Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Para Senior


__ADS_3

"Akhirnya kita menemukan knife!"


"Poin Kontribusi yang banyak sudah menunggu kita!"


"Yeah!"


Empat orang itu berkata dengan sangat antusias.


Mendengar kata 'poin kontribusi', Gin dan Li Seng menegang.


Pembunuh itu masih terlihat percaya diri. "Aku sama sekali tidak tertarik membunuh pria. Sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum aku menghilang kan kalian dari dunia ini"


Keempat pria itu tertawa terbahak-bahak.


"Walaupun kau kultivator inti emas. Kau bukan apa-apa di mata kami" kata salah satu dari mereka sombong. Dia langsung mengeluarkan alat sihir di sakunya dan melemparnya ke bawah. Alat Sihir itu bentrok dengan pelindung yang dibuat oleh pembunuh dan CRACK! Pelindung itu pecah.


Mereka berempat melompat ke bawah dengan percaya diri. Sosok mereka tidak lagi tertutup bayangan bangunan sehingga terlihat jelas. Mereka adalah empat orang anak laki-laki muda dengan tatapan yang sangat arogan di mata mereka.


"Kami dari SMA Jinshi. Kami akan menangkapmu!"


"Tenang saja, kami akan menangkapmu hidup-hidup demi poin Kontribusi yang besar. Mungkin kau hanya akan kehilangan kaki atau tangan"


Mereka berkata dengan sangat sombong.


Kultivasi mereka tidak lebih tinggi dari si pembunuh, masih berada di tingkat tubuh perak. Dua dari mereka berada di tingkat tubuh perak lv.10, yang sebentar lagi menerobos ke inti emas. Sementara yang lainnya masih berada di tingkat tubuh perak lv.5.


Tapi mereka membawa banyak sekali alat sihir langka yang bisa digunakan untuk menangkap si pembunuh. Salah satu dari mereka bahkan memiliki koneksi dengan kepolisian sehingga mereka bisa membawa borgol langit dengan gratis.


Setidaknya isi pikiran mereka lebih berguna daripada Li Seng. Li Seng hanya meminta barang-barang yang bisa menyelamatkan dirinya, dia bahkan tidak meminta ayahnya untuk memberinya alat-alat segel untuk menangkap seseorang.


Gin dan Li Seng melihat satu sama lain setelah mendengar pernyataan itu. "SMA Jinshi?!" mereka berkata secara bersamaan dengan mata melebar kaget.


"Ah! Mereka adalah tim lain yang mengambil misi yang sama dengan kita!" Li Seng langsung teringat.

__ADS_1


Wajah Gin langsung menghitam. Dia sangat tidak menyukai situasi ini. Dia tidak ingin targetnya diambil oleh orang lain. Pembunuh itu adalah miliknya!


Si pembunuh itu melirik semua orang dengan tatapan tajam. Sebenarnya dia merasa khawatir juga dengan situasi ini. Walaupun dia lebih kuat, ada banyak orang yang mengepung nya sehingga rasa percaya dirinya menghilang.


Apalagi anak-anak itu berasal dari SMA Jinshi. Dia tahu seperti apa itu SMA Jinshi karena sekolah itu sangat terkenal. jadi mereka bukan anak-anak biasa. Dia juga tidak pernah menduga bahwa sekolah itu akan menjadikan dirinya target buronan.


"Sial!" Dia mengumpat. Bukan karena dia takut tidak akan selamat. Tapi karena dia harus menyerah membunuh kedua wanita di depannya. Tapi itu hanya sebentar sebelum akhirnya dia tersenyum kecil. "Selamat tinggal. aku pasti akan membalas semua ini suatu hari nanti" perkataan nya bergema dan menarik perhatian semua orang yang ada disitu. Dia menggunakan alat Sihirnya dan menghilang dalam sekejap dari tempat nya berdiri.


"Dia melarikan diri!"


"Astaga! Aku belum meletakkan pelacak pada tubuhnya ini gawat!"


"Kenapa kau begitu bodoh? Bukankah kau seharusnya meletakkan pelacak? Kita sudah mengintai tempat ini dari siang. Sangat susah menemukan nya!"


"Arghhh! Ini sangat sia-sia. Buang-buang waktu!"


Keempat orang itu mulai berteriak frustasi.


"Ini semua gara-gara kalian!" kata Gin tajam sambil menatap empat orang di depan nya. "Kalau kalian tidak muncul, dia tidak akan melarikan diri"


Keempat orang itu menatap Gin bingung.


"Apa maksudmu bibi? Kami sudah menolong mu, harusnya kau berterima kasih!" mereka menjawab dengan tidak senang.


"Siapa yang bibi?" Li Seng berteriak marah. Dia juga merasa frustasi karena target menghilang. Berarti mereka harus mengulang dari awal. Dan kemungkinan pembunuh itu tidak akan datang ke bar selama beberapa hari. Mereka tidak mendapatkan petunjuk apapun lagi tentang nya. Jadi semuanya sangat buntu sekarang.


"Jangan khawatir bibi. Walaupun pembunuh itu melarikan diri, kami tidak akan membiarkan mereka menyakiti kalian. Atas nama SMA Jinshi, kami akan melindungi keselamatan kalian. Kami akan menangkap pembunuh secepat mungkin" kata salah satu dari mereka dengan percaya diri.


Li Seng melihat keempat orang itu. Walaupun mereka berasal dari sekolah yang sama, dia sama sekali tidak pernah melihat mereka. "Kalian dari kelas mana?" dia bertanya tanpa sadar.


"Kami adalah murid tingkat dua!" jawab mereka cepat.


Wajah Li Seng berkedut. Empat orang itu adalah senior mereka! Tapi mereka pasti bukan murid terkenal. Karena dia tidak mengenali mereka. Padahal dia tahu semua informasi tentang murid-murid terkenal dan populer dari SMA Jinshi. Mereka hanya murid biasa yang bahkan bukan dari kelas emas.

__ADS_1


Li Seng menoleh, ingin memberitahu Gin bahwa mereka adalah senior. Lebih baik untuk tidak melawan dan mencari masalah walaupun rencana mereka gagal. Tapi terlambat. Gin sudah bergerak maju ke arah empat orang itu, bersiap untuk menyerang.


"Eh?" Li Seng mengerjap kaget. "Tunggu!" teriaknya khawatir. Dia mengkhawatirkan keselamatan Gin sejak keempat orang itu memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi darinya.


Tapi Gin tidak mempedulikan suara Li Seng. Dia benar-benar sangat marah saat ini. Dia menuju ke arah mereka, menggunakan mana untuk mempercepat pergerakan nya. Bahkan wig panjangnya terlepas dari kepalanya dan jatuh ke tanah.


Keempat pemuda itu tidak pernah menduga bahwa Gin akan menyerang mereka secara tiba-tiba, jadi mereka tidak siap sama sekali.


Gin tidak menggunakan banyak kekuatan. Dia tidak tahu kekuatan fisiknya sekuat apa, dan dia tidak ingin membunuh mereka sama sekali. Dia hanya menempelkan ujung jarinya ke arah dada mereka satu persatu, membuat mereka terpental ke belakang.


Keempat orang itu terpental cukup jauh. Bahkan suara tulang retak bisa terdengar dari jauh.


Li Seng melotot ngeri. Walaupun dia sudah curiga dengan kekuatan Gin saat merasakan aura menakutkan itu kemarin. Tetap saja dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, karena kekuatan Gin hanya tingkat tubuh perunggu.


Li Seng menatap Gin dengan ekspresi aneh. Tentu saja dia juga tidak bisa melupakan skor saat ujian masuk. Saat itu skor serangan Gin sangat tinggi. Setelah melihat semua ini, dia yakin itu benar. Dia jadi berpikir apa Gin menyembunyikan kekuatan kultivasinya. Kalau pun itu benar, kenapa dia melakukannya? Dan alat sihir apa yang dia gunakan untuk menyembunyikan tingkat kultivasinya? Dia tidak mengerti.


Tiga dari mereka terbaring di atas tanah, tidak sadarkan diri. Sementara seorang masih sadar dan berusaha bangkit dengan tubuhnya yang terasa sakit.


Tapi BUK! Gin tidak membiarkannya untuk bangkit. Dia langsung menginjak dadanya untuk membuat nya tetap terbaring di tempat.


"Karena kalian dia melarikan diri. Bagaimana bisa aku memaafkan kalian?" kata Gin dengan ekspresi dingin. Dia menatap pria itu lekat-lekat.


"Kau....kau ..." pria itu bergumam dengan mata ketakutan. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Kenapa dia tiba-tiba diserang seperti ini? Dia merasa sangat tidak adil. Dia ingin memprotes tapi dia tidak bisa mempertahankan kesadaran nya dan jatuh pingsan di tempat.


Semua nya tidak hanya sampai disini, karena tiba-tiba terdengar sirine polisi. Dan sebuah mobil polisi berhenti di sekitar mereka. Tiga orang polisi muncul dari dalam mobil dan mengarahkan senjatanya ke arah mereka.


"Berhenti!"


Gin mengernyitkan keningnya karena merasa silau dengan lampu mobil. Sementara Li Seng menganga tak percaya.


"Kenapa ada polisi disini?!" Li Seng berteriak kaget.


Bukan hanya Li Seng yang kaget, ketiga polisi itu juga. Awalnya mereka diperintahkan untuk mengepung seorang pembunuh di tempat ini. Saat melihat ada beberapa orang yang tidak sadarkan diri, dia berpikir pembunuh itu melakukan nya. Tapi yang dilihat mereka bukan pembunuh, melainkan seorang pria dengan pakaian wanita serta make up yang tebal. Mereka pun menatap Gin dengan tatapan aneh, tapi tidak menurun kan senjata mereka karena masih merasa waspada.

__ADS_1


__ADS_2