
"Beby...."
"Apa?"
"Katanya minta ditemenin? Kok malah nyuekin aku daritadi, sih?" protes Richard tidur di paha Amanda.
"Cuekin gimana sih, Chad? Ini juga kamu lagi manja-manja gini di paha aku daritadi. Kaki aku sampe kram tau nggak!"
Richard berdecak memutar menghadap perut rata Amanda. "Besok aku berangkat loh, By. Masa kamu gak mau kangen kangenan sama aku, sih?!"
Tangan kekar Richard memeluk posesif pinggang Amanda, dengan wajah yang asik mengusap-usap perut wanitanya.
"Emang kamu maunya aku gimana?" tanya Amanda sibuk dengan desain gaun di depannya.
"Main," sahut Richard bersemangat.
"Ish, baru juga tadi pagi, kan? Aku masih capek, Chad. Tar aja yah?" bujuk Amanda mengusap sekilas kepala suaminya.
"Capek gimana sih, By. Kamunya cuma diem aja di bawah aku. Kan, aku yang goyang bukan kamu!"
"Tetep aja aku capek, aku juga ngeluarin energi kalo kamu tau!" sahut Amanda tidak mau kalah.
"Energi gimana sih?"
"Yah, itu. Kalo aku basah, kan berarti energi aku juga ikut terkuras."
Richard tertawa geli mendengar ucapan istrinya. "Aku juga basah kali, By."
Amanda ikut tertawa bersama Richard. Dia masih harus menyelesaikan satu desain gaun pesta pelanggan tetapnya, yang akan dia tunjukkan besok hari.
"By...." panggil Richard lagi.
"Kenapa?"
"Main dulu yuk," ajak Richard.
"Bentar, aku selesein ini dulu."
"Bener yah, abis ini kita main?"
"Iya, tapi jangan lama-lama. Aku masih harus cek kain yang masuk di gudang."
"Ok. Nggak lama kok, paling dua puluh menit doang!" sahut Richard kembali bersemangat.
Amanda mengangguk dan fokus pada kertas desain di depannya. Jika tidak mengingat tanggung jawabnya pada pelanggan, dia pun ingin bermesraan dengan Richard sekarang.
Besok pagi Richard sudah berangkat ke Kalimantan, meninggalkan Amanda sendiri disini. Dia juga ingin menghabiskan waktu dengan pria blasteran itu sebelum suaminya pergi.
"Nanti sore pulang cepet yah, By. Ada yang mau aku tunjukin," sambung Richard.
"Tunjukin apa?"
"Ada deh, surprise (kejutan) pokoknya."
Amanda menggelengkan kepala tidak lagi menggubris ucapan Richard. Selang setengah jam kemudian, pekerjaannya pun akhirnya selesai.
__ADS_1
Amanda membangunkan Richard yang ternyata sudah tertidur di pangkuannya.
"Chad, hei ... bangun." Amanda menepuk-nepuk pipi suaminya pelan hingga pria itu terbangun.
"Eh, udah By?" tanya Richard dengan mata yang masih mengantuk.
"Iya, udah. Kunci pintu dulu, gih."
Richard mengangguk bangkit dari pangkuan Amanda. Berjalan sempoyongan menuju pintu ruang kerja istrinya, Richard memutar kunci dan bersiap bermain bersama Amanda.
"Udah siap?"
"Apa sih, udah kayak mau lomba aja!" sahut Amanda geli.
"Anggap aja mau lomba naik kuda, By." Richard tertawa cekikikan di samping Amanda.
Keduanya duduk di kursi sofa baru yang diganti Richard, setelah mereka pulang dari bulan madu.
"Enak yah sofanya, empuk-empuk gimana gitu."
"Iya, sama kayak punya kamu empuk!" sahut Amanda melingkarkan tangannya ke leher Richard.
"Empuk, enak yah, By? Kayak daging ayam."
Suara tawa yang baru saja terdengar berganti dengan suara desahann yang saling bersahutan.
Richard memulai permainannya dengan lembut dan terkadang menyentakk dengan kuat di dalam sana.
Tubuh mereka yang sama-sama polos, membuat bukit indah milik Amanda bebas menyentuh dada bidang Richard. Pria itu makin bergairahh saat merasakan gesekan lembut dan kenyal benda indah tersebut.
Richard tersenyum dengan wajah memerah memberi gerakan cepat seperti permintaan istrinya. Mencari kenikmatan di setiap lekuk tubuh Amanda, Richard terus menggempur wanita itu hingga terdengar bunyi basah di bawah sana.
Richard tahu kalau Amanda pasti sudah mendapatkan pelepasannya sekarang, dia buru-buru menarik diri dan mengangkat kaki Amanda, menerobos mencari cairan manis istrinya di sana.
Memainkan lidah menyentuh rongga kenikmatan itu, Richard menyesapp cairan manis hingga habis tak bersisa.
"Chad...."
"Iya, sekarang giliran aku yah." Richard tersenyum kembali memasuki tubuh inti wanitanya.
Dalam beberapa kali hentakann, Richard berhasil menyemburkan miliknya hingga keduanya sama-sama mengerangg panjang.
"Makasih By," bisik Richard mencium dahi wanitanya.
"Aku ngantuk tapi laper, Chad."
"Hah? Tunggu, jangan bobo dulu. Aku pesenin makanan buat kita makan, yah?"
"Iya, tapi mata aku udah nggak tahan." Amanda jatuh tertidur setelah pergulatan mereka yang memakan banyak energi.
Sekarang setiap habis bercintaa, Amanda lebih cepat tertidur dari biasanya. Richard sampai heran dengan perubahan istrinya itu.
"By, astaga ... kamu belum pake baju ini." Richard mencoba membangunkan Amanda dan menarik diri dari kelembutan wanitanya.
Amanda sama sekali tidak mau bangun, dia tidur seperti bayi dalam keadaan tubuh polos. Richard sampai kebingungan sendiri dibuatnya.
__ADS_1
Dia terpaksa meminta Vania membawakan selimut untuk menutupi tubuh istrinya yang tidur sangat nyenyak, sampai mendengkur halus di atas sofa.
"Miss kenapa, Pak Richard?" tanya Vania penasaran.
"Nggak pa-pa, dia cuma minta di ambilin selimut aja. Nanti kalo pesanan makanan kami udah dateng, tolong bawain kesini yah, Va." pinta Richard mencoba menghalangi Vania yang masih kepo dengan keadaan di dalam ruang kerja atasannya.
Belum sempat menyahut, Vania malah ditutupi pintu oleh suami bosnya. Dia makin curiga kalau baru saja terjadi perang peluh di dalam sana.
Ah, kok gue jadi ngiri begini sih sama mereka, kesal Vania berlalu dari depan pintu.
Menutup tubuh polos istrinya dengan selimut, Richard hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Amanda. Makin hari istrinya makin bersikap aneh.
Jika biasanya dia yang akan lebih dulu jatuh terlelap setelah pergulatan mereka, kini malah Amanda yang menggantikan posisinya.
Richard menarik kursi sofa single ke dekat Amanda dan mengusap kepala istrinya lembut.
"Capek banget yah, By?" ujarnya tersenyum lembut.
Dia ikut tidur di samping Amanda dengan bersandar di kursi sofa. Dua pasangan itu tidur selama satu jam lamanya, hingga tidak sadar Vania yang sejak tadi mengetuk pintu ruang kerja Amanda.
"Pada ngapain sih sampe gak dibukain pintu segala?!" Vania berdecak kembali turun ke bawah meninggalkan makanan pesanan Richard di atas meja dekat pintu.
"Chad, bangun!" Amanda membangunkan pria berhidung mancung itu setelah membersihkan diri.
Richard membuka mata perlahan dan menarik wanitanya yang sudah kembali rapi dan wangi.
"Cium dulu," ujarnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Nggak mau, nanti minta yang lain lagi!"
"Enggak, nanti malem aja."
Amanda berdecak mendekatkan wajahnya ke arah Richard, dan mendaratkan kecupan sekilas di bibir tipis suaminya.
"Makasih Beby. Nanti abis makan kita pulang yah, ada yang mau aku tunjukin soalnya."
"Nunjukin apaan sih? Penting banget kayaknya," sahut Amanda penasaran.
"Nanti juga kamu tau...." jawab Richard mencolek hidung Amanda.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jadi pengen makan daging ayam, deh 🤤😆