Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Tuan Kota


__ADS_3

"Dasar monyet rendahan. Dari mana kau berasal. Sama sekali tidak tahu sopan santun" Wanita aneh itu menatap Lian dengan tatapan menyindir.


"Sudah kubilang aku tidak sengaja" jawab Lian kesal. Dia tidak sengaja menyenggol wanita itu. Tapi tidak ada yang terjadi setelah itu dan dia sudah meminta maaf. Lagipula itu hanya hal yang sepele.


"Kau tahu berapa harga bajuku?" kata wanita itu sambil memamerkan gaun warna-warninya. "Ini bisa membeli nyawamu" katanya.


"..." Lian tidak merespon. Tapi dia merasa bahwa dia ingin memukul wanita di depannya. Tapi dia berusaha menahannya.


Wanita aneh itu terus mengoceh tanpa jeda. Sementara orang-orang mulai menjadikannya sebagai pusat tontonan.


"Itu putri tuan kota bukan?"


"Astaga gadis itu akan berakhir"


"Siapa suruh membuat masalah dengan putri tuan kota"


Para penduduk di sekitarnya bergosip. Gin mendengarnya dan dia bisa menyimpulkan wanita aneh itu adalah putri dari tuan kota di kota kecil ini.


Mozu memiliki banyak sekali kota kecil di wilayahnya. Setiap kota ini memiliki seorang tuan kota sebagai pemimpin. Tuan kota yang menjabat dipilih langsung oleh pemerintah. Lima keluarga besar (keluarga kuno) di ibukota tidak ada hubungannya dengan pemilihan tuan kota ini.


Sebenarnya walaupun pemerintah dan keluarga kuno tidak mencampuri urusan satu sama lain karena ranah mereka berbeda. Tetap ada ketidaksukaan di masing-masing kubu. Pemerintah yang merupakan penduduk biasa tidak menyukai keluarga kuno dan para kultivator. Walaupun begitu, mereka tetap membutuhkan keluarga kuno di negara mereka. Serta keluarga kuno itu sangat kuat sehingga pemerintah takut kepada mereka. Karena keamanan negara ini sepenuhnya dikendalikan oleh keluarga kuno.


Karena itulah para pemerintah selalu mengirimkan pembunuh secara diam-diam untuk membunuh salah satu dari mereka secara perlahan-lahan. Tapi mereka akan berpura-pura bahwa mereka tidak melakukannya. Walaupun begitu keluarga kuno tahu. Tidak akan ada yang bisa dipercaya. Semua orang adalah musuh satu sama lain yang bersembunyi di dalam selimut.


Keluarga kuno tidak menyukai pemerintahan karena mereka melakukan banyak korupsi dan selalu menipu mereka untuk menyumbang lebih banyak uang kepada negara. Para kultivator diwajibkan untuk membayar pajak lebih besar kepada negara dua kali lipat daripada penduduk biasa. Walaupun begitu mereka tidak terlalu memikirkan hal itu karena mereka punya uang.


"Baiklah, berapa banyak yang kau inginkan?" kata Lian dengan suara bergetar. Dia sudah muak dengan wanita di depannya yang terus mengomel tanpa henti.


"Heh, memangnya kau mampu membayarnya?" Wanita aneh itu melihatnya dengan jijik.


Urat-urat kekesalan muncul di kepala Lian. "Arghh, aku tidak tahan lagi" dia berteriak frustasi. Dia langsung maju dan PLAK! Suara tamparan terdengar. Lian menampar wanita itu dengan keras sehingga itu terjatuh ke belakang dengan posisi terduduk.


Wanita itu membelalak kaget, memegangi pipinya yang lebam.


Semua orang yang menonton juga melonggo dan membeku.


"Gadis itu sudah tamat"


"Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu terhadap putri tuan kota"

__ADS_1


"Dia akan mati"


"Sungguh disayangkan. Padahal masih muda"


Orang-orang itu melihat Lian dengan tatapan kasihan.


"Kau...Kau...aku akan membunuhmu!" wanita aneh itu berteriak sambil mengeluarkan sebuah pistol hitam.


DOR! Dia menembak.


Lian menghindarinya dengan cepat. Lalu dia mendekati wanita dan menendangnya tepat di kepala, sampai wanita itu pingsan.


Sekali lagi, semua orang membeku melihat adegan di depan mereka.


Lian menatap semua orang dengan tatapan dingin, sambil menepuk bajunya. Seakan-akan dia baru saja membereskan hal kotor.


Tak lama kemudian sekelompok orang tiba-tiba muncul. Mereka memakai seragam sekuriti, ada sekitar sepuluh orang dengan satu pria berbadan besar yang memimpin mereka.


Semua orang langsung membuka jalan kepada sekelompok orang itu dan mereka refleks berlutut. Meninggalkan Gin berdiri sendirian dengan wajah bingung.


"Tuan Kota" semua orang berkata dengan hormat.


"Putriku..." dia bergumam sambil mengangkat wanita aneh itu dalam pelukannya.


Lalu dia melihat Lian dengan tatapan penuh kebencian dan aura membunuh dari tubuhnya mulai tersebar keluar.


Lian langsung waspada. Dia mengernyitkan keningnya. Orang-orang itu adalah kultivator. Tapi tingkat mereka rendah, hanya tubuh perunggu. Sehingga rasa percaya dirinya kembali.


"Kau, berani-beraninya kau mengacau di wilayahku!" Tuan kota berteriak seperti orang gila. "kalian semua tangkap wanita itu. Bunuh dia atau pukuli dia sampai cacat." katanya.


Orang-orang dengan pakaian sekuriti itu langsung mengelilingi Lian. Mereka hanya tubuh perunggu tapi jumlah mereka banyak.


"Hei kau, kenapa berdiri disitu, bantu aku" kata Lian tiba-tiba sambil melihat Gin yang sedang berdiri dalam kerumunan.


Gin menunjuk dirinya sendiri. "Aku? Kenapa?"


"Karena kita teman setim. Jadi masalahku adalah masalahmu juga" kata Lian percaya diri.


Gin membuka mulutnya. Dia tidak percaya bahwa Lian bisa mengatakan hal seperti itu dengan percaya diri. Padahal dia tidak ingin ikut campur. Tapi dia juga tidak bisa membiarkan teman setimnya berakhir dipukul.

__ADS_1


Akhirnya Gin ikut membantu. Tidak susah mengalahkan orang-orang itu. Mereka berdua berhasil mengalahkan semuanya hanya dalam beberapa menit. Lian mengalahkan delapan orang dan Gin mengalahkan dua orang dengan tinju anginnya.


"Kultivator?" Tuan kota melihat keduanya dengan tatapan kaget. Dia tidak menyangka bahwa wanita muda di depannya adalah kultivator. Melihat tingkatannya, menjadi sekuat itu di usia muda, dia bukan orang sembarangan.


"Kami dari SMA Jin Shi" kata Lian sombong.


Suasana langsung menjadi sunyi. Siapa yang tidak tahu tentang SMA Jin Shi. Itu adalah sekolah terkenal di Mozu dan sekolah itu dipenuhi oleh para kultivator muda berbakat.


"Lian, Gin" tiba-tiba seseorang memanggil mereka. Itu adalah Yusa. Sima dan Li Seng ada di sampingnya. "Ayo pergi" kaya Yusa penuh arti.


Lian dan Gin segera menghampiri mereka.


"Sudah kubilang jangan memberitahu orang lain identitas kita. Kenapa kau membongkarnya?" kata Yusa serius. Mereka harus menyembunyikan diri mereka sebaik mungkin.


"Maafkan aku..." kata Lian menyesal. Dia terbawa emosi dan dia benar-benar kesal karena direndahkan seperti itu.


Yusa menghela napas. "Sudahlah. Ayo tinggalkan kota ini sekarang. Lebih cepat lebih baik" kata Yusa. Dia menatap Tuan Kota sebentar, lalu pergi bersama dengan yang lainnya. Mereka tidak bisa membuat masalah ini menjadi lebih parah.


Tuan kota dan para penduduk masih membeku di tempat mereka.


"Bagaimana mungkin orang-orang dari ibukota pergi ke kota pendalaman seperti ini?"


"Siapa yang mengira bahwa mereka kultivator"


"Tuan kota sudah menyerang mereka"


"Kita tidak akan mati kan? Mereka tidak akan menghancurkan kota ini kan?"


Para penduduk itu mulai panik.


"Tuan kota..." salah satu dari mereka menatap Tuan kota yang membeku dengan tatapan penuh pengharapan.


"Tidak apa-apa" akhirnya Tuan kota membuka mulutnya. Tatapannya masih dipenuhi kebencian. "Kalian semua jangan khawatir, mereka sudah pergi" dia berusaha menenangkan seluruh penduduk. Dia menatap para pengawalnya. "Ayo pergi" katanya. Dia membawa putrinya dan meninggalkan tempat itu.


Sesampainya di mansion, Tuan Kota menelpon seseorang dengan ekspresi dingin. "Anak-anak dari SMA Jin Shi ada di kota ini" dia melaporkan.


"Baiklah. Terima kasih atas infonya" suara dari balik telpon menjawab.


Lalu panggilan mereka berakhir. Tuan kota tersenyum menyeramkan. Karena dia tidak bisa menyentuh orang-orang yang melukai putrinya, dia hanya harus menyuruh orang lain untuk membalaskan dendamnya.

__ADS_1


Siapa yang bilang bahwa mereka, orang biasa, bisa ditindas para kultivator baj*ngan itu.


__ADS_2