
Gin akhirnya harus berpisah dengan Mona karena dia harus menuju ke klub barunya bersama Fei Lan.
"Sampai jumpa nanti" Gin melambaikan tangannya.
Mona hanya bisa melepas kepergian Gin dengan enggan. Dia ingin ikut. Tapi dia tidak berani mengatakannya. Keberadaan Fei Lan membuat harga dirinya turun dan kepercayaan dirinya menghilang. Jadi dia hanya bisa mengangguk dalam diam.
Fei Lan membawa Gin ke klub miliknya. Saat dia sampai ternyata sudah ada banyak orang di dalam klub itu.
Gin bisa melihat dua saudara Fei. Lalu tiga orang pria yang tidak dia kenal. Tiga orang pria itu kelihatannya murid populer berdasarkan dari penampilan nya. Kelihatannya tiga orang ini adalah pengagum Fei Lan.
Ruang klub itu sama seperti klub pada umumnya yang pernah di lihat oleh Gin. Hanya saja ruangannya besar dan fasilitas di dalamnya sangat mewah. Lagipula mereka adalah anak-anak keluarga besar, tidak mungkin mendapatkan perlakuan biasa dari sekolah.
"Semuanya perkenalkan. Ini Gin. Dia akan bergabung dengan klub kita"
"Halo" Gin melambaikan tangannya malas.
BAM!
Fei Wu berdiri sambil memukul meja. ekspresi nya sangat jelek. "Kakak! Kenapa kau membawa sampah ini ke klub kita!" dia protes.
"Fei Wu benar kakak. Yang kau lakukan sudah berlebihan. Tetap saja membawanya ke dalam klub sangat tidak pantas" Fei Ren menyetujui.
Kedua saudara Fei itu sangat tidak menyukai Gin. Bagi mereka Gin adalah serangga yang tidak mengetahui tempat nya dengan baik. Padahal dia hanya serangga, tapi dia bertingkah angkuh dan sombong. Hal itu yang membuat dua saudara Fei sama sekali tidak menyukainya.
"Apakah dia si perunggu itu?" tanya seorang pria. Dia cukup tampan. Gin pernah melihatnya. Dia adalah Long An. Tuan muda dari keluarga Long. Long An berbicara dengan nada penasaran tapi menyindir.
"Cukup!" teriak Fei Lan. "Bisakah kalian berhenti mengejeknya? Dia adalah temanku!"
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa berteman dengan orang seperti itu putri?" pria lainnya menyuarakan ketidaksenangan nya. Dia adalah Ken Ilya. Tuan muda dari Keluarga Ken
Tapi jujur saja, Gin sama sekali tidak peduli dengan sindiran dan ejekan yang diarahkan padanya. Dia menganggap bahwa semuanya hanyalah angin lalu.
"Kelihatannya aku tidak diterima disini. Aku akan pergi. Seakan tidak ada klub lainnya" jawab Gin malas. Walaupun dia tidak peduli dengan ejekan dan sindiran, tetap saja mendengar mereka mengomel membuat nya sangat risih. Terutama kedua saudara Fei Lan. Omelan mereka seperti nenek sihir dan Gin tidak bisa membendung itu.
"Tunggu!" Fei Lan menghentikannya, memegang tangannya. "Biarkan aku membereskannya dulu. Kau tidak boleh pergi!" Fei Lan bersikeras.
Gin mengernyit bingung. Dia heran kenapa Fei Lan bertekad untuk membuat nya bergabung dan tidak mempedulikan pendapat saudara-saudaranya.
"Berhenti berdebat kalian semua! Aku lah pemimpin di klub ini. Kalian sama sekali tidak menghargaiku!" kata Fei Lan dingin. Aura es tiba-tiba menyebar di seluruh ruangan. Fei Lan adalah praktisi inti emas. Sementara yang lainnya hanyalah tubuh perak. Kekuatan tubuh inti emas dan tubuh perak itu berbeda jauh, walaupun itu hanya perbedaan satu tingkat. Jadi para tubuh perak itu merasakan kekuatan Fei Lan dan bergetar ketakutan.
"He...i putri Lan. Aku sama sekali tidak melakukan apapun..." Li Seng berkata dengan tubuh bergetar. Li Seng adalah tuan muda dari keluarga Li. Pria berbadan lemak itu hanya diam saja dari tadi, jadi dia merasa tidak adil saat dirinya juga dilibatkan dan terkena akibat nya.
Tapi Fei Lan hanya memberikan tatapan dingin padanya. Fei Lan tidak akan berhenti sampai mereka menyerah. Kalau perlu dia akan membekukan mereka. Dia merasa tidak dihargai. Padahal dia adalah pemimpin di klub ini.
Yang lainnya juga menundukkan wajah mereka menyesal.
Fei Lan akhirnya menarik auranya kembali.
"Aku sudah membereskannya Gin, selamat bergabung"
Gin hanya mengangguk. Sesekali dia merasakan bahwa semua orang menatapnya dengan tatapan tidak senang. Dia tidak tahu ini hal yang baik atau buruk. Tapi dia tidak peduli dengan permusuhan yang diarahkan padanya.
Gin pun duduk di kursi kosong yang telah disediakan untuknya karena Fei Lan ingin menyampaikan sesuatu kepada semua orang.
"Baiklah, kami akan membentuk unit untuk menjalankan misi agar bisa mengumpulkan poin kontribusi" Fei Lan menjelaskan tujuan pertemuan.
__ADS_1
"Aku dan kedua saudaraku akan berada di unit yang sama. Ken dan long berada di unit yang sama juga. Dan kau Li Seng, kau akan membentuk unit dengan Gin"
Li Seng membelalakkan matanya. Dia hampir muntah darah. Dia sudah cukup rendah diri karena tahu kultivasinya adalah yang terendah di klub ini. Tapi Fei Lan tiba-tiba memasangkannya dengan seorang perunggu!
"Putri Lan, kasihanilah aku" Li Seng memohon untuk tidak melakukan hal itu. Pasalnya kalau unit sudah terbentuk. Mereka harus melakukan misi bersama-sama. Dia tidak akan melakukan misi dengan baik kalau dipasangkan dengan si perunggu itu.
Fei Lan memasang kan mereka dengan alasan tertentu. Pasalnya hanya Li Seng yang tidak bertindak terlalu sarkas dengan Gin. Dia tidak ingin ada konflik di klub ini. Jadi lebih bagus memasang kan mereka berdua. walaupun unit mereka akan sulit melakukan misi tingkat tinggi karena kekuatan mereka yang lemah.
"Apa kau ingin membantahku?" Fei Lan menekankan nadanya.
"T...tidak..." Li Seng hanya bisa mengangguk pasrah. Awalnya dia ikut klub ini karena ingin menarik perhatian putri Lan. Tapi siapa yang mengira bahwa Putri Lan akan sangat galak dan membuat nya jatuh ke dalam jurang. Jujur saja dia menyesal untuk bergabung sekarang. Sayangnya sudah terlambat.
Sementara yang lainnya hanya bisa melihat Li Seng dengan mata kasihan.
"Baiklah, sudah diputuskan. Bekerja lah dengan baik dan kumpulkan banyak poin kontribusi oke" Fei Lan memasang ekspresi anak-anaknya kembali. Dan dia mengangkat tangannya dengan semangat. Tapi semua orang hanya meresponnya dengan mengangguk lemah.
Pertemuan itu berakhir. Mereka semua pergi ke ruang misi untuk mengambil misi mereka. Gin dan Li Seng berada di bagian terakhir untuk ke sana.
"Hei, apa kau benar-benar hanya tubuh perunggu?" tanya Li Seng sambil menyentuh Gin dengan sikunya.
Gin mengangguk pelan.
Li Seng semakin kecewa. Tapi dia sudah pasrah. "Lalu bagaimana dengan nilai kekuatan mu itu? Apakah kau memanipulasi hasilnya dengan sesuatu?"
"Hm...aku tidak tahu" Gin menggeleng. "Tapi aku memang menggunakan kekuatan dari luar" jawabnya. Dia menggunakan kekuatan tubuhnya dengan sistem "Solo Leveling" bukan sistem "Kultivasi". Karena itu Gin menanggap itu sebagai kekuatan luar.
Li Seng semakin sedih. Dia ingin menangis. Orang kecil di sampingnya tidak hanya lemah. Tapi juga orang yang melakukan kecurangan. Benar-benar rendah.
__ADS_1
Li Seng ingin memberinya nasihat. Tapi mereka sudah sampai di ruang misi dengan cepat tanpa mereka sadari. karena senjata sihir yang mereka tumpangi bergerak cepat.