
Gin menemukan rumah lelang dengan mudah karena tempat itu berdiri megah di ibukota. Rumah lelang dengan satu lantai itu terlihat seperti toko barang mewah.
Gin masuk ke dalam dan mendapatkan sambutan dari seorang staff laki-laki yang berjaga di pintu. "Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda?" pria itu tersenyum ramah pada Gin.
Gin melihat sekeliling ruangan. Ruangan itu penuh dengan sofa mahal dan minuman mahal. Tidak ada barang yang diperjual belikan sama sekali. Mungkin karena ini rumah lelang, jadi item akan dipertunjukan saat acara lelang diadakan.
Gin bertanya kepada staff bagaimana caranya mengikuti pelelangan dan kapan acara lelang terdekat akan diadakan.
Staff itu memberitahunya bahwa dia harus mendaftar sebagai anggota terlebih dahulu. Gin harus membayar sekitar 1 juta flos untuk biaya registrasi. Bagi Gin, itu tidak banyak. Dia langsung menggesek kartu ATM dan mendapatkan kartu anggota di rumah lelang.
Staff itu menyuruhnya duduk sebentar sambil menyiapkan minuman untuknya. Setelah itu dia memberitahu Gin bahwa akan ada pelelangan besok. Barang-barang yang akan dilelang dirahasiakan untuk menarik lebih banyak orang agar datang. Gin mengerti. Dia akan datang kembali besok.
Keesokan harinya, pelelangan diadakan malam hari. Gin pergi ke rumah lelang bersama dengan Bimba. Saat dia sampai, dia menyerahkan undangan yang dia dapat sebelumnya. Undangan itu ditukarkan dengan topeng kertas. Dia harus memakai topeng itu untuk masuk ke dalam.
Kursi nomor 34 adalah miliknya. Dia mengira dia akan duduk berdempetan dengan kursi lainnya di sisi kanan dan kirinya. Tapi dia salah.
Ternyata setiap orang mendapatkan kursi pribadi. Dan ada sekat kayu di sisi kiri dan kanan sehingga setiap orang yang hadir tidak bisa mengetahui siapa yang duduk disamping mereka.
Seorang gadis cantik maju ke tengah-tengah panggung. Gadis itu juga mengenakan topeng. Tapi aura "gadis cantik" miliknya tidak bisa disembunyikan sama sekali. Apalagi dia mengenakan gaun yang cukup elegan dan seksi.
"Selamat datang para tamu di acara lelang hari ini" gadis itu berkata.
"Baiklah, saya akan menunjukkan item pertama yang akan dilelang" dia membuka peti di tengah panggung dan mengeluarkan sebuah kristal berwarna ungu sebesar kepalan tangan pria dewasa.
"Ini adalah kristal qi berwarna ungu yang sangat langka dan sangat berguna untuk menunjang pelatihan para anak muda. Harga dibuka 1 juta flos"
Gin melihat kristal itu. Dia sedikit tertarik. Tapi sekali lagi, tujuannya bukan kristal. Dia tahu bahwa dia kaya, tapi dia tidak tahu seberapa banyak uang di dalam ATMnya. Dia harus menghematnya sebisa mungkin.
"Nomor 40, 2 juta flos"
"Nomor 2, 2.5 juta flos"
"nomor 13, 3 juta flos"
__ADS_1
Setiap orang mulai menawarkan harga terbaik mereka sampai akhirnya ada yang menawar 5 juta flos. Setelah itu, tidak ada yang menawar lagi.
"Baiklah, nomor 9 berhasil mendapat kristal ungu. Selamat" gadis cantik itu berkata.
"Sekarang item lelang kedua" dia mengeluarkan sesuatu lagi dari dalam peti. Itu adalah sebuah piyama wanita.
"Piyama ini memiliki sihir pesona yang bisa menarik para pria. Jadi sangat cocok bagi wanita yang memiliki masalah cinta bertepuk sebelah tangan." gadis irmtu tersenyum geli.
"Harga dibuka 500 ribu flos"
Lalu tiga orang mulai menawar sampai akhirnya piyama itu terjual seharga 2 juta flos.
Item lelang ditunjukkan satu persatu. Ada dua senjata sihir. Ada satu elixir penyembuh yang bisa digunakan sebagai obat.
"Item ini ditemukan di reruntuhan, jadi ini termasuk item langka" gadis itu mengeluarkan sebuah sendok kayu. "Harga dibuka 500 ribu flos"
Semua orang terdiam. Tidak ada yang menawar selama beberapa menit karena sendok kayu itu tidak terlihat menarik sama sekali. Walaupun itu barang yang ditemukan, itu tetaplah sendok kayu kecil. Dan harganya juga 500 ribu. Bagi semua orang harga itu tidak masuk akal sama sekali.
Gin menggunakan skill observasinya pada sendok kayu itu.
Level: 30
Deskripsi: Sendok yang bisa memberikan energi qi di setiap suapannya**.
Itu adalah item yang sangat aneh. Lalu kenapa skillnya mendeteksi barang itu adalah sendok emas? Padahal itu hanyalah sebuah sendok kayu.
Tapi Gin tetap membelinya. "1 juta flos" dia mengangkat papan nomornya.
Semua orang berpikir bahwa Gin aneh. Membeli sendok kayu tua seharga 1 juta. Benar-benar kerugian yang sangat besar.
Lalu dua item selanjutnya adalah alat sihir untuk terbang dan armor pelindung.
Sampai akhirnya, Gin menemukan item yang dia inginkan.
__ADS_1
"Ini adalah cincin ruang. Cincin ini memiliki ruang penyimpanan sebesar 4 meter x 4 meter di dalamnya. Sangat membantu saat ingin berpergian. Harga dibuka 5 juta flos"
"Nomor 7, 8 juta flos"
"Nomor 3, 10 juta flos"
"Nomor 37, 15 juta flos"
"Nomor 22, 20 juta flos"
Semua orang mulai bersaing untuk mendapatkan cincin ruang yang langka itu.
"50 juta flos!" Gin mengangkat papan nomornya dan mengangetkan semua orang. Pasalnya, harganya tiba-tiba naik drastis.
"Nomor 10, 55 juta flos" masih ada seseorang yang berani menawar lebih tinggi dari Gin.
"70 juta flos" kata Gin kemudian. Dia tahu bahwa ini hal yang bodoh. Tapi dia benar-benar menginginkan cincin itu.
Setelah itu, tidak ada yang menawar lagi. Jadi cincin ruang itu berhasil menjadi miliknya.
Setelah acara lelang selesai, Gin membayar dengan kartunya. Anehnya, saldo ATM nya benar-benar cukup untuk membayar semua itu. Sekarang Gin penasaran dengan jumlah uang di dalam ATM ini. Mungkin dia akan mengeceknya nanti.
***
Di sebuah ruangan, bunyi notifikasi pesan masuk berdering. Kakek Arai mengecek ponselnya. Dan dia melihat pemberitahuan pembayaran sebesar 71 juta flos.
Dia langsung kaget dan mengecek dari rekening mana pengeluaran itu berasal. Setelah tahu itu milik Gin, dia hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa-apaan..." katanya tak percaya.
Selama ini cucunya itu tidak pernah menghabiskan uang sebanyak ini. Dia mengecek pembayarannya dan menemukan transaksi di rumah lelang.
"Kelihatannya dia membeli sesuatu di rumah lelang" pikir Kakek Arai. Dia tidak marah dan keterkejutannya menghilang. Cukup wajar menghabiskan nominal uang seperti itu di rumah lelang.
__ADS_1
"Aku harap dia bisa membeli barang yang melindungi dirinya" gumamnya. Rasa bersalahnya tiba-tiba muncul. Dia tidak pernah memberikan Gin barang apapun untuk menunjang kultivasinya. Hanya dukungan finansial yang dia berikan.
Setelah itu, kakek Arai mentransfer lagi 100 juta flos ke rekening milik Gin.