
Kepala desa membawa ketiga orang itu ke suatu tempat. Gin mengikutinya secara diam-diam. Dia mengaktifkan skill menyelinapnya sehingga tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Walaupun ketiga orang jubah hitam itu adalah kultivator tingkat tinggi.
Gin benar-benar merasa penasaran tentang 'batu' yang mereka bicarakan.
Kepala desa dan ketiga orang berjubah hitam bergerak keluar dari desa. Di hutan sekitar desa, ada sebuah pohon raksasa. Kepala desa menekan sesuatu dan tiba-tiba tanah di depan pohon itu bergerak. Lalu anak tangga otomatis muncul. Anak tangga itu mengarah ke bawah tanah. Mereka berempat langsung masuk ke dalam.
Gin ikut masuk saat memastikannya keempatnya sudah menuruni tangga cukup jauh. Saat Gin masuk, tanah di atasnya secara otomatis bergerak dan menutup kembali.
Gin menuruni tangga itu satu per satu tanpa suara apapun. Dia menjaga gerakannya sambil menguping pembicaraan empat orang lainnya dari jarak jauh.
Anehnya, Gin mengira bahwa tangga bawah tanah ini akan terus mengarah ke bawah. Tapi itu tidak benar. Tangga ini berkelok-kelok dan sesekali Gin juga melewati sebuah terowongan pendek, yang membuatnya harus berjalan lurus. Lalu dia harus menaiki tangga yang berkelok-kelok.
Mereka semua sudah berada di bawah tanah ini selama satu jam. Sampai akhirnya mereka tiba di tujuan. Gin menaiki tangga bawah tanah dan dia melihat setitik cahaya di permukaan.
Saat dia naik, cahaya yang menyilaukan langsung menyerang matanya. Gin langsung mengeluarkan ponselnya untuk melihat jam. Masih jam dua pagi, tapi tempat ini sudah sangat terang sekali. Gin benar-benar bingung dengan keadaan ini.
Dia melihat sekeliling dan menemukan bahwa daerah ini adalah sebuah padang rumput yang sangat luas. Hanya ada satu pohon yang sangat mencolok di padang rumput yang luas ini. Kepala desa dan para jubah hitam itu menuju ke sana.
__ADS_1
Gin juga menuju kesana. Sampai sejauh ini tidak ada yang menyadari keberadaannya sama sekali. Walaupun secara logika sosoknya sangat mudah terlihat karena hanya ada rerumputan, tidak ada pepohonan dan rumah yang menutupinya seperti sebelumnya.
"Ini adalah tempat di mana batu itu berada" kata kepala desa. Dia mengais tanah di bawah pohon, lalu dia mengeluarkan sebuah batu hijau sebesar mutiara. Batu itu memiliki bentuk yang tidak teratur seperti kerikil.
Kepala desa langsung melemparkan batu hijau itu ke sosok jubah hitam yang paling pendek. Terlihat dengan jelas bahwa sosok pendek itu adalah pemimpin, karena sosok itu selalu mengambil keputusan. Sementara dua sosok lainnya terlihat seperti bawahan atau pengawalnya.
Dia mengamati batu itu dengan teliti diantara kedua jarinya. "Ini asli" katanya kemudian dan memasukkan batu itu ke dalam sakunya.
Saat Gin melihat batu kerikil hijau itu, tiba-tiba sebuah tulisan muncul di hadapannya.
Gin tidak tahu kenapa benda ini selalu muncul secara acak. Tapi dia ingat, saat benda ini muncul, dia akan bertemu dengan binatang sihir lainnya.
Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan binatang sihir sama sekali di tempat ini.
"Tempat ini sangat aneh. Aku tidak bisa melihat daerah dikejauhan. Aku hanya bisa menggunakan kekuatanku beberapa meter dari tempat kita berdiri sekarang. Tapi saat aku mencoba melihat lebih jauh, aku hanya melihat kegelapan." Salah satu jubah hitam tiba-tiba berkata.
Dia memiliki teknik kultivasi 'mata dewa' yang membuatnya bisa melihat dalam jarak beberapa kilometer jauhnya. Tapi dia tidak bisa melihat apapun dari jarak jauh saat dia berada di tempat ini.
__ADS_1
Kedua jubah hitam tidak merespon dan hanya mengernyitkan kening mereka.
"Tempat apa ini?" tanya sosok pendek itu kepada kepala desa.
"Aku tidak tahu" jawab kepala desa itu cepat. Dia mulai bercerita bahwa dia menemukan tempat ini secara kebetulan saat dia ingin berburu. Lalu dia menemukan kerikil hijau itu dan terpesona akan itu. Dalam sekejap dia tahu bahwa kerikil itu adalah benda yang berharga.
Nasib buruk datang dan menimpa desa mereka. Jadi dia menyebarkan informasi tentang kerikil itu ke dunia luar. Dia berencana melakukan barter antara obat dan kerikil asing ini. Dan kebetulan, ketiga jubah hitam itu menerima informasi tentang batu itu dan mereka berhasil melakukan barter.
Setelah mendengar cerita kepala desa, kedua jubah hitam yang tersisa mencoba menggunakan skill mereka untuk mengamati tempat ini. Lalu keduanya membelalak kaget, karena mereka benar-benar tidak bisa melihat apapun.
Sosok yang lebih pendek terbang dengan cepat ke samping. Dia ingin menjelajahi tempat ini. Tapi setelah beberapa menit, dia melihat orang-orang yang sama berdiri di depannya. Dia berpikir dia sudah terbang menjauh, tapi ternyata dia kembali lagi ke tempat yang sama. Seakan-akan mereka hanya terbang memutar di tempat yang sama.
Semua orang melihatnya dengan tatapan bingung saat melihatnya kembali dari arah belakang.
"Kita sudah mendapatkannya. Ayo pergi dari tempat ini" kata sosok pendek itu. Dia merasa aneh dan sedikit khawatir. Mereka harus meninggalkan tempat ini dan mengeceknya nanti.
Tapi tiba-tiba, belum sempat mereka pergi, tanah di bawah mereka bergetar dengan hebat.
__ADS_1