri itu tengah bersiap mandi di kolam pribadi dalam cottage mereka.
"Aku duluan yah By."
"Iya, aku mau pipis dulu bentar."
"Ok."
Richard lebih dulu masuk ke dalam kolam menggunakan celana renang. Tubuh bagian atasnya sengaja dibiarkan terbuka, menampilkan keperkasaannya sebagai seorang pria tampan.
Udara yang mulai lebih sejuk dibanding tadi siang, membuat mereka memutuskan untuk berendam di dalam sana sambil menikmati sunset.
Menunggu hampir lima menit lamanya di dalam kolam, Amanda tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Wanita itu ternyata sedang memantapkan hati ingin keluar menemui suaminya tanpa busanaa.
Setelah menepati janji seharian kemarin tidak menyentuh dia, Amanda ingin memberikan surprise sekaligus hadiah untuk pria itu.
Mengikuti ucapan Richard tempo hari yang ingin melihat Amanda polos di dalam cottage mereka, dia ingin mengabulkan permintaan suaminya.
Amanda melangkah dengan pelan menuju pintu kaca kamar yang tepat bersebelahan dengan kolam. Menghembuskan nafas panjang untuk meredakan kegugupannya, Amanda berdiri dan memanggil Richard yang membelakanginya.
"Sayang...," panggil Amanda manja.
Richard berbalik dan mendapati Amanda tengah tersenyum malu-malu dengan tubuh polosnya.
"Be-beby."
Richard tidak bisa berkedip melihat Amanda berjalan berlenggak lenggok di depannya masuk ke dalam kolam.
Manik mata cokelat tua itu terpaku pada dua buah gunung indah yang selalu dia daki, dengan bulu-bulu halus diarea pangkal paha Amanda.
"Ka-kamu," sambung Richard terbata.
"Apa?" sahut Amanda dengan wajah memerah.
"Ya ampun Beby, kamu sengaja mau godain aku yah?"
"Enggak kok," elak Amanda.
"Trus ini apa coba? Ngapain gak pake bajuu segala, hm?" Richard menarik Amanda hingga tubuh mereka saling menempel satu sama lain.
"Apa, kan mau mandi. Kamunya aja yang otaknya ngeress."
Richard tertawa dan mencium bibir Amanda lembut. Wanita ini memang sedang menggodanya, namun masih tidak mau mengakuinya pikir Richard.
"Aku seneng kalo kamu kek gini By, makin hott dan seksii."
Tangan nakal Richard mulai menjalar kesana kemari menyentuh setiap jengkal tubuh polos Amanda. Ditengah air kolam yang sejuk, Richard mulai mengarahkan miliknya mencari sesuatu yang sempit di bawah sana.
Tidak butuh waktu lama bagi pria itu berhasil memasuki kelembutan wanitanya. Richard mulai membawa mereka masuk ke dalam permainan memabukkan dengan air yang berombak mengikuti gerakannya.
Di bawah sinar matahari yang mulai tenggelam, keduanya asik bermain dengan desahann yang saling bersahutan satu sama lain.
__ADS_1
"Nanti aku mau punya kolam renang dirumah deh, By...."
"Kenapa?"
"Biar kita bisa ngulang adegan kayak gini," sahut Richard masih memeluk Amanda di dalam kolam.
Pergulatan yang tidak lama karena Richard seharian kemarin tidak menyentuh wanitanya, membuat durasi permainan mereka berlangsung tidak lebih dari lima belas menit.
"Masuk yuk, nanti kamu masuk angin kalo kelamaan disini." Amanda mengangguk dan mengikuti Richard keluar dari dalam kolam.
Menggendong Amanda secara tiba-tiba, Richard membawa tubuh istrinya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Aku mandiin yah By."
"Eh, nggak usah. Emang aku anak kecil apa."
"Nggak pa-pa sekalian bersihin yang ini," tunjuk Richard pada benda lembut yang tadi dia masuki dengan buas.
Amanda berdecak namun tidak bisa menolak saat pria itu mulai melakukan kegiatannya membersihkan seluruh badannya.
Hingga tiba di tubuh inti Amanda, Richard malah kembali membenamkan diri menggunakan indera perasanya setelah yakin itu sudah cukup bersih.
"Chad," desahh Amanda tidak bisa menahan gejolak yang diberikan Richard lagi padanya.
Pria itu terus melakukan kegiatan pemujaannya di bawah sana, sampai wanitanya kembali melepaskan cairan manis yang dia suka.
Kegiatan panass kembali berlanjut di dalam kamar mandi cottage. Richard terus memacu dirinya melepaskan benih-benih yang dia harap bisa tumbuh dengan subur di perut istrinya.
"Capek yah?" Amanda mengangguk lemah di atas ranjang.
"Aku ngantuk," keluh Amanda berbaring disamping Richard.
"Makan dulu By, bentar lagi makan malamnya datang."
"Tapi mata aku udah berat banget ini Chad...."
"Iya tau, tapi kamu harus makan dulu. Biar nanti aku suap yah," bujuk Richard mengusap punggung wanitanya.
Makanan khas laut yang dipesan Richard untuk makan malam mereka dibawa pegawai cottage tidak lama setelahnya.
Richard mengambilkan makanan untuk Amanda, dan mulai menyuapinya dengan telaten.
"Aku udah kayak orang sakit aja kamu suap-suap begini Chad."
"Kan emang lagi sakit By. Lebih tepatnya sakit gegara ditusuk-tusuk aku tadi," kekeh Richard.
"Dasar!"
Dua orang itu tertawa sambil menikmati makanan di piring, Richard sengaja memesan makanan laut untuk menambah stamina agar mereka bisa sama-sama kuat bermain nanti, pikirnya.
"Mau nambah lagi nggak?"
"Udah, aku udah kenyang Chad. Kamu aja kalo masih mau," tolak Amanda mengusap perut ratanya.
__ADS_1
"Bukan itu maksud aku By."
"Trus apa?" tanya Amanda tidak mengerti.
"Maksud aku masih mau nambah makan burung lagi gak?" sahut Richard menaik turunkan alisnya.
"Ish, burung mulu kamu!"
"Yah siapa suruh godain aku duluan. Aku jadi nggak bisa tenangkan ini bayangin tubuh seksii kamu daritadi By," kekeh Richard mencolek pipi tirus Amanda.
"Terserah, aku cuma mau nyenengin suami aku aja. Kalo tau gitu mending aku nggak ikutin mau kamu nggak pake bajuu selama disini!" sahut Amanda memajukan bibirnya lima senti ke depan.
"Yaudah, kamu tidur aja dulu. Kita istirahat bentar abis itu lanjut lagi, ok?"
"Nggak, ogah!"
"Ato mau aku main diem-diem kayak kemarin?"
Amanda sontak menatap tajam Richard yang cengengesan di sampingnya. "Coba aja kalo berani, aku ulek biji kamu biar gak bisa bediri!" ancamnya.
"Jangan dong By, nanti kalo dia nggak bisa bediri kami juga yang susah. Gak ada lagi yang bisa bikin kamu nutup mata sambil remass seprei," kekeh Richard.
Amanda berdecak memutar bola mata malas, tubuhnya akan refleks seperti itu jika Richard membawanya jauh melayang tinggi ke angkasa, dengan permainan memabukkannya.
"Aku selalu perhatiin loh By, kamu tuh kalo lagi enak gayanya sering begitu." sambung Richard masih menggoda wanitanya.
"Trus kenapa? Nggak suka? Risih?"
"Apa sih, siapa bilang nggak suka. Justru aku makin demen kalo liat kamu kayak gitu By, berarti burung aku bisa kamu makan dengan enak. Bangga dong aku," sahut Richard menepuk dada bidangnya.
"Iya, iya ... burung kamu emang enak sampe bikin aku ketagihan!" sahut Amanda membalas ucapan absurd suaminya.
Tawa kebahagiaan langsung terdengar memenuhi kamar cottage tempat mereka menginap. Malam itu mereka habiskan dengan tawa dan suara desahann yang saling bersahutan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Masih mau satu part bulan madu lagi gak nih?
__ADS_1
Kalo masih mau,, tulis di kolom komentar yah...
Makin banyak request,, author akan tambah satu part lagi 🤭😆