Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Alat Sihir Pertama


__ADS_3

"Lihat, aku menemukan lima titik aneh di lingkaran ini dan ada jejak kakinya" Sang ketua klub menemukannya dengan cepat.


"Mungkin mereka berdiri di lima titik ini. Tapi apa yang terjadi?" anggota kedua berpikir keras.


"Kita akan tahu saat kita mencobanya. Tapi kita kurang satu orang" kata sang ketua lesu. Mereka kurang orang dan perlu mencari satu orang lagi untuk mengaktifkan lingkaran darah ini. "Bagaimana menemukan satu orang lagi? Aku yakin tidak akan ada yang mau bergabung melawan kita sama sekali karena mereka menganggap kita aneh" lanjutnya putus asa.


Melihat semua orang mulai putus asa, sebuah ide tiba-tiba muncul di kepala Gin. Gin membuka ponselnya dan memanggil seseorang.


"Halo bro, tumben sekali kau menelponku?" suara Li seng terlihat sangat antusias dari balik telepon.


"Aku mau minta tolong. Pergi ke gedung aula belakang sekarang juga. Satu menit" kata Gin. Lalu dia menutup telponnya.


Satu menit kemudian, seseorang melesat dengan cepat masuk ke dalam gedung. Itu adalah Li Seng. Dia menggunakan teknik kultivasinya. Untung saja jarak dari kantin ke gedung aula ini cukup dekat.


"Ada apa bro?" tanya Li Seng gugup. Ini pertama kalinya Gin meminta tolong padanya. Jadi dia merasa senang.


Gin melihat semua orang. "Sekarang kita punya lima orang"


"Oh nak" sang ketua menepuk bahu Gin dengan keras. "Kerja bagus bwahahaha" dia tertawa terbahak-bahak. "Baiklah, ayo berdiri di titik masing-masing" katanya.


Semua orang mulai berdiri di titik yang ada. Li Seng yang masih tidak mengerti apapun juga mengikuti intruksi sang ketua dengan wajah bodoh.


"Keluarkan energi qi kalian. Aku yakin itu yang mereka lakukan karena aku bisa mendeteksi energi qi di tempat ini walaupun samar" kata sang ketua.


Semua orang mengeluarkan energi qi mereka. Lalu lingkaran darah itu mulai menyerap energi qi mereka dan bersinar.


"Hahaha, aku benar" sang ketua tertawa bahagia.


Lingkaran sihir itu menyala selama lima menit, tapi tidak ada yang terjadi.


"Hei, energi qi ku hampir habis" seru Li Seng. Dia masih tidak mengerti apa yang orang-orang ini lakukan. Tapi dia merasa bahwa energi qi di dalam tubuhnya dihisap dengan sangat cepat.


"Aku juga" kata Gin. "Bahkan sudah habis"


"Tahan sebentar lagi nak" sahut sang ketua.


Lalu tiba-tiba angin kencang datang menerpa mereka. Lingkaran darah itu berhenti menyala. Setelah itu kabut hitam muncul entah darimana. Kali ini tidak seperti sebelumnya, tidak ada sosok raksasa yang terbentuk. Itu murni kabut hitam yang menenggelamkan seluruh gedung aula.


Gin bingung. Dia pikir ini racun. Tapi dia masih bisa bernapas dan tidak merasakan sesak sama sekali. Padahal dia tidak menggunakan skill pasif miliknya. Lalu pandangannya menggelap karena kabut hitam itu dan dia tidak bisa keberadaan anak-anak lainnya.


Gin berjalan sambil memanggil Mona dan Li Seng. Tapi dia tidak mendengar suara mereka sama sekali. Lalu suaranya menggema di seluruh ruangan, tapi sekelilingnya benar-benar gelap. Dia bahkan tidak melihat ujung ruangan saat dia berjalanan atau pun berlari. Padahal gedung aula tidak besar sama sekali. Seolah-olah dia berjalan di ruangan kosong.


(Kenapa kau masih sadar manusia?) Tiba-tiba sebuah suara terdengar. Suara ini terdengar sangat berat dan menakutkan.


"..." Gin tidak merespon.


Lalu sosok raksasa berwarna hitam muncul dan mengisi seluruh langit-langit di ruangan itu.


(Manusia kenapa kau masih sadar?) Sosok raksasa itu bertanya.


"Memangnya aku harus ngapain?" jawab Gin. Dia sudah sadar dari tadi dan dia tidak mengantuk sama sekali untuk pergi tidur. Lagipula malam belum tiba.


(Manusia! Kau mengejekku bukan? Aku akan memakanmu) teriak sosok raksasa itu marah. Dia merasa Gin mengejeknya.


Tapi Gin tentu saja tidak merasa seperti itu. "Hei, siapa kau dan apa yang kau lakukan pada yang lain?" tanya Gin.


(Aku datang dari alam bawah. Aku adalah dewa kematian) katanya dengan heroik.

__ADS_1


"Dewa?" akhirnya Gin mendengar kata ini lagi. Awalnya dia berpikir dewa itu tidak ada di dunia ini, tapi ternyata mereka ada. "Kau bukan hantu? Aku kira kau hantu" kata Gin kecewa. Karena mereka sedang mencari hantu sekarang, bukan dewa.


(Cukup sudah. Aku sudah berada di ambang batas kesabaran. Aku akan menghisap semua energi qi mu sampai kau mati) ancamnya.


Lalu kabut hitam mulai mengelilingi Gin dan menenggelamkannya. Gin mengaktifkan skill pertahan dan skill penyerapan sekaligus.


Kabut hitam mengelilingnya, tapi tidak ada hal apapun yang terjadi.


(?)


(tidak mungkin. Harusnya kau tidak sadarkan diri sekarang. Aku sudah menyerap semua energi qi mu) kata suara itu syok.


"Kau benar. Energi qi ku memang sudah habis" kata Gin kemudian. Dia memang sudah kehilangan energi qi nya sedari tadi.


(Tidak mungkin. Kenapa kau masih sadar. Apa kau hantu?) kata sosok raksasa itu syok.


"..." Gin tidak merespon. Dia melihat sosok raksasa itu seperti dia melihat orang bodoh.


Tiba-tiba sebuah suara berbunyi di kepala Gin. (Berhasil menyerap kabut kegelapan. Mendapatkan skill kabut kegelapan level 1)


Dia mendapatkan skill aneh lainnya secara acak. Gin tidak mengerti. "Apa kau benar-benar pergi liburan?" tanya Gin pada sistem yang ada di dalam tubuhnya.


(warning. Ini adalah mode otomatis) Gin mendapatkan balasan yang sama.


**Skill: kabut kegelapan


Level : 1


Mana: 200**


Kabut kegelapan: skill yang menyerap energi qi dari mahluk lainnya. Skill untuk melemahkan lawan


"Oh?" Gin mengerti sesuatu. Kabut ini tidak bisa membunuh orang tapi hanya melemahkan saja dengan menyerap semua energi qi. Jadi sosok raksasa ini hanya berbohong padanya untuk mengancamnya.


Gin mencoba menggunakan skill barunya. Lalu segempulan kabut hitam mulai keluar dari tangannya. Itu tidak cukup besar karena masih level 1. Tapi Gin cukup puas dengan hasilnya.


(Wuah, kau benar-benar hantuuuu!) Suara aneh itu berteriak ketakutan.


(Bagaimana kau bisa menggunakan teknikkuu!) Dia berteriak syok.


Kabut gelap Gin tiba-tiba menyatu dengan kabut milik lawan. Walaupun kabut miliknya lebih kecil, entah kenapa itu bisa menyingkirkan kabut milik lawan.


Gin mendapatkan sebuah ide. Dia menggunakan 1000 mana miliknya dan mengeluarkan kabut gelap itu sebanyak lima kali. Lalu kabut gelap miliknya mulai memenuhi seluruh ruangan.


Awalnya, Gin bingung bagaimana menghadapi mahluk ini karena dia tidak bisa disentuh sama sekali. Gin tidak tahu bagaimana menyerang lawan yang tidak bisa dipukul. Dan itu terasa sangat menyebalkan.


Lalu dia berhasil menyerap teknik kultivasi milik lawan dan menjadikan teknik itu sebagai skill miliknya.


Kabut gelap milik Gin mulai menyerap energi qi milik lawan sehingga teknik lawan berkurang secara perlahan.


(Kurang ajar! Kau menyerap energi qi milikku! Berani sekali kau manusiaaa) Sosok itu menjerit dalam kemarahan.


Kabut gelap yang memenuhi seluruh ruangan segera berkurang. Lalu Gin bisa melihat gedung aula kembali. Sampai akhirnya kabur gelap itu benar-benar lenyap entah kemana.


Gin mulai melihat sembilan orang murid pingsan di lantai tepat di mana lingkaran darah itu berada. Mereka adalah lima orang dari klub mistis, klub hal-hal aneh, Mona dan Li Seng.


Gin langsung mengecek kondisi mereka semua. Semua orang masih bernapas dengan teratur seakan-akan mereka tertidur. Dia merasa lega.

__ADS_1


Kemudian, Gin langsung mengecek seluruh gedung aula karena dia masih merasakan hal yang sangat aneh. Dia menggunakan skill pendeteksinya dan menemukan jejak asap hitam samar di gedung itu. Gin mengikuti jejak itu sampai ke gudang penyimpanan. Lalu jejak itu berhenti di tumpukkan barang-barang yang tidak dipakai.


Gin mengacak-acak tumpukkan barang itu. Lalu dia menemukan sebuah pedang karatan dan tumpul yang memiliki jejak asap hitam walaupun samar.


Skill observasi diaktifkan.


Nama Item: Pedang hantu


Level: Legendary


Deskripsi: Pedang yang menyimpan jiwa hantu yang kuat, Dark King Soul. Bisa memberikan efek kutukan pada lawan dan menyerap energi qi dari lawan.


(Kejadian khusus bisa terjadi, tidak bisa di prediksi)


Saat Gin menyentuh pedang itu, sosok hitam raksasa tiba-tiba keluar dari pedang.


(Manusia, kau benar-benar menemukanku! Aku akan memakan energi qi mu sampai kau mati) katanya geram.


"Oh, kau sudah mengatakan hal itu dua kali." balas Gin.


Sosok hitam itu langsung menyerang Gin dan menyerap energi qi nya. Tapi tidak ada yg bisa diserap. Gin benar-benar seperti kotak kosong yang kering. Tidak ada energi qi apapun dalam tubuhnya.


(Bagaimana ini bisa terjadi?) katanya bingung.


Manusia memerlukan energi qi untuk hidup. Saat energi qi mereka benar-benar terkuras habis, mereka akan melemah dan mati. Karena itulah anak-anak yang lainnya menjadi pingsan, tidak sadarkan diri. Tapi kenapa anak di depannya masih bisa berdiri tanpa beban apapun? Dan bahkan mencuri teknik kultivasinya? Semuanya sangat aneh.


"Kenapa kau menyerang anak-anak itu?" tanya Gin.


(Mereka memanggilku duluan) jawab sosok hitam itu ketus.


"Kau tidak jadi mengambil energi qi milikku?"


(Kau tidak punya energi apapun di tubuhmu lagi, bodoh) sentaknya. Berbicara dengan manusia aneh di depannya benar-benar menghabiskan banyak energi.


"Aku mau pedang ini" gumam Gin kemudian. Dia langsung menarik pedang itu dan mengecek kondisinya.


(Aku tidak akan membiarkanmu mengambil tubuhku!) kata sosok itu geram. Dia ingin membunuh Gin, tapi dia bingung bagaimana caranya. Lalu dia pun meletakkan kutukan kematian pada bocah itu.


Tapi tiba-tiba kepalanya menjadi sangat sakit. Kutukannya tidak berfungsi pada pemuda itu. Kenapa?


Saat pedang itu menempatkan kutukannya, sebuah suaranya berbunyi di kepala Gin.


(Bahaya asing terdeteksi. Bahaya yang mengancam sistem akan disingkirkan secara otomatis)


Bahkan Gin tidak merasakan apapun. Tapi tiba-tiba suara itu berbunyi di kepalanya.


"Hei, apa kau benar-benar hantu? Kenapa kau mendorong anak-anak? Apa kau kesepian?" tanya Gin bertubi-tubi.


(Siapa yang mendorong anak-anak manusia? Aku tidak pernah melakukan hal bodoh seperti itu. Aku menyerap energi mereka karena mereka duluan yang memanggilku dengan lingkaran darah itu) dia protes. (Aku juga tidak pernah kesepian, humph!) dengusnya kesal.


"Baiklah, kalau begitu mulai sekarang pedang ini miliku" kata Gin.


(Hei, sudah kubilang aku tidak mau) Sosok itu memberontak.


Tapi Gin memasukkan pedang itu ke dalam ruang penyimpanannya sehingga sosok itu ikut tersedot ke dalam dan menghilang.


Gin tidak peduli dengan sosok aneh yang ada pada pedang. Sekarang dia mendapatkan alat sihir pertamanya. Terlebih lagi itu jelek, jadi tidak ada yang berniat mencurinya. Lalu itu gratis, dia tidak perlu mengeluarkan uang. Bayangkan saja kalau dia membelinya di pelelangan, dia akan menghabiskan beberapa juta flos. Dia merasa bahwa dia sangat beruntung.

__ADS_1


__ADS_2