Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Boroxi


__ADS_3

Li Seng menatap Gin dengan prihatin dan dia mulai menjelaskan tentang organisasi bernama Boroxi itu.


"Boroxi adalah organisasi terkenal di seluruh dunia. Anggota nya adalah kultivator dari seluruh dunia dan mereka tidak memandang ras sama sekali. Tindakan mereka sangat ekstrem. Mereka suka mencuri aset-aset dari beberapa negara dan bahkan menyerang gedung pemerintah"


"Sebulan yang lalu, aku mendengar mereka menyerang negara Arabasta dan mencuri telur hewan sihir ilahi mereka. Lalu dua hari yang lalu, mereka menyerang negara Aksara dan mengambil senjata pusaka mereka dengan paksa. Lalu sekarang mereka menyerang Mozu karena menginginkan batu pusaka milik keluarga Fei" Li Seng menjelaskan dengan ekspresi kagum dan sesekali tertawa prihatin.


"Hm" Gin mengangguk mengerti. Dia mendapatkan pengetahuan yang baru tentang organisasi ini.


"Karena itulah mereka disebut sebagai organisasi tero ris terbesar. Dan ditakuti oleh semua negara. Aku juga mendengar rumor bahwa ketua mereka adalah kultivator ilahi. Bahkan lebih menakjubkan dari penatua yang ada di rumah kami, yang masih terjebak di tubuh immortal. Karena itulah organisasi ini berani menentang seluruh dunia"


Li Seng menatap Fei Lan dengan wajah sedih. "Dewi Lan sangat malang. Dia harus menjadi sandera sebagai pertukaran untuk batu pusaka itu...." katanya lirih.


Gin menatap Fei Lan yang berada di depan mereka. Gadis itu berdiri dengan kokoh walaupun wajahnya pucat pasi. Jelas sekali dia ketakutan, tapi dia berusaha memberanikan dirinya.


Setelah mendengar kata Boroxi, Fei Lan juga tidak berani membuka mulutnya. Seakan-akan suaranya tertahan di tenggorokan dan tidak mau keluar sama sekali.


"Menurut lah gadis kecil dan ikut dengan kami. Aku tidak akan melukaimu walaupun kami menjadikan mu sebagai sandera. Setelah kami berhasil mendapatkan batu itu, kau bisa bebas" kata pemimpin penjahat itu sambil tersenyum bangga. Dia sangat senang melihat ekspresi ketakutan dari wajah Fei Lan. Sebelumnya gadis itu sangat sombong. Tapi sekarang dia seperti kelinci penakut. Benar-benar lucu.


Fei Lan mengigit bibirnya. Dia mengepal kan tangannya erat-erat, tapi dia tidak membantah ajakannya sama sekali. Dia tahu seberapa bahaya musuh di depannya. Kalau mereka ingin, mereka bisa menghancurkan setengah ibu kota. Tapi kelompok itu benar-benar berbaik hati, hanya menghancurkan sebuah bar. Bahkan tanpa korban.


Sebenarnya kelompok tero ris ini tidak terlalu buruk. Mereka memang suka mencuri. Tapi mereka tidak pernah membunuh orang lain dalam prosesnya. Tapi tentu saja ada beberapa Orang yang berakhir cacat atau patah tulang saat berhadapan dengan mereka. Tapi tidak ada yang mati sama sekali.


Ancaman pembunuhan mereka sebelumnya mungkin hanya gertakan belaka. Mereka akan melukai semua orang yang ada di ruangan ini, tapi mereka tetap akan membiarkan mereka hidup. Karena itulah, semua negara tidak mempermasalahkan keberadaan mereka sebagai bencana yang harus dihancurkan.


Fei Lan mengambil keputusan. Dia tidak bisa membiarkan orang lain yang tidak ada hubungan dengan masalah ini terluka. Jadi dia menyerahkan dirinya dengan langkah yang sangat berat.

__ADS_1


Saat Fei Lan menyerahkan dirinya, Gin masih melihat nya dengan ekspresi datar. Tapi ada sebuah pikiran yang terbesit di benaknya untuk menolong gadis itu. Tapi terbesit lagi pikiran lainnya, kenapa dia harus menolong nya? Dia bukan orang penting dan mereka baru saja kenal selama beberapa hari. Lagipula ini masalah keluarga Fei, bukan masalahnya.


Jadi Gin membiarkan Fei Lan menyerahkan dirinya dengan hati yang dingin, seolah-olah itu bukan urusannya sama sekali. Mereka tidak dekat. Dan Gin juga tidak ingin dekat dengan siapapun. Dia tidak percaya pada manusia. Itu adalah kesimpulan terakhirnya.


Tidak ada seorang pun yang ingin menolong Fei Lan, bahkan kedua saudara perempuan nya hanya mematung sambil menangis.


Mereka berhasil menyekap Fei Lan. Semua orang yang ada di ruangan itu merasa lega karena nyawa mereka aman, kecuali teman-teman Fei Lan.


"Aku akan menepati janjiku untuk tidak melukai kalian para serangga!" kata penjahat itu. Mereka sudah bersiap untuk pergi.


Gin juga merasa lega. Dia bisa membeli game barunya dan bersantai malam ini. Dia tidak akan mempedulikan tentang Boroxi atau apapun itu karena dia ingin hidup dengan nyaman.


Harusnya seperti iti. Tapi tiba-tiba pemimpin penjahat itu menatap Gin dan menghalanginya. "Kau tidak bisa pergi!" katanya tiba-tiba.


Gin mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Sekarang apalagi? Padahal dia tidak ada hubungannya dengan mereka.


"Kau memiliki barang bagus di tasmu" Dia tersenyum dan menunjukkan giginya yang sama sekali tidak rapi. "Serahkan barang itu sekarang! Kau tidak bisa menipu mataku karena aku sangat peka dengan harta Karun! serahkan itu!" dia mendesak.


Gin semakin tidak mengerti. Dia mengingat barang-barang yang di bawanya, tapi dia tidak ingat kalau dia mempunyai harta karun.


"Aku tidak mengerti maksudmu sama sekali" kata Gin. "Aku tidak mempunyai harta karun sama sekali." Gin mulai membuka tasnya dan menunjukkan isinya. Dia ingin orang aneh di depannya percaya bahwa dia tidak memiliki barang berharga apapun.


Pemimpin penjahat itu segera mengintip ke dalam tas Gin, lalu mengambil sesuatu di dalam dengan cepat. Itu adalah buku teknik kultivasi lusuh yang Gin pinjam dari perpustakaan. Dia tetap menyimpan buku itu di dalam tasnya dan belum memindahkannya setelah dia berlatih dengan kristal qi.


Pemimpin penjahat itu melihat buku lusuh itu seolah-olah itu adalah harta karun.

__ADS_1


"Kau tidak bisa mengambilnya. Itu bukan milikku. Aku meminjam nya di perpustakaan. Aku tidak mau ganti rugi karena kau mencurinya tiba-tiba" kata Gin cemberut. Dia masih ingat hukuman karena menghilangkan buku pinjaman perpustakaan, yaitu pengurangan poin Kontribusi. Gin tidak ingin poinnya dikurangi hanya karena kesalahan orang lain.


Pemimpin penjahat itu menatap Gin dari kepala hingga ujung kaki. Pemuda di depan nya hanya tikus kecil di tingkat tubuh perunggu. Dia bisa membunuh nya dengan mudah. Tapi dia bingung. Apa yang menyebabkan tikus kecil seperti ini menjadi sangat sombong? Bahkan gadis kecil dari keluarga Fei, yang terkenal berbakat itu takut padanya.


"Aku menginginkan apapun yang aku mau!" dia berteriak sambil mengeluarkan aura menyeramkan. Seluruh udara di ruangan itu langsung bergetar saat dia mengeluarkan suaranya. Orang-orang yang tidak tahan dengan auranya, jatuh berlutut dengan dengan tubuh gemetar.


Tapi Gin tidak terpengaruh. Pemuda itu bahkan tidak bereaksi, seakan-akan dia tidak mengalami hal apapun yang menganggunya. Penjahat itu bingung saat melihat reaksi Gin.


"Aku tidak bisa. Aku tidak ingin poin Kontribusiku dikurangi gara-gara kelakuan mu paman" jawab Gin langsung.


Li Seng yang berdiri di sampingnya, menatap Gin dengan mata melotot. Dia bahkan hampir muntah darah setelah melihat pernyataan Gin.


'Orang ini masih bisa memikirkan koin Kontribusi di saat berbahaya seperti ini?!'


"Kau ingin mati." Penjahat itu mengancam. "Aku akan mengambil nya. Jangan memberikan komplain apapun" dia melambaikan buku lusuh itu di udara. Seolah-olah dia mengejek anak kecil.


Wajah Gin berubah cemberut. Dia bergerak dengan cepat dan SEESH! Buku itu sudah berada di tangannya lagi. Gin memasukkan buku itu dengan santai ke dalam ranselnya seakan-akan dia melakukan hal wajar.


Tapi penjahat itu melonggo. Dia bahkan tidak menyadari gerakan Gin karena itu sangat cepat. Dia adalah kultivator tubuh immortal, bagaimana dia bisa kehilangan wajahnya karena seorang cecunguk tubuh perunggu? Tapi bagaimana seorang tubuh perunggu bisa mempunyai kecepatan tangan yang tidak masuk akal seperti itu?


Gin tidak peduli dengan pikiran pihak lawan. Dia melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan bar, melintasi penjahat itu seakan-akan dia tidak ada. Dia tidak bisa terlalu lama karena hari mulai gelap. Dia harus memanfaatkan dengan baik waktu kosongnya untuk bersenang-senang.


Tapi pemimpin penjahat itu menghentikan nya dengan menepuk bahunya. "Kau serangga kecil! Apa kau benar-benar meremehkanku? Aku serius! Serahkan buku itu sekarang!" katanya dengan wajah menyeramkan. Dia benar-benar marah kali ini. Dia membenci sikap sombong Gin. Bahkan pemuda itu melintas di samping seolah-olah dia tidak ada sama sekali.


"Mungkin aku harus membuatmu tinggal di rumah sakit beberapa hari untuk mengetahui jati dirimu" katanya sambil tersenyum kejam. Dia sudah bersiap untuk menyerang Gin, ingin meremukkan bahunya.

__ADS_1


__ADS_2