Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Teknik Kultivasi Tubuh


__ADS_3

Keesokan harinya, Gin menjalani hari-harinya seperti biasa. Dia berangkat pagi-pagi sekali untuk bersekolah. Sebenarnya dia sudah cukup bosan dengan sekolah dan belajar. Dia sudah hidup sebanyak dua kali di dunia yang berbeda, dan selalu melalui fase pelatihan dan sekolah. Untung saja sistem sekolah di setiap dunia itu berbeda sehingga dia tidak merasa terlalu bosan saat menjalaninya.


Tapi ada sesuatu yang berbeda kali ini. Biasanya dia hanya menghadiri kelas sendirian, walaupun kadang-kadang Mona akan duduk disampingnya. Tapi dia lebih sering menghabiskan waktu sendirian, tidak ada seorang murid pun yang ingin duduk di samping nya.


Tapi hari ini, Li Seng menyambut nya dengan senyuman "Hei saudaraku, duduk disini" katanya sambil menepuk kursi kosong disampingnya.


Gin menaruh tasnya dan duduk. Lalu dia menatap Li Seng dengan kening berkerut "Ada apa dengan mu?" dia bertanya karena sikap Li Seng sangat aneh hari ini. Kenapa pria gemuk ini mulai bersikap SKSD padanya?


"Apa maksudmu?" Li Seng bertanya balik.


Melihat tatapan mata Li Seng yang polos, Gin tidak ingin bertanya lebih jauh. Tapi tindakan Li Seng membuat nya menjadi pusat perhatian seluruh kelas lagi. Padahal hal itu sudah mereda beberapa waktu ini. Mereka bingung kenapa Li Seng dari keluarga besar bisa dekat dengan sampah seperti Gin.


Gin tidak mempedulikan semua itu. Dia mengikuti pelajaran seperti biasanya. Sampai akhirnya kelas berakhir dan Siyan mengumumkan berita yang agak menakutkan.


"Seminggu lagi akan ada ujian" katanya. "Persiapkan diri kalian" Lalu guru cantik itu melenggang keluar kelas. Dan meninggalkan seluruh kelas dalam keadaan ricuh.


Pasalnya mereka baru saja bersekolah, belum sebulan, tapi sudah dihadapkan dengan ujian. Sebenarnya ini normal, karena akan ada ujian harian sebulan sekali. Hanya saja ujian ini tidak mudah, bahkan untuk sekelas anak-anak berbakat dari keluarga besar. Karena itulah, seluruh murid menjadi ricuh saat mendengar beritanya. Mereka mengira akan ada kompensasi waktu satu bulan lagi sejak mereka hanya siswa baru. Tapi ternyata tidak.


Bahkan wajah Li Seng juga terlihat sangat tidak bagus. "Uh...hari ini adalah hari terakhir aku bermain ke bar..." dia bergumam dengan wajah sedih. Dia harus memberhentikan waktu bermain nya untuk persiapan ujian.


Gin mengabaikan keluhan Li Seng. Setelah kelas berakhir, dia harus pergi ke perpustakaan untuk mencari beberapa teknik bertarung.


"Kau mau kemana?" Li Seng bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Perpustakaan" jawab Gin datar.


"Tidak pergi ke klub? Dewi Lan mencari kita" kata Li Seng cemberut. "Dia sangat penasaran dengan keberhasilan kita menyelesaikan misi ini"


"Aku akan pergi nanti" Gin langsung melenggang keluar kelas. Meninggalkan Li Seng yang menatap nya dengan wajah cemberut.


Gin langsung menuju ke perpustakaan. Dia bertemu dengan penatua yang menjaga perpustakaan itu. Bahkan penatua itu juga mengenalinya karena Gin sangat mencolok dan aneh untuknya. Seorang murid yang memilih buku teknik tidak berguna.

__ADS_1


"Apa kau ingin mengembalikan buku yang kau pinjam?" tanya penatua itu sambil tersenyum.


Gin menggeleng. "Tidak" katanya. "Aku ingin meminjam buku teknik kultivasi tubuh" jawab Gin.


"Oh?" Penatua itu menaikkan alisnya, tersentak. "Semoga berhasil" katanya. Walaupun ekspresinya datar, ada sedikit mengejek dalam nada suaranya. Seakan-akan Gin akan melakukan yang bodoh lagi kali ini.


Gin menyusuri perpustakaan itu dengan menggunakan sihir "observation" miliknya. Dia mencoba mencari teknik yang menarik.


Lalu dia menemukan satu buku teknik yang cukup aneh. Buku itu berbentuk lebih kecil dari buku lainnya. Dan cukup lusuh. Serta tersembunyi di belakang rak. Kalau Gin tidak menggunakan sihirnya, dia tidak akan pernah menemukan keberadaan buku itu.


"Teknik eliminasi tubuh" Gin membaca judul buku, yang bahkan tulisannya sudah memudar.


Gin mulai membuka bukunya. Halaman depan berisi tentang deskripsi teknik ini secara umumnya.


"Teknik eliminasi tubuh adalah teknik menyamarkan keberadaan tubuh fisik menjadi tembus pandang. Bisa digunakan untuk menyelinap dan juga melarikan diri dari musuh" setelah selesai membacanya, mata Gin berbinar. Ini teknik yang cukup bagus! Kau bisa membuat dirimu tembus pandang, bukankah itu benar-benar teknik impian semua pria?


"Uhuk, uhuk, bukan berarti aku mesum seperti Li Seng. Aku tidak akan pernah menggunakan teknik ini untuk hal tercela seperti itu" Gin bergumam pada dirinya sendiri. Dia jadi teringat tentang keinginan Li Seng untuk menemukan teknik seperti ini, agar bisa mengintip wanita mandi. Walaupun dia juga punya keinginan kecil di hatinya untuk melakukan hal seperti itu. Semenjak dia selalu single selama dua kehidupan, dan berharap kehidupan ketiganya akan menjadi lebih baik.


Gin pun mencoba untuk mempelajari teknik tingkat satu. Qi dalam tubuh nya mulai beredar saat teknik itu digunakan. Dan Gin merasa tubuhnya sangat ringan. Apa dia sudah tidak terlihat sekarang? Gin tidak tahu sejak tidak ada orang disini, jadi dia tidak bisa mengkonfirmasi hal itu. Lagipula teknik ini hanya bertahan lima menit. Dia akan mencobanya nanti di depan yang lain dan melihat apakah teknik kultivasi ini efektif.


Tapi tiba-tiba, TING!


Dia mendapatkan notifikasi dari sistem miliknya. Gin tidak ingat kapan terakhir kali dia mendapat kan notifikasi dari sistem Solo Leveling ini. Mungkin satu tahun yang lalu, saat dia mencapai level ke 100. Sistem ini sudah terlalu lama diam, sehingga Gin benar-benar melupakan keberadaannya.


Gin membuka sistemnya. Layar monitor transparan muncul di depannya secara otomatis.


Anda mendapatkan skill baru, total skill 73.


Gin tersentak saat dia membacanya. Skill baru? Dia tidak mendapatkan skill apapun sejak dua tahun yang lalu. Dan dia mendapatkan skill baru sekarang. Ini begitu tiba-tiba karena itu dia sedikit kaget.


Gin membuka skill yang dia dapatkan.

__ADS_1


Skill tembus pandang: 5 MP/ 1 menit


"?"


Gin tidak mengira bahwa dia akan mendapatkan skill setelah dia mencoba teknik kultivasi baru. Apakah ini berarti kedua hal ini saling terhubung?


"Entahlah" Gin bergumam malas. Dia tidak ingin berpikir terlalu jauh. Kenapa dia harus memikirkan hal yang rumit dan menguras tenaganya? Dia tidak serajin itu. Lagipula dia hanya ingin menikmati hidupnya dan bertekad untuk tidak berfokus untuk menjadi kuat lagi. Pikiran masa lalunya, saat dia mencapai puncak kekuatan dan dikhianati oleh orang-orang terdekat, masih membekas di hatinya.


Gin sudah mendapatkan skillnya, jadi dia berpikir buku teknik kultivasi di tangannya sudah tidak berguna lagi. Bagaimana pun menggunakan skill jauh lebih efektif daripada menggunakan qi milik nya.


Gin meletakkan buku itu kembali ke dalam rak. Dia sudah kehilangan minatnya pada teknik itu. Lalu dia mulai mencari buku teknik menarik lainnya. Dan dia menemukannya.


"Teknik pengubah suara?" Gin membuka buku itu dan mencoba tekniknya lagi.


Lalu TING! Sistemnya berbunyi lagi.


"Anda mendapatkan skill baru, total skill 74"


"..."


Gin tak bisa berkata-kata. Dia membuka menu skill nya dan menemukan,


Skill merubah suara : 50 MP/ jam


"..."


Apa-apaan ini? Apa setiap kali dia mempelajari teknik kultivasi, maka sistem akan menambahkan nya secara otomatis menjadi skill baru?


Tapi Gin ingat bahwa teknik tinju yang diajarkan oleh kakek Hendrik tidak ditambahkan oleh sistem sama sekali. Berarti hanya ada teknik tertentu saja yang ditambahkan sistem dan Gin sama sekali tidak mengerti kenapa hal itu terjadi.


Gin menyerah lagi pada buku teknik kultivasi itu. Dia mencari buku teknik kultivasi lainnya, tapi sayangnya tidak ada yang menarik minatnya. Sehingga dia harus keluar dari perpustakaan dengan tangan kosong.

__ADS_1


__ADS_2